Mohon tunggu...
Samhudi Bhai
Samhudi Bhai Mohon Tunggu... Buruh - Wong tani

Bhinneka Tunggal Ika

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Dikepoin Suhesti Kapan Nikah? Saya Jawab Kapan-Kapan

3 Mei 2022   20:18 Diperbarui: 3 Mei 2022   20:30 1076
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tradisi nyadran/dokpri

Senin 2 april 2022 yang bertepatan dengan hari raya idul fitri 1443 H, pagi itu nampak cuaca sangat cerah.

Setelah 2 tahun Pemerintah melarang masyarakatnya untuk dapat berkumpul akibat wabah pandemi Covid-19 termasuk saat lebaran namun kini sudah diperbolehkan kembali untuk bertemu dengan masyarakat.

Hal terlihat pada H-3 arus mudik dari arah Jakarta ke Jawa terpantau padat merayap namun lancar di sepanjang jalan pantura Brebes.

Seperti biasanya tradisi nyadran dikampungku Brebes Jawa Tengah dilakukan warga setelah sholat id. Lebaran ditahun ini, alhamdulillah cukup ramai, sekalipun dirayakan secara sederhana apa adanya namun meriah karena bahagia dapat bersua dan berkumpul bersama keluarga.

Kebahagiaan yang sempurna adalah berkumpul bersama keluarga tercinta, seperti itulah pepatah bijak mengimplementasikannya.

Hal inilah yang terlihat pada moment penting seperti lebaran pada tahun ini dan hari besar lainnya yang ada di Indonesia.

Saat nyadran kepada para tetangga sekitar ngalor ngidul ngetan ngulon sudah selesai, maka giliran nyadran ke saudara tertua dari orang tua.

Nyadran adalah saling berkunjungnya para teman, tetangga dan saudara baik bertemu dijalan atau pun dirumah dengan jalan kaki ataupun menggunakan motor untuk saling meminta maaf.

Tradisi nyadran ini sudah ada sejak Saya belum dilahirkan. Menurut informasi dari orang tua bahwa nyadran ini berasal dari kata nyambung seduluran yang disingkat menjadi nyadran hingga sekarang.

Tradisi nyadran/dokpri
Tradisi nyadran/dokpri
Begitu pula Saya bersama keluarga selalu rutin saat lebaran untuk nyadran bareng kerumah saudara.

Kini tidak seperti dulu ketika nyadran kerumah saudara yang berjarak lumayan jauh namun ditempuh dengan jalan kaki secara rombongan berangkat atau pulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun