Mohon tunggu...
Salma Octavia
Salma Octavia Mohon Tunggu... Lainnya - Salma

Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Selanjutnya

Tutup

Money

Kisah Inspiratif Mahasiswi Kedokteran Hobi Memasak hingga Berjualan

28 Desember 2020   20:12 Diperbarui: 28 Desember 2020   21:01 521
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Yogyakarta (28/12/2020) -- Hanna Safira (21) adalah seorang mahasiswi kedokteran gigi disalah satu universitas swasta Yogyakarta dan berasal dari Kota Depok, Jakarta. Hanna berasal dari keluarga yang serba berkecukupan. Sehari - harinya menjalani aktivitas selayaknya mahasiswi kedokteran yang sangat sibuk dengan ujian kedokterannya. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi kedokteran, Hanna berjualan rice box beef (nasi kotak isi daging), kebab, dan dendeng sapi balado.

"Waktu itu memang sudah mulai jualan dari semester 1, tapi masih plin plan gitu. Mau jualan apa ya? Mulai dari snack pisang, kerudung, kebab, terus masih banyak lagi dan akhirnya jualan rice box" ujar Hanna.

Awal mula memulai berjualan, Hanna menjajakan kripik pisang di kelasnya, akan tetapi setalah beberapa hari berjualan kripik pisang tersebut, ia merasa sangat kurang sekali peminat pembeli sehingga tidak begitu laku. Kemudian Hanna memutuskan berhenti berjualan keripik pisang dan mulai mencari ide lain untuk berjualan. 

Hingga akhirnya, muncul ide untuk berjualan kerudung akan tetapi, lagi-lagi ia tidak dapat konsisten untuk berjualan kali ini serta ia tidak bisa mengikuti trend fashion yang ada sekarang ini, serta untuk berjualan hijab customer (pembeli) yang didapat hanya dari kalangan teman-teman wanitanya saja sehingga akan menimbulkan sepi peminat lagi. 

Lalu terpikirkan oleh-nya untuk berjualan kebab. Hanna mulai berjualan kebab di kelasnya pada pagi hari dimaksudkan untuk sarapan teman-temannya dikelas. Sehingga ia harus mulai bangun pagi untuk membuat kebab dan selalu berangkat lebih awal agar dapat menjajakan jualannya sebelum kelas dimulai dan teman-temannya dapat sarapan terlebih dahulu.


"Sebenernya saya itu hobi sekali memasak, kalau dirumah suka banget mencoba resep-resep baru" kisah Hanna

Karena hobinya yang memasak itu Hanna sering kali berbagi resep dan cara membuatnya di salah satu platform pribadinya. Terkadang ia juga membuat sebuah video setelah masakannya sudah jadi dan di unggah ke platformnya, tidak sedikit juga teman-temannya yang berkomentar ingin mencicipi bagaimana rasa makanan yang telah dibuatnya.

Mulai dari situ ia terpikirkan untuk membuat dendeng balado untuk dirinya sendiri lalu kemudian, meminta tolong kepada teman-temannya untuk mencicipi dendeng tersebut untuk diberikan review (ulasan) dari dendeng tersebut. Ternyata komentar yang di berikan oleh teman-temannya sangat positif sekali dan memintanya untuk berjualan dendeng balado. Adanya respon positif tersebut ia akhirnya memutuskan untuk mulai berjualan dendeng balado.

Kemudian ia mencoba untuk menambah menu baru untuk jualannya dan ia membuat menu rice box beef. Menu baru kali ini adalah berupa nasi box yang berisikan daging sapi yang telah dibumbui dan sayuran seperti wortel dan buncis yang sudah direbus. Namun, tidak disangka menu barunya kali ini sangat disukai dikalangan teman-temannya dan menjadi makanan best seller (produk andalan).

Akhirnya ia memutuskan untuk berjualan "Dendeng Balado" dan "Rice Box Beef". Harga yang dibandrol untuk menu dendeng balado adalah Rp. 23.000 rupiah per 100gr dan untuk harga rice boxnya sendiri seharga Rp. 25.000 rupiah. Harga tersebut masih tergolong standar dan terjangkau untuk mahasiswa. 

Kemudian ia memberikan merek/label dengan nama "LITERALLY ENAK" yang diambil dari Bahasa inggris yang berarti sesungguhnya benar-benar enak. Jadi ia berharap dengan adanya nama ini masakan yang dibuatnya benar-benar enak di mata customer-nya. Nama ini sendiri memotivasi-nya agar selalu memberikan yang terbaik disetiap masakan yang dibuatnya.

Disamping itu semua, Hanna semakin gencar mempromosikan produknya melalui sebuah platform yang cukup terkenal di kalangan anak muda zaman sekarang ini. Hanna membuat akun bisnisnya atau akun berjualannya di platform tersebut dengan nama yang sama dengan labelnya yaitu @literallyenak. 

System yang digunakan untuk berjualan makanan ini adalah Pre-Order (pesan terlebih dahulu), dimana pembeli dapat memesannya terlebih dahulu kemudian ia akan memberi tahu pembeli kapan makanannya akan ready (siap). Hanna juga memanfaatkan aplikasi milenial yang ada saat ini. Sehingga pembeli yang tidak mau repot-repot mengambil pesanannya dapat memesan makanannya lewat aplikasi tersebut dan makanan akan langsung sampai di rumah kalian tanpa perlu keluar rumah.

Untuk berjualan Hanna selalu menyesuaikan waktunya, karena di Fakultas Kedokteran ada yang namanya sistem blok. Biasanya di akhir blok atau menjelang ujian akhir blok, Hanna tidak akan berjualan, karena harus belajar untuk ujian. Sehingga Hanna berjualan ketika sedang kuliah biasa dan juga tidak akan mengganggu waktu kuliah serta ujian lainnya.

Setiap bulannya Hanna diberikan uang saku yang cukup untuk kebutuhan sehari-harinya selama di Jogja oleh orang tuanya. Akan tetapi karena Hana juga seperti wanita umum pada seusianya, yang memiliki keinginan untuk berbelanja seperti make up, sepatu, baju dan lainya. Maka dari situlah Hana memutuskan untuk berjualan, karena tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya dan dari keuntungan berjualan tersebut Hanna dapat membeli barang-barang keinginanya serta dapat menabung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun