Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Freelancer - Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Gaya "Dewa Mabuk" Trump Rontok dan Asa Besar AHY

8 November 2020   20:21 Diperbarui: 8 November 2020   20:42 629
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar : Donald Trump & AHY : Tempo.co


MASYARAKAT dunia hari ini menjadi saksi runtuhnya kepongahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pria berambut agak blonde ini tak mampu mengulangi keberuntungannya seperti yang dia peroleh pada Pilpres 2016 lalu. 

Kala itu, rata-rata pengamat politik di negara Uncle Sam itu mengunggulkan Hillary Clinton menjadi presiden berikutnya meneruskan tongkat estapet kepemimpinan Barrack Obama. Sayang, hasil perhitungan electoral college, isteri Bill Clinton ini harus mengakui keunggulan Donald Trump. 

Kemenangan Donald Trump pada Pilpres AS 2016, sekaligus merebut kekuasaan Partai Demokrat yang berkuasa selama dua periode kepemimpinan Barrack Obama. Trump sendiri berasal dari Partai Republik. 

Rontoknya Trump pada masa kekuasaannya bukan yang pertama. Pengusaha kaya raya ini menjadi yang ke-10 dalam sejarah politik AS sebagai presiden yang tidak mampu mempertahankan jabatannya selama dua periode. Pria kelahiran New York 14 Juni 1946 ini harus mengakui keunggulan seterunya, Joe Biden. 

Joe Biden dipastikan keluar sebagai pemenang Pilpres AS 2020 setelah hasil perhitungan electoral college-nya tak mungkin lagi terkejar. Sejauh ini Biden berhasil memperoleh electoral vote sebanyak 290. Sedangkan batas minimal memenangkan pertarungan adalah 270 suara. 

Kemenangan Joe Biden ini boleh dibilang telah bisa ditebak sejak awal. Karena, rivalnya, Donald Trump digadang-gadang telah kurang begitu disukai oleh mayoritas warga negaranya. Dia dianggap telah gagal membawa AS lebih baik. 

Donald Trump juga dinilai banyak pihak sebagai presiden dengan segudang kontroversi. Gaya komunikasinya yang seperti "Dewa Mabuk" menyebabkan banyak pihak menjaga jarak, termasuk negara lain. Selain itu, dia juga disebut-sebut sebagal pemimpin songong dan kurang adab. 

Salah satu bukti songongnya Trump adalah saat AS diserang wabah maha dahsyat akibat pandemi virus Korona (Covid-19), dia seperti menganggap remeh. Dan, menganggapnya sebagai flu biasa. 

Bahkan, saat Donald Trump berada diambang kekalahan, sikap songongnya masih sangat kental. Dengan yakin dia menuding bahwa Pilpres AS sarat dengan kecurangan. Dan, akan melakukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA). 

Trump lupa, bahwa yang menjabat saat ini adalah dirinya. Sebagai petahana dan mengendalikan semuanya, rasanya aneh jika dia berpikir adanya kecurangan. 

Saat ini, kita tinggal menunggu apa yang bakal dilakukan Donald Trump. Apakah dia akan melaksanakan niatnya untuk melakukan gugatan atau menurunkan egonya dengan ksatria mengakui kekalahannya atas Joe Biden. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun