Mohon tunggu...
Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Mohon Tunggu... ASN

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Thrkompasiana

Karena Kompasiana Saya "Tersesat" Menggunakan Sakuku

15 Mei 2019   22:01 Diperbarui: 15 Mei 2019   22:33 0 38 8 Mohon Tunggu...
Karena Kompasiana Saya "Tersesat" Menggunakan Sakuku
Sumber : play store

Bermula dari permintaan Kompasiana, agar membuat aplikasi Sakuku dari BCA untuk transfer hadiah lomba menulis tentang pengalaman menggunakan pelayanan non tunai di BCA. Saya bercerita tentang apa yang dirasakan selama menggunakan BCA Mobile. Alhamdulillah dari lomba itu saya dapat hadiah karena vote (nilai) lumayan banyak dari teman-teman Kompasianer.

Karena ingin menerima hadiah itu, saya akhirnya memiliki Sakuku dari BCA. Walaupun akhirnya pengiriman uang hadiah tidak dilakukan melalui Sakuku oleh Kompasiana. Sepertinya ada kendala. Pengiriman hadiah berupa uang itu tetap di transfer melalui rekening tabungan Tahapan BCA. Kendati Sakuku tidak dipergunakan untuk mengirim hadiah, karena sudah terlanjur memiliki rekening Sakuku saya mencoba menggunakan layanan yang ada di Sakuku. Karena Kompasiana saya "tersesat" menggunakan Sakuku. 

Mengugunakan layanan di Sakuku dengan menu layanan yang ada seperti transfer, Isi pulsa, tarik tunai, Split Bill dan lain-lain kita bisa bertransaksi non tunai cukup membawa handphone. Bila didandingkan dengan berbelanja melalui BCA Mobile seperti membeli pulsa telepon dan data Internet, di Sakuku lebih murah. Di Sakuku tanpa biaya administrasi, kalau di BCA Mobile ada tambahan biaya administrasi. Lebih untung menggunakan Sakuku. Jadilah saya keterusan menggunakan Sakuku. 

Menggunakan Sakuku walaupun usia sudah tidak muda lagi, tetap merasa sebagai #GenerasiSimpel pilih pembayaran non tunai BCA buat berbelanja, apa lagi sudah mendekati lebaran bisa dicoba merasakan bagaimana mudahnya bertransaksi menggunakan Sakuku. 

Membuka aplikasi Sakuku tidaklah sulit, dapat dilakukan sendiri. Menggunakan nomor telepon yang juga dipergunakan BCA Mobile, aplikasi sudah bisa digunakan setelah registrasi dengan menggunakan nomor telepon yang  juga menjadi nomor rekening Sakuku. 

Sumber : play store
Sumber : play store
BCA Mobile dan Sakuku selalu terkait jadi tidak bisa terpisahkan. Pengisian saldo Sakuku saya tetap menggunakan BCA Mobile. Dalam BCA Mobile terdapat "menu transfer Sakuku" di m-admin. Bila saldo Sakuku sudah cukup jumlahnya maka sudah siap dipergunakan buat berbelanja secara non tunai. Menghadapi lebaran ini, banyak kebutuhan yang akan dibeli dapat bertransaksi menggunakan Sakuku. 

Perlu diingat dalam mengoprasikan Sakuku, HP yang dipergunakan adalah nomor telepon yang juga menjadi nomor rekening Sakuku. Bila tidak menggunakan nomor telepon yang teresgestrasi sebagai nomor Sakuku dan sering berulang-ulang terjadi kesalahan menggunakan nomor. Hal itu bisa  terjadi karena HP yang dipergunakan menggunakan 2 nomor sehingga sering salah peruntukannya. Bila terjadi kesalahan Sakuku akan dengan cepat mendikteksi serta menginformasikan nomor yang dipergunakan salah serta Sakuku tidak bisa dioperasikan. Saya merasa, menggunakan Sakuku saat ini masih aman. 

Sudahkah anda membuka Sakuku? Silakan mencoba, akan ditemui kemudahan serta lebih mudah dan murah bertransaksi, khususnya akan berbelanja buat lebaran. Mengutip dari berita BCA mengenai alasan kenapa harus undu aplikasi BCA Sakuku karena :

  • Bisa bayar belanja di 13 merchant dan 2 website 
  • Bisa isi pulsa ke nomor manapun 
  • Mudah registrasinya dan aman 
  • Praktis 
  • Bonus saldo Rp 50.000

Setelah ada Sakuku rasanya akan lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan HP, karena di HP lah tempat bertransaksi. Memang, selain Internet yang telah menjadi nafas kehidupan kita di era moderen seperti sekarang, smartphone juga termasuk benda wajib yang harus selalu ada dimanapun kita beraktifitas. 

Bulan Ramadan bulan penuh berkah 
Hindangan berbuka tersedia buah duku 
Ingin bertransaksi di BCA dengan mudah 
Pergunakanlah layanan Sakuku 

Salam dari pulau Bangka. 

Rustian Al Ansori.