Mohon tunggu...
Wahyuni Susilowati
Wahyuni Susilowati Mohon Tunggu... Penulis, Jurnalis Independen

pengembaraan raga, penjelajahan jiwa, perjuangan menggali makna melalui rangkaian kata .... https://web.facebook.com/wahyuni.susilowati

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Kemunculan Kim Jong Un dan Ancaman Perang Nuklir Global

3 Mei 2020   18:35 Diperbarui: 3 Mei 2020   18:32 97 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kemunculan Kim Jong Un dan Ancaman Perang Nuklir Global
Kim Jong Un muncul kembali dalam seremoni selesainya pembangunan pabrik pupuk fosfat di Sunchon yang diduga juga merupakan bagian dari program nuklir Korut (doc.BBC, nationalinterest.org/ed.Wahyuni)

Setelah menghilang bak ditelan bumi selama tiga minggu, media pemerintah Korea Utara (Korut) akhirnya memberitakan kemunculan Kim Jong Un Sabtu (2/5) lalu menghadiri seremoni selesainya pembangunan Pabrik Pupuk Fosfat Sunchon yang terletak di utara ibukota negara Prongyang (Bloomberg, 2 Mei 2020).

Meski terkesan seperti rutinitas biasa, namun tak urung menyedot perhatian publik internasional mengingat potensi penggunaan ganda fasilitas tersebut.

Margaret Croy, rekanan peneliti di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, menulis dalam makalah penelitian yang terbit bulan lalu bahwa pabrik pupuk menawarkan Kim kesempatan untuk meningkatkan ekonomi negara yang lesu dengan membantu produksi pertanian sekaligus menjadi tempat untuk mengekstraksi uranium dari asam fosfat untuk membangun persenjataan nuklirnya tanpa terendus dunia luar.

"Implikasi dari pembangunan pabrik pupuk yang dilakukan di DPRK (Democratic People's Republic of Korea) itu sudah jelas, yaitu mengubah perkiraan terbuka tentang seberapa banyak uranium yellowcake (urania) yang dapat diproduksi oleh DPRK setiap tahun yang nantinya akan berpengaruh pada estimasi berapa banyak hulu ledak nuklir yang dapat dibuat negara itu."Tulis Croy sebagaimana dirilis Bloomberg.

Di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, Korut telah meraih kemajuan pesat internal dalam mengembangkan program nuklir dan peluru kendali dengan mengandalkan mayoritas teknologi dan bahan dalam negeri. Hal itu dilakukan untuk memajukan industri persenjataannya di bawah sanksi global ketat yang memang dirancang untuk mencegah negara itu memperoleh komponen-komponen utama produksi senjata dari luar negeri.

Sayangnya Croy tidak memberikan bukti bahwa pabrik pupuk tersebut adalah bagian dari program nuklir Korut, sementara para analis lainnya bersikap skeptis tentang hal itu.

"Secara teoritis pabrik pupuk memang dapat digunakan untuk menghasilkan yellowcake tetapi mengapa Korut melakukan itu padahal mereka sudah melangkah lebih jauh dari itu?" Ujar Cho Han-bum, seorang peneliti senior di Korea Institute for National Unification.

Korut diketahui memiliki banyak deposit uranium, dan melaporkan pada International Atomic Energy Agency (IAEA) tahun 1992 kalau negeri itu memiliki dua tambang dan dua pabrik pengolahan yang telah diawasi ketat sejak saat itu. Selanjutnya otorita Korut memberi tahu IAEA bahwa ada satu pabrik pengayaan uranium yang akan digunakan untuk produksi senjata, tetapi para ahli luar percaya ia memiliki beberapa pabrik lagi.

Selama beberapa dekade Dinasti Kim yang memimpin mengandalkan dunia luar untuk mengawali industri persenjataan nuklir dan rudal Korut, sponsor terbesar mereka di masa lalu adalah Uni Soviet yang saat ini perannya digantikan oleh China. Mereka biasanya mengimpor senjata dari luar negeri lalu mengembangkannya secara mandiri dalam sistem persenjataan Korut.

Ketatnya pengawasan global belakangan ini telah menyulitkan Korut untuk mendapat bantuan sektor persenjataan dari luar sehingga swasembada dalam sebagian besar program nuklir mereka pun menjadi pilihan. Saat ini produksi nuklir Korut terutama bergantung pada pengayaan uranium. Para ahli berpendapat bahwa Korut dengan bahan fissil-nya saat ini mampu memproduksi sekitar enam bom nuklir setahun (Bloomberg, 2 Mei 2020).

Di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, menurut para ahli senjata, Korut berhasil mengembangkan bom hidrogen dan rudal balistik antarbenua yang mampu mengirim hulu ledak ke semua wilayah AS yang merupakan musuh utamanya. Dia telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada para ilmuwan nuklir-roketnya dan menghadiahi banyak dari mereka dengan apartemen mewah di Pyongyang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN