Mohon tunggu...
SaffanahMEP_PWK UNEJ
SaffanahMEP_PWK UNEJ Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya adalah mahasiswa unej prodi pwk fakultas teknik

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Upaya Pemerintah Banyuwangi Mengatasi Kemiskinan di Banyuwangi

10 Oktober 2022   15:16 Diperbarui: 10 Oktober 2022   15:27 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

               Kemeskinan meupakan kondisi dimana suatu individu anat rumah tagga tidak mampu atau tidak bisan membiayai hidupnya atau bisa dikatakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Kebutuhan dasar tersebut meliputi makan, pakaian, tempat tinggal, Pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi masalah kemiskinan. Kemiskinan kerap dijumpai di Indonesia, sebab nilai kemiskinan yang berada di Indonesia mencapai nilai 9,71% di Bulan September 2021 menurut BPS dan pada Maret 2022 angka kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan yang sebelumnya mencapai 9,71% menjadi 9,54%. Angka tersebut menunjukkan nilai kemiskinan yang berada di Indonesia yang diperoleh dari penjumlahan kemiskinan yang berada di daerah -- daerah di Indonesia.

               Sebagai contohnya adalah nilai kemiskinan yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 memiliki nilai kemiskinan mencapai 20% angka kemiskinan ini melebihi nilai kemiskinan yang dimiliki Provinsi Jawa Timur di mana pada tahun 2010 nilai kemiskinan yang berada di Jawa timur mencapai 15,26%. Hal ini menjadi permasalahan yang sangat serius untuk Perintah Banyuwangi. Kemiskinan yang ada di Banyuwangi bisa disebabkan karena hidup sebatang kara, miskin secara ekonomi, kurangnya atau tidak adanya lapangan pekerjaan, dan masih banyak lagi indicator permasalahan yang menyebabkan kemiskinan yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Pemerintah Banyuwangi harus berusaha mencari cara untuk menurunkan nilai kemiskinan yang berada di Banyuwangi.

               Pemerintah Banyuwangi mengusahakan cara -- cara untuk mengurangi angka kemiskinan yang berada di Kabupaten Banyuwani. Usaha yang dilakukan pemerintah Banyuwangi mulai dari pendataan penduduk miskin dimulai dari tingkat Desa. Pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau bisa disebut dengan BPM-Pemdes telah mengumpulkan sekertaris Desa se-kabupaten Banyuwangi untuk menjadi Satgas PK atau satuan tugas Penanggulangan Kemiskinan di tingkat desa. Dalam Satgas PK ini beranggotakan dari unsur pemerintah desa, relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat.  Total Satgas PK se Kabupaten Banyuwangi berjumlah 1.085 orang yang terdiri dari Desa -- desa yang berada di Kabupaten Banyuwangi. Pihak BPM-Pemdes mengerahkan Satgas PK guna mendata warga miskin yang berada di masing -- masing desa yang berada di Banyuwangi, bukan hanya mendata saja melaikan juga untuk memtakan problem kemiskinan yang ada di masing -- masing desa, sebab yang paling tahu tentang kemiskinan ialah dari pihak desa. Sestem kerjanya ialah pihak desa mendata jumlah kemiskinan yang ada di desa mereka masing -- masing, setelah itu pihak desa melapor ke pihak pemerintah khususnya ke BPM untuk menjumlahkan seluruh kemiskinan yang ada di Kabupaten Banyuwangi yang dipeoleh dari data -- data di setiap desa yang ada di Kabupaten Banyuwangi, lalu pihak BPM bekerja sama dengan Pemerintah Banyuwangi dan juga satgas PK yang ada di desa  untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang ada di Banyuwangi sendiri.

               Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mulai bekerja untuk mengatasi kemiskinan yang ada di Banyuwangi. Bantuan -- bantuan untuk para warga meskin mulai tersalurkan, mulai dari BLT ( Bantuan Langsung Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), Bedah Rumah, rantang Kasih, Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin, beasiswa pendidikan dan asih Banyak Lagi.

