Mohon tunggu...
Rudy W
Rudy W Mohon Tunggu... dibuang sayang

Kutuliskan lagu ini Kupersembahkan padamu Walau pun tiada indah, syair lagu yang kugubah Kuingatkan kepadamu, akan janjimu padaku

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Angka Kasus Melandai, Anies Baswedan Perpanjang PSBB Jilid II

26 September 2020   09:03 Diperbarui: 26 September 2020   09:05 132 10 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Angka Kasus Melandai, Anies Baswedan Perpanjang PSBB Jilid II
Anies Baswedan (katadata.co.id)


Berdasarkan data-data yang dihimpun, pelaksanaan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) Jilid 2 yang diterapkan Gubernur DKI Anies Baswedan ternyata berhasil menekan laju pertumbuhan kasus positif Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Anies Baswedan membandingkan angka kasus Covid-19.

Jika 12 hari sebelum pemberlakuan PSBB Jilid 2 (14 September 2020), penambahan kasus positif Covid-19 adalah 3.865 kasus, atau 49 persen, sedangkan 12 hari sejak tanggal diberlakukannya PSBB (14/9/2020) kasusnya berkurang menjadi cuma 1.452 kasus, atau 12 persen saja.

Anies menambahkan klaimnya, angka per RT juga menurun pada 12 hari masa pemberlakuan PSBB Jilid 2. Jika pada awal September 1,14, angka itu menurun menjadi 1,10 pada masa PSBB. Angka itu artinya, pada 10 orang berpotensi menularkan virus kepada 11 orang lainnya.

Mantan Mendikbud itu menjelaskan hal tersebut dikarenakan ada kepatuhan warganya yang tinggal di rumah pada angka 50 persen.

Anies Baswedan memperhatikan penelitian yang dilakukan FKM UI (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) yang menyebutkan bahwa dibutuhkan setidaknya 60 persen dari warga untuk tetap tinggal di rumah agar kasus dapat ditekan.

Anies Baswedan tentunya harus memasang strategi bagaimana caranya mendorong warganya menjadi setidaknya 60 persen tinggal di rumah, seperti yang dianalisa oleh hasil studi tersebut.

"FKM UI menyebut 60 persen, kini sudah 50 persen (sedikit -10 persen - lagi)," kata Anies.

Berbanding terbalik dengan pelandaian, Anies mengakui ketersediaan tempat tidur untuk ICU maupun isolasi kian menipis. Anies menyebutkan angka 19 persen tempat tidur yang tersisa dari kapasitas 67 rumah sakit di Jakarta.

Sedangkan untuk rumah sakit rujukan, saat ini tersisa 26 persen tempat tidur ICU.

Anies menyebutkan pemakaian tempat tidur ICU dan isolasi itu karena DKI saat ini tengah secara masif terus melakukan tes PCR. Hingga kini Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan PCR (Polymerase Chain Reaction) itu kepada sekitar 862.000 orang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN