Mohon tunggu...
ryna siahaan
ryna siahaan Mohon Tunggu... pekerja

bekerja di bidang komunikasi pertanian tetapi tertarik dengan berwisata

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

"Ngeteng" ke Taman Safari Indonesia

30 April 2019   11:29 Diperbarui: 30 April 2019   11:43 0 3 2 Mohon Tunggu...
"Ngeteng" ke Taman Safari Indonesia
Dokpri

Apakah bisa berkunjung ke Taman Safari Indonesia tanpa bawa kendaraan pribadi? dan jawabannya: bisa banget! Ini berdasarkan pengalaman saya pada 27 April 2019. Start dari Ps. Ciawi pukul 7.10, kami naik angkot jurusan Cisarua, sempat terhenti beberapa kali karena ternyata di tengah perjalanan sudah terkena aturan buka-tutup akhirnya sekitar jam 8.30 kami sampai di depan jalan yg menuju safari dengan membayar ongkos 7 ribu. Dari sana kami melanjutkan perjalanan dengan menaiki kendaraan setempat (kendaraan odong2) menuju tempat penjualan tiket dengan ongkos 7 ribu rupiah.

Tiket berkunjung ke Safari saat weekend adalah RP 230.000,- sudah termasuk tiket wahana dan panda. Dari tempat tiket menuju shelter bus hanya berjalan kaki sedikit, bus mulai beroperasi pada pukul 09.00. Jadi ketika disana kami menaiki bus pertama, sedangkan kalau menggunakan kendaraan pribadi bisa masuk sebelum pukul 9 pagi. Selama berkeliling menggunakan bus, ada guide yang siap menjelaskan hewan-hewan yang ada di dalam taman safari, bus pun berhenti di beberapa titik sehingga pengunjung dapat melihat hewan lebih jelas dan untuk mengambil foto.

Ketika menuju di bagian hewan liar, pintu masuk ada dua lapis, dan juga sebelumnya dipasang peringatan untuk memastikan jendela dan pintu dalam keadaan tertutup. Di dalam kawasan tersebut, ada mobil ranger yang sudah siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Berkeliling menggunakan bus menghabiskan waktu sekitar 1 jam.  Setelah keluar dari bus, jika ingin berkeliling di kawasan safari tersedia bus wara-wiri dengan biaya Rp 25.000,-. Kami memutuskan untuk berjalan kaki mengitari kawasan safari. Pertama kami mengunjungi kawasan Baby Zoo, disana kami melihat beberapa anak hewan.

Setelah mengunjungi Baby Zoo, kami melihat-lihat hewan lainnya seperti orang utan, singan, dan harimau. Setelah itu kami mengunjungi kawasan burung-burung, di sini umumnya hewan tersebut bebas beterbangan. Karena itu pastikan untuk tidak sambil makan ketika mengunjungi hewan-hewan ini. Setelah itu kami mencoba untuk menaiki kereta mini, berhubung ini gratis sayang jika dilewatkan, tetapi sedihnya kami tidak bisa melihat pertunjukkan gajah. Kereta mini ini melewati lorong-lorong yang berisi duplikat dinosaurus dan berjalan sekitar 10 menit.

Perjalanan kami selanjutnya berfoto dengan burung, bermain bom-bom car, dan menaiki roller coster. Kami juga melihat pertunjukkan harimau yang berlangsung sekitar 15 menit pada pukul 13.30. Ada 3 ekor harimau yang tampil, harimau pertama menunjukkan keahliannya dalam memanjat sedangkan 2 harimau setelahnya muncul bersama pawang harimau dengan menampilkan beberapa kebolehan.

Setelah pertunjukkan harimau kami melihat beberapa hewan sepanjang perjalanan, seperti orang utan kalimantan, siamang, pinguin, beberapa jenis ular dan hewan malam lainnya sambil menuju ke tempat pertunjukkan coboy. Pertunjukkan coboy dimulai pukul 15.30 dan selama pertunjukkan tidak pengunjung tidak diperbolehkan untuk merekam. Banyak adegan lucu yang ditampilkan disini.

Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah Panda. Perlu diingat bahwa untuk melihat Panda pengunjung hanya diperbolehkan paling lambat pukul 17.00 dengan bus khusus ke tempat tersebut. Dari pertunjukkan coboy jalan sedikit menuju shelter bus khusus panda. Disana nanti akan dijelaskan bagaimana prosesnya sehingga panda tersebut sampai di Indonesia. Ada 2 ekor giant panda, 2 ekor panda merah, dan beberapa hewan lainnya khas Mongolia di kawasan tersebut. Sayang ketika kami berkunjung kesana panda sedang tidur.

Sekitar pukul 17.00 kami pulang dari kawasan panda menggunakan bus khusus panda, dari sana kami turun menuju tempat menunggu bus. Perlu diingat bahwa bus terakhir ada pukul 17.30. Tapi ada kejadian lucu yang kami alami, kami sampai di shelter sekitar pukul 17.45 dan tidak ada lagi bus. Jadi kami meminta bantuan petugas dan tidak lama kemudian bus tersebut pun datang. Pulangnya kami kembali menggunakan mobil odong-odong dan angkot menuju Sukasari dengan biaya masing-masing Rp 10.000,-