               BLT atau bisa disebut Bantuan Langsung Tunai Merupakan bantun yang berupa uang tunai untuk warga miskin. BLT sendiri bisa dicairkan satu bulan sekali, para warga miskin mendapatkan uang tunai kurang lebih 300 Ribu Rupiah. BLT bisa saja cair memaluai bansos atau bisa disebut BLT Bansos dan ada juga melalui dana desa atau BLT DD. BLT Banson yang bersumber dari bantuan sosial atau dinas sosial. cara mencairkan BLT Bansos memaluai kantor pos. kantor pos mendatangi kantor desa setiap bulannya untuk membangikan bantuan BLT bansos untuk warga miskin, atau juga bisa pihak warga mendrangi Kantor pos untuk menganbil bantuan tersebut. Sedangkan bantuan yang bersumber dari Dana Desa atau BLT DD setiap bulannya para warga Miskin mengambilnya di Kantor desa masing -- masing.

               PKH atau bisa disebut Program Keluarga Harapan merupakan bantuan yang berupa pemberian uang non tunai kepada warga miskin. Warga yang mendapat bantuang PKH ialah ibu hamil atau mempunyai anak balita dan anak usia 5 sampai 7 tahun yang belum masuk sekolah dasar atau SD, anak usia SD sampai SMP atau anak usia 15 sampai 18 tahun. Warga yang mndapat Bantuan PKH akan menerima bantuan semisal menyekolahkan anaknya, memerikskan Kesehatan dan gizi pada anak dan ibu hamil.

               BPNT atau bisa disebut Bantuan Pangan Non Tunai merupakan bantuan yang berupa bahan pangan atau pokok berupa 4 sehat 5 sempurna berupa beras kuang lebih 10 sampai 15 kg, telur samapai 1 kg, daging ayam, tempe, sayur -- sayuran, buah -- buah, bantuan ini disalurkan setiap bulannya di desa masing -- masing.

               Bedah Rumah, merupakan bantuan untuk para warga miskin yang memiliki rumah atau hunian yang tidak lagi layak untuk ditinggali, bahkan bisa membahayakan penghuninya jika tidak diperbaiki. Pihak desa bekerja sama dengan pemerintah banyuwangi untuk melakukan bedah rumah untuk para warga miskin yang rumahnya tidak layak huni.

               Rantang kasih merupakan salah satu bantuan yang disediakan oleh pemerintah Banyuwangi untuk para warga miskin. Bantuan rantang kasih ini diperuntukkan untuk warga lansia atau lansia yang hidup sebatang kara yang hidupnya hanya mengandalkan belas kasih tenangga sekitarnya. Pemerintah menginovasikan bantuan rantang kasih ini untuk para lansia -- lansia yang ada di desa se Kabupaten Banyuwangi. Bantuan rantang kasih ini berupa makanan bergizi untuk para lansia yang kurang mampu. Pemberian bantuan rantang kasih kepada lansia kurang mampu ini dilakukan setiap hari. Tujuan adanya bantuan rantang kasih ini untuk untuk memenuhu kebutuhan hidup dan gizi para lansia yang kurang mampu. Bantuan ini bekerjasama degan pihak ketring makanan yang ada di setiap desa di Banyuwangi untuk menyediakan makanan yang bergizi untuk para lansia pada setiap harinya, lalu makanan tersebut dibagikan kepada lansia yang ada di setiap desa yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

               Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin merupakan bantuan yang terfokus pada layanan Kesehatan untuk masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Bantuan ini bekerja sama degan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Jadi untuk masyarakat miskin tidak lagi kawatir jikalau sakit karena pemerintah Banyuwangi sudah mempersiapkan bantuan Kesehatan untuk masyarakt miskin.

               Beasiswa pendidikanmerupakan bantuan yang disiapkan pemerintah banyuwangi untuk para anak -- anak tidak mampu yang ada di Banyuwangi untuk sekolah. Bantuan ini di namai dengan "Banyuwangi Cerdas" bantuan ini di peruntukan untuk anak -- anak Banyuwangi yang kurang mampu untuk melanjutkan Pendidikan sekolah, jadi tidak ada lagi kata putus seklah karena kekurangan biaya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun