Mohon tunggu...
Rushans Novaly
Rushans Novaly Mohon Tunggu... Administrasi - Seorang Relawan yang terus menata diri untuk lebih baik

Terus Belajar Memahami Kehidupan Sila berkunjung di @NovalyRushan

Selanjutnya

Tutup

Money Pilihan

JNE: Merangkai Nusantara di Antara Peluang Bisnis E-Commerce

23 Desember 2015   08:31 Diperbarui: 26 Januari 2016   15:26 423
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Untuk memandu acara, Liviana Cherlisa News Anchor Kompas TV dipercaya mengatur talkshow diatas panggung.

Hari Belanja Online Nasional

Acara kompasiana nangkring bareng JNE ini erat kaitannya dengan hari belanja online nasional (Harbolnas) yang berlaku selama tiga hari dari tanggal 10,11,12 Desember . JNE merasa berkepentingan untuk ikut menyambut hari belanja online nasional. Sebagai rantai suplai (supply chain) JNE menjadi elemen penting dalam bisnis online (E-commers)

Pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia memang bergerak positif. Tahun ini saja penjualan perdagangan e-commerce diperkirakan tembus US$ 20 milyar atau setara Rp 280 Trilyun. Angka ini melompati pencapaian tahun kemarin yang hanya bertengger pada angka US$ 12 milyar. Melihat lompatan pertumbuhan e-commerce yang setiap tahun menembus 60% hingga 70%. Rasanya Indonesia menjadi pasar yang sangat menggiurkan . Maka tak aneh bila investor asing mau menyuntikan dana besar untuk beberapa perusahaan e-commerce Indonesia.

Memang tak ada data baku tentang pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia. Data versi Euromonitor menunjukan perdagangan bisnis e-commerce meraup total penjualan sebesar US$ 1,1 milyar . Nilai ini menempatkan Indonesia pada urutan satu di kawasan ASEAN. Mengungguli Singapura dan Thailand.

[caption caption="Grafik Penjualan online di negara ASEAN | sumber : euromonitor,2014"]

[/caption]

Hanya saja angka penjualan e-commerce sebesar US$ 1,1 milyar bila dibandingkan dengan total perdagangan retail di Indonesia hanya menembus angka 0,7%. Angka ini memang terlihat masih kecil bila dibanding dua raksasa ekonomi dunia, Amerika dan Tiongkok yang membukukan angka 10,6% dan 8,3%. Begitupun bila dibanding tiga negara tetangga Malaysia, Thailand dan Singapura yang masing masing mencapai 0,9 %, 1,2% dan 3,4%.

Walau begitu angka penjualan e-commerce di Indonesia memiliki harapan besar. Namun tak dipungkiri masih ada sejumlah kendala yang harus segera diselesaikan. Data Euromonitor menunjukan sejumlah hambatan yang masih menghantui perkembangan perdagangan e-commerce.

Bila berkaca pada laporan yang dirilis DBS Group Research dengan judul “E-Commerce in Asia Bracing for Digital Disruption” pada bulan November ini . Ada empat hal yang masih menjadi kendala perdagangan e-commerce di Indonesia . Dari keempat kendala salah satu persoalan adalah kendala logistik dan distribusi . Ini disebabkan infrastruktur yang masih minim.Sulit menembus wilayah terpencil yang jauh dari kota besar. Akses jalan yang kadang masih sulit .

[caption caption="Sumber : Euromonitor"]

[/caption]

Pada titik inilah JNE memaksimalkan perannya. Bisnis e-commerce sangat tergantung dengan pengiriman barang. Pelaku e- commerce mengakui bila masalah distribusi dan logistik menjadi celah yang paling rentan. Kompalain tentang pengiriman barang masih menjadi issue penting. Lalu bagaimana JNE mengatasinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun