Edukasi

Wanita Memilih Jurusan Teknik Mesin

11 Februari 2019   23:06 Diperbarui: 12 Februari 2019   00:04 6 0 0

Sebuah pemandangan yang lazim di Jurusan Teknik Mesin di semua perguruan tinggi di tanah air populasi mahasiswinya sangat sedikit dibanding jumlah mahasiswanya. Dengan kata lain jumlah wanita di Jurusan Teknik Mesin jauh sangat sedikit dibanding laki-lakinya.

Hal ini karena orang-orang pada umumnya cenderung menilai secara slight atau memandang sekilas pada suatu hal seumpama produk atau barang, jasa, termasuk bidang studi di perguruan tinggi.

Mendengar dan melihat kata atau istilah atau label Teknik Mesin akan menyiratkan kesan pertama yang lazim atau normal yaitu jurusan yang berkecimpung di dunia permesinan atau paling banter dunia perbengkelan.

Kesan mereka umumnya tak jauh-jauh dari peralatan-peralatan mekanik yang biasa akrab di ruang bengkel, industri, manufaktur atau pabrik. Perlengkapan seperti obeng, tang, palu, perlatan seperti bubut, skrap, gerindra, material-material seperti oli, atau pelumas adalah bayangan pertama yang melintas di benak orang.

Ini karena nama. Nama Jurusan Studi Teknik Mesin bisa menjadi penentu keputusan calon mahasiswa memilih jurusan. Terutama kau hawa.

Di luar negeri Teknik Mesin disebut Mechanical Engineering. Nama English Ini kedengarannya agak lebih umum ke bidang studi yang berkaitan dengan perhitungan mekanisme ilmu fisika sehingga bawaannya agak lebih soft bagi perempuan karena berkaitan dengan analisa perhiungan ilmu eksak seperti yang mereka dapati di sekolah tingkat lanjut. Nama Mechanical Engineering mungkin akan jusru memikat bagi kaum hawa yang menyenangi dunia analisis perhiungan matematis aplikatif.

Beda dengan Teknik Mesin. Nama ini sangat maskulin, sangat laki. Sangat sulit mengharapkan calon mahasiswi melirik jurusan ini lama-lama di daftar nama-nama jurusan yang ditawarkan oleh perguruan tinggi.

Mereka tidak paham bahwa kulaih di Teknik Mesin justru bisa selesai tanpa sama sekali menyentuh obeng atau tang. Kecuali memang di praktek mata kuliah produksi yang ada bubut dan skrapnya. Nyaris semua perkulaihan di Teknik Mesin mengandalkan perhitungan matematis. Bahkan justru di sinilah murni penerapan ilmu-ilmu fisika yang dominan.

Sebut misalnya mata kulaih seperti Termodinamika, Perpindahan Panas, Kinemaika, Mekatronika, Metode Eleman Hingga, Statistika Struktur, Mekanika Fluida, Matematika 1 sampai 3, dan sebagainya, semua ini murni fiksika dan matematika.

Prospek kerja?

Di sini prospektifnya jurusan ini, sarjana Teknik Mesin ternyata bisa diterima secara luas di sejumlah sektor seperti insdusri, pertambangan, konstruksi, termasuk perbankan.

Posisi mereka di tempat kerja juga tidak mesti berkaitan dengan dunia mekanik seperti yang orang bayangkan. Bisa dalam ruang ataupun di lapangan yang membutuhkan kemampuan analisis sesuai dengan ilmu eksak yang telah mereka peroleh di perguruan tinggi.

Justru sebenarnya Jurusan Teknik Mesin akan lebih ringan jika mahasiswa memiliki modal kemampuan matematika dan fisika. Cuma itu modalnya.

Sehingga wanita jangan tabu memilih jurusan Teknik Mesin dan tidak perlu cemas dengan bayangan-bayangan yang menghantui seperti yang diuraikan di atas.

Banyaklah bertanya dan mempelajari jurusan ini baik situasi perkuliahannya maupun prospeknya di dunia kerja.  

Salman

Dosen di Jurusan Teknik Mesin, Universitas Mataram