Mohon tunggu...
Samuel HasudunganTampubolon
Samuel HasudunganTampubolon Mohon Tunggu... Buruh - Seseorang yang senang belajar dan mengajar

Boleh berganti buah, tapi jangan lupa akar

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Pilihan

Kita Indonesia Harus Melewati "Penyaring Besar"

16 Agustus 2020   19:06 Diperbarui: 16 Agustus 2020   19:10 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Inovasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Kalau abiogenesis apa dong? Dalam biologi evolusioner, abiogenesis, atau secara informal 'asal usul kehidupan' atau'awal mula hidup', adalah proses alami yang menyebabkan kehidupan muncul dari materi tak hidup, seperti senyawa organik sederhana. 

Meskipun detail dari proses ini masih belum diketahui, hipotesis ilmiah yang berlaku adalah bahwa transisi dari makhluk tidak hidup ke makhluk hidup bukanlah peristiwa tunggal, tetapi proses evolusi dengan peningkatan kompleksitas yang melibatkan replikasi diri molekuler, perakitan mandiri, autokatalisis, dan munculnya membran sel. 

Meskipun terjadinya abiogenesis tidak kontroversial di kalangan ilmuwan, kemungkinan mekanismenya masih kurang dipahami. Ada beberapa prinsip dan hipotesis tentang bagaimana abiogenesis bisa terjadi.

Mungkin bisa diibaratkan kalau sejumlah hidrogen dan oksigen dari air bergabung dengan sejumlah kalsium dan karbon dari tanah, bergabung menjadi sesuatu yang hidup. Hidup dalam artian bahwa mahluk bertumbuh semakin besar, berkembang dengan bisa berpikir makin cerdas, bergerak secara aktif, dan bisa berkembang biak dengan cara membelah diri. 

Hal ini terjadi dengan cara mencari dan mengkonsumsi hidrogen, oksigen, kalsium, dan karbon yang ada di alam namun dalam keadaan mati. Namun perlu dicatat bahwa hal ini terjadi seketika dan tiba-tiba, dari sekumpulan air dan sekumpulan tanah, menjadi mahluk yang hidup. Itulah bio yaitu kehidupan yang bertumbuh-berkembang dan genesis yaitu awal mula dari yang sebelumnya hampa tidak ada apapun.

Coba bayangkan jika pintu, meja, atau bantal kita tiba-tiba jadi mahluk hidup yang bergerak, bernapas, butuh makanan, dan bisa membelah diri jadi banyak. Pintu memakan meja, meja memakan bantal, dan bantal memakan pintu. Lalu perlahan, seribu tahun kemudian, mereka sudah mendirikan negara, belajar di sekolah, dan membangun jembatan!

Abiogenesis juga disebut biopoiesis yaitu studi mengenai bagaimana kehidupan biologis dapat muncul dari materi bukan organik melalui proses alami. Secara khusus, istilah ini biasanya merujuk kepada proses saat kehidupan di Planet Bumi muncul. 

Abiogenesis diperkirakan terjadi bermiliar-miliaran tahun yang lalu. Bisa jadi muncul dari asam amino, yang sering dijuluki "bahan dasar kehidupan". Mungkin karena itu protein juga disebut sebagai zat pembangun fisuk tubuh.

Namun kalau secara tiba-tiba, tentu ada yang berpikir bahwa hal ini tidak mungkin karena ada yang ada karena ada yang ada. Ok, kita tambahi ulang, kemunculannya suatu hal yang barupasti  karena sudah ada hal yang lama sebelumnya. Saya ada karena orang tua saya. Orang tua saya da karena orang tua mereka, begitu seterusnya, namun tidak ada yang tiba-tiba. Tapi perdebatan itu mungkin akan ada di tulisan lain, bukan di tulisan sini.

Kembali ke Paradoks Fermi, konsep ini berawal dari argumen Robin Hanson bahwa kegagalan atau ketidakmampuan untuk menemukan peradaban di luar bumi di alam semesta yang dapat diamati menyiratkan kemungkinan ada yang salah dengan argumen atau prinsip dari berbagai disiplin ilmu bahwa kemunculan mahluk hidup  yang bisa berpikir yang maju adalah mungkin. 

Pengamatan ini dituang secara konsep dalam istilah "Penyaring Besar" yang menjadi alasan untuk mengurangi sejumlah besar sumber dari mana kehidupan berpikiran mungkin muncul menjadi sejumlah sedikit spesies cerdas dengan peradaban maju yang benar-benar berhasil diamati. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun