Mohon tunggu...
Widodo Judarwanto
Widodo Judarwanto Mohon Tunggu... Penulis Kesehatan

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. VIRTUAL MEDICINE CALL TODAY: 021.29614252 - 021.5703646 ** www.drwido.com ** www.kesulitanmakan.com ** www.alergiku.com ** www.pickyeatersclinic.com ** www.klinikbayi.com ** www.dokteranakindonesia.com **

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Penyakit Asam Lambung dan Dampak Penyertanya

18 September 2020   08:52 Diperbarui: 19 September 2020   00:34 1589 11 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Penyakit Asam Lambung dan Dampak Penyertanya
Gambar ilustrasi | sumber: Pixabay

Gangguan hipersensitifitas saluran cerna seperti dispepsia, Gastritis, IBS (Iritabel Bowel Syndrome), Gastroesophageal reflux (GERD) kepada anak-anak dan orang dewasa, dan "silent refluxers" tampaknya semakin banyak dikeluhkan oleh penderita.  

Secara umum gangguan tersebut sering dianggap orang awam sebagai penyakit "Asam Lambung".

Banyak laporan ilmiah mengungkapkan bahwa gangguan Hipersensifitas saluan cerna khususnya GER seringkali berkaitan dengan alergi makanan dan seringkali dipicu infeksi virus (Common Cold, Flu dll) . 

Beberapa penelitian mengungkapkan pada penderita alergi makananan pada penderita hipersensitifitas saluran cerna sering disertai gangguan hipersensitifitas kulit, rinitis alergi, saluran napas dan asma bahkan dilaporkan gangguan susunan saraf pusat dengan berbagai manifestasinya

Istilah penyakit asama lambung sebenarnya tidak dikenal dalam kamus kedokteran. Istilah tersebut muncul dilingkungan masyarakat awam.

Tetapi istilah itu juga kadang digunakan klinisi mungkin untuk memudahkan komunikasi penjelasan penyakit kepada pasien. 

Istilah asam lambung yang dikeluhkan masyarakat bisa saja merupakan sebuah gejala dari berbagai gangguan seperti GERD, Dispesia, Gastritis, IBS, atau penyakit seliak atau gangguan hipersenisitiftas saluran cerna lainnya.

Hipersensitifitas saluran cerna khususnya Gastroesophageal reflux (GER) dianggap sebagai peristiwa fisiologis normal tubuh manusia.

Proses alami ini melibatkan regurgitasi isi lambung ke esofagus, yang kemudian dikeluarkan dan dinetralkan oleh beberapa faktor pelindung misalnya peristaltik esofagus dan air liur.

Penelitian banyak mengungkapkan bahwa gangguan hupersensitifitas saluran cerna khususnya GERS sering disertai gangguan rinitis alergi (pilek alergi), asma, bronkitis, batuk lama, dermatitis (alergi kulit), biduran dan gangguan alergi lainnya. 

Para ahli dalam penelitian juga mengungkapkan gangguan saluran cerna berkaitan dengan kekebalan tubuh menurun sering sakit mudah flu, batuk dan pilek. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x