Mohon tunggu...
Samsudin Simatupang
Samsudin Simatupang Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis kelahiran Palembang pada 13 nopember 1961. Saat ini menjadi anggota PPPSU ( Perkumpulan Penulis Pendidik Sumatera Utara ). Kegiatan sehari hari menulis artikel di Gurusiana Media Guru dan Kompasiana Indonesia, Pemerhati Kegiatan Sosial Kemasyarakatan.

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Pilihan

Apakah Harga Kebutuhan Pokok Akan Turun saat Harga BBM Diturunkan Kembali?

30 September 2022   10:15 Diperbarui: 30 September 2022   10:35 98 4 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
(Dokumen CNBC Jakarta)

                                                                   

Saat harga BBM jenis solar naik menjadi Rp 6.800,00, harga pertalite menjadi Rp 10.000,00 dan harga pertamax Rp 14.500,00  maka dengan seta merta harga kebutuhan pokok menjadi naik. Termasuk tarif ojol dan angkutan pedesaan dan perkotaan juga dinaikkan. Tentunya ini menjadi beban yang sangat berat bagi rakyat dan para pengusaha industru kecil menaikkan harga jual produksinya.

Saat harga minyak dunia turun maka pemerintah harus menurunkan harga BBM kembali kesemula. Apakah pemerintah dan pengelola pom bensin pertamina, shell dan vivo siap untuk menurunkannya. Tentunya banyak faktir yang mempengaruhi harga BBM dan dengan pertimbangan yang matang.

Saat pemerintah menurunkan harga BBM jenus solar, pertalite , dan pertamax turun kembali kesemula, apakah harga kebutuhan pokok dan tarif ongkos angkutan perkotaan dan pedesaan akan langsung turun ? Inilah persoalan yang timbul dan akan terjadi spekulasi dan aji mumpung. Akibatnya tetap saja rakyat menjadi korban. Apakah pemerintahnsiap mengawasi para pengysaga nakal tersebut agar rakyat menjafi sejahtera.

Semoga hal ini menjadi PR pemerintah melalui mentri pertambangan, mentri perhubungan, pertamina agar keadaan stabil kembali. Semoga pemangku jabatan sadar bahwa prioritas utama adalah rakyat kecil dan orang miskin bukan orang kaya dan para pengusaha.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan