Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Nama Partai Baru Amien Rais Selamatkan Sumpah Mumtaz

1 Oktober 2020   23:37 Diperbarui: 1 Oktober 2020   23:42 1040 36 8 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nama Partai Baru Amien Rais Selamatkan Sumpah Mumtaz
Pikiran Rakyat

HAMPIR dalam kurun waktu sebulan, mantan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Mumtaz Rais menjadi sorotan tajam publik. Karena, tindakan dan ucapannya yang dianggap tidak mencerminkan seorang public figure.

Pertama, Mumtaz terjebak keributan dengan salah seorang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Namawi Pamolango dalam pesawat Garuda. Keributan tersebut dipicu oleh prilaku Ketua DPP PAN tersebut tak diterima oleh Nawawi saat sedang melakukan panggilan telepon saat pesawat yang ditumpanginya tengah mengisi bahan bakar. 

Alih-alih merespon positif atas teguran tersebut, Mumtaz malah membentak sambil bertanya identitas Namawi. Gara-gara itu keduanya hampir terjadi keributan, untung saja berhasil dilerai. 

Namun demikian, prilaku Mumtaz tak urung menuai banyak cibiran. Tindakannya dianggap tidak mencerminkan sebagai public figure atau tokoh nasional yang mestinya lebih taat dan mengerti tentang segala aturan, termasuk di dalam pesawat terbang. 

Kedua, menantu Ketua Umum (Ketum) PAN, Zulkifli Hasan ini membuka pintu konflik dengan ayahnya sendiri, Amien RaisMumtaz terang-terangan mencibir rencana ayahnya untuk membentuk partai baru dengan nama PAN Reformasi. Menurutnya, partai baru yang akan dibentuk ayahnya tidak akan pernah terwujud dan menyebut ayahnya sedang berhalusinasi. 

Tak cukup, dengan penuh percaya diri Mumtaz juga berani bersumpah akan berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta hingga ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) jika PAN Reformasi yang sedang dirumuskan ayahnya, Amien Rais terbentuk. Dia juga berani memastikan dan bertaruh tak ada satupun kader PAN yang berniat meninggalkan partai berlogo matahari terbit ini ke partai bentukan ayahnya nanti, terutama kader-kader yang saat ini memegang jabatan publik. 

Sumpah di atas adalah jika PAN Reformasi terbentuk. Ada satu lagi sumpah yang diobral Mumtaz. Yaitu, dia rela berenang bolak-balik Jakarta-Labuan Bajo apabila Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly meresmikan pendirian partai baru tersebut. Ia bilang hal itu itung-itung sebagai hadiah jika PAN Reformasi resmi terbentuk. 

Diobralnya sumpah Mumtaz tersebut karena dia percaya bahwa PAN Reformasi yang digagas ayahnya akan layu sebelum berkembang, karena tidak akan ada kader PAN yang bergabung. Sebab, para kader PAN sibuk bekerja, bukan pengangguran yang berhalusinasi ingin mendirikan partai politik

Tak jauh beda dengan peristiwa pertama, pernyataan cenderung meremehkan atas niatan ayahnya ini juga tak urung menuai cibiran sejumlah kalangan. Dia dianggap sebagai anak durhaka, karena telah merendahkan niat ayahnya sendiri. 

Dari sudut pandang hubungan darah, boleh jadi sikap Mumtaz terhadap niat ayahnya ini tidak pantas. Namun, sebagaimana kita pahami bahwa politik adalah pusat dari segala kemungkinan. Maka tak aneh hanya karena beda pandangan politik, hubungan darah menjadi terlupakan. 

Mumtaz Selamat dari Sumpah 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN