Mohon tunggu...
Sani fitriyani
Sani fitriyani Mohon Tunggu... Peselancar dunia maya

Aku ingin begitu, aku ingin begini

Selanjutnya

Tutup

Hukum Pilihan

Ketika Independensi Tumpul, RUU KPK dan Koruptor yang Semakin Merajarela

6 September 2019   09:38 Diperbarui: 7 September 2019   09:49 0 3 3 Mohon Tunggu...
Ketika Independensi Tumpul, RUU KPK dan Koruptor yang Semakin Merajarela
sumber: JI BI Photo

Selamat datang Bung, di negeri tikus berdasi yang bebas lompat ke  sana sini atas nama rakyat mencari keju. Di negeri dongeng bernama Indonesia yang katanya bersih dan menanungi kepentingan rakyat. 

Masih ingat slogan pajak yang digadang-gadang oleh mantan pejabat pajak yang kontroversial jalan-jalan ke Singapura dan negara lainnya? Ya, Gayus Tambunan. Masih ingatkah dengan slogan iklan kentalnya di media massa "Hari gini masih bayar pajak... "Apa Kata Dunia." 

Lucunya negeri ini pejabat pajak ini begitu gencarnya menyuruh masyarakat untuk membayar pajak namun apa yang terjadi. Lagi lagi parodi drama di negara Indonesia. Ya Pejabat kontroversial ini tertangkap penyelewengan dana pajak, dan rakyat berkata "apa kata dunia". 

Tak hanya itu aksi kontroversi Gayus kembali menculang dengan jalan jalan ke luar negeri berganti wajah dan pasport begitu enaknya hukum di Indonesia seakan penjara menjadi taman safari. 

Nezinpun beramai- ramai menyanyikan lagu: 

Andai Ku Gayus Tambunan
Yang bisa bisa pergi ke Bali
Semua keinginannya
Pasti bisa terpenuhi

Lucunya di negeri ini
Hukuman bisa dibeli
Kita orang yang lemah
Pasrah akan keadaan

Tak hanya gayus yang menjadi perhatian ada papa tiang listrik yakni setia Bovanto yang merupakan pejabat utama DPR RI. Ya dia terkenal dengan papa tiang listrik. Setya novanto di penjara karena kasus korupsi e-ktp. 

Yang menariknya dari kasus ini tak hanya bikin onar dengan menabrak tiang listrik, setnovpun banyak melakukan sensasi kontroversial yakni tinggal di rutan yang mewah bah hotel dan pergi- pergi sesuka hati selama di penjara. 

Inilaha betapa menggelitiknya wajah koruptor di negara ini. KPK adalah suatu badan pemberantasan korupsi yang banyak di apresiasi masyarakat. Terbukti kinerja KPK melejit di jaman Susilo Bambang Yudoyono. 

Tak ada yang bisa menghentikan langkahnya untuk pemberantasan koruptor negeri ini. Namun hari ini kita patut berduka cita. Pasalnya RUU KPK bisa di otak atik oleh anggota dewan disana. Ada beberapa pasal yang dapat melemahkan KPK yakni : 

Dalam Sidang 20 Menit, DPR Sah Usulkan Revisi UU KPK Reporter: Bayu Septianto 05 September 2019 Dalam sidang 20 menit, DPR sepakat mengusulkan Revisi UU 20 Tahun 2002 tentang KPK tirto.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengusulkan Revisi UU 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK), Kamis (5/9/2019). Usulan revisi tersebut langsung disetujui setelah seluruh fraksi di DPR menyatakan setuju untuk merevisi dalam waktu 20 menit.

Pasalnya Wacana Revisi UU KPK kembali mengemuka, Rabu (4/9/2019) lalu. DPR kembali mengajukan usul perubahan kedua UU Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Setidaknya ada 6 poin yang diajukan dalam revisi UU KPK. Berikut materi muatan revisi UU KPK tersebut; 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x