Mohon tunggu...
Elang Salamina
Elang Salamina Mohon Tunggu... Freelancer - Serabutan

Ikuti kata hati..itu aja...!!!

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kadar "Mesra" Prabowo-Mega Makin Kuat, SBY Masih No Way

8 Agustus 2020   22:43 Diperbarui: 8 Agustus 2020   22:38 556
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

PARTAI Gerindra menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/08/2020).

Salah satu agenda penting dari KLB tersebut adalah mendaulat atau mengesahkan kembali, Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai berlambang kepala burung Garuda tersebut, untuk masa jabatan 2020 - 2025.

Tidak ada yang aneh dengan terpilihnya kembali mantan Danjend Kopasus era rezim Soeharto tersebut, karena memang jauh-jauh hari sudah bisa ditebak. Pasalnya, hingga saat ini belum tampak sosok kader lain yang mampu menandingi kapabelitas, kredibelitas, maupun popularitas Prabowo Subianto.

Dalam sebuah organisasi politik, sosok sentral seperti mantan suami Titiek Soeharto itu mutlak dibutuhkan, guna mendongkrak elektoral partai.

Ada hal menarik dari penyelenggaraan KLB Partai Gerindra tersebut. Hal menarik tersebut adalah :

Pertama, tentu didaulatnya kembali Prabowo menjadi nahkoda Partai Gerindra untuk masa jabatan lima tahun kedepan. Dengan begitu, semakin kuat dugaan, karpet merah menuju pencalonan pemilihan presiden (Pilpres) 2024, mutlak milik figur yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Itu berarti, peluang Sandiaga Uno untuk dicalonkan atau mencalonkan diri melalui kendaraan politik Partai Gerindra semakin menipis. Saya tidak berani bahwa peluang mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini tertutup, karena sebagaimana diketahui dalam politik tidak ada hal pasti.

Bisa saja dalam beberapa tahun kedepan, ada sesuatu hal yang luar biasa terjadi, sehingga Prabowo Subianto tidak bisa dicalonkan atau mencalonkan diri. Siapa tahu?

Kedua, hanya Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) yang diundang.

KLB Partai Gerindra diselenggarakan secara fisik dan virtual ini tidak banyak mengundang banyak tokoh-tokoh politik tanah air. Yang diundang hanyalah Megawati Soekarnoputri. Meski undangan tersebut hanya dilakukan secara virtual.

Saya melihatnya, hal itu merupakan kode keras, bahwa hubungan Gerindra dengan PDIP semakin mesra, setelah dalam dua Pilpres terakhir berada pada sisi yang saling bersebrangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun