Mohon tunggu...
Rudi Darma
Rudi Darma Mohon Tunggu... pemuda senang berkarya

pemuda yang menjadi dirinya di kampung halaman

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sokonglah Salam Kebangsaan Kita

27 Februari 2020   05:30 Diperbarui: 27 Februari 2020   05:31 136 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sokonglah Salam Kebangsaan Kita
hariansejarah

Era reformasi memang membuat banyak hal berubah. Zaman ini diwarnai dengan kemajuan luar biasa dalam hal teknologi informasi. Batas negara seakan tak ada lagi karena semua terhubung dengan cara nirkabel dengan satu dengan yang lain.

Keterhubungan ini berpengaruh pada informasi. Kadangkala sebuah informasi tumpangtindih sehingga yang benar tertutupi dengan