Mohon tunggu...
Saeran Samsidi
Saeran Samsidi Mohon Tunggu... Guru - Selamat Datang di Profil Saya

Minat dengan karya tulis seperi Puisi, Cerpen, dan karya fiksi lain

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Caroline Kesengsem Ebeg

22 Januari 2021   16:57 Diperbarui: 22 Januari 2021   17:04 265
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

"Hall Caroline ..? Abh bh mujh kna yda? Masih ingat Shah Rukh Khan? Kuch Kuch Hota Hai? Mai tumas pyra karat hm. Aku suka kamu! " setelah itu  Kumar lari menjauh, masuk kelas.

            Hari Sabtu tidak ada pelajaran, Sabtu adalah hari ekstrakurikuler. Sekolah menyediakan berbagai macam ekstrakurikuler.  Ada yang ikut ekskur tari, basket, teater, dll. Nah, Caroline ikut ekstrakurikuler karawitan. Pak Sri guru karawitan yang orang Solo yang juga suka ndhalang sedang  nglaras saron. Anak-anak yang ikut latihan gendhing belum lengkap. Caroline menghadapi  gender, di sebelahnya  Adinegoro yang mau menabuh  kenong.

"Assalamualaikumm .... Dik Lina piye? Sido opo? Tenan lho, Dik Lina!" Adi kemayu, itu bawaanya.

"Genah dhewe sakloron iki cocok banget, lho. Tenan Dik, aku tresna marang sliramu. Nganti dilakoni lara wuyung koyo iki, kok! " ngrayu gaya lelananging jagad, meniru  Raden Arjuna.

            Sekitar menjelang Dhuhur  keadaan GOR ramai sekali, banyak sekali orang lalu lalang sehabis olahraga. Ya pantas, di GOR (Gelanggang Olahraga) akan ada  tontonan. Ada berbagai tontonan yang digelar seminggu ini di  GOR. Selain tempat even olahraga,  GOR juga sering untuk  pentas seni. Kali ini, acara pentas seni akan digelar setelah Dhuhur. Tanpa direncanakan  anak-anak sekolah bhineka unggulan itu saling ketemu di  GOR. Ada Albert, Sun Yong, Kumar juga Adinegoro.

            Para jejaka tanggung itu entah mau apa. Habis olahraga atau memang mau nonton pentas seni. Para play boy mlondho itu setelah melihat  Caroline jadi rebutan mendekati  Caroline. Yang paling sragal-srogol ya Albert, anaknya pejabat militer asal Simalungun Tapanuli, paling pertama sampai di depannya  Caroline yang lagi berdiri bersandarkan tembok  teras tribun  lapangan bola.

"Hello Caroline ..? Would I present for you She Looks So Perfect out of Five Seconds Summer. I love you full ........! " Albert lalu menyanyi.

Tak begitu lama nrombol  Kumar menggantikan  Albert dengan  gaya Shah Rukh Khan nembang Kuch Kuch Hota Hai. Selesai nyanyi,  " Hail Caroline ..? Abh bh mujh kna yda? Masih ingat Shah Rukh Khan? Kuch Kuch Hota Hai? Mai tumas pyra karat hm. Aku suka kamu! " Selanjutnya si atlet badminton , Sun Yong, yang masih pegang raket nylonong, " Hello Caroline. Ingat HanGeng? SJ? SuJu? Super Junior.Kupersembahkan buat lu, Devil! "

Albert, Kumar, Sun Yong tidak ditanggapi Caroline. Lalu  nongol Sang Arjuna Mencari Cinta, si Kemayu asal Solo, Adinegoro, "Sugeng pepanggihan  Jeng Caroline... eh .. Dik Lina. Monggo dipun pirsani dipun nikmati sesembahan Kangmas, Yen ing Tawang Ana Lintang. Nuwun ..." Adinegoro lalu nembang.

            Caroline derayu, digombali teman sesekolah, lalu mak klepat menyingkir pergi acuh tak menanggapi. Caroline jalan-jalan membuang waktu mencari tempat lain seperti lagi menunggu orang yang sudah dijanjikan untuk bertemu. Duduk di  bangku taman malah melamun. Caroline jadi ingat waktu hari Minggu, entah kapan. Sore itu tanpa disengaja Caroline diajak oleh saudara misannya, anak uwanya, Wa Diram, namanya    Surtikanti, sering dipanggil  Surti likut latihan ebeg di sanggar ebeg Turangga Seto.

            Di  sanggar ebeg ketemu anak lelaki sepantaran sedang melatih para  anggota grup ebeg yang akan  pentas di GOR. Surti juga salah satu penari ebeg wadon. Surti lalu memperkenalkan  pelatih ebeg yang namanya Sugeng, kompletnya Sugeng Riyadi yang kerap dipanggil Cueng.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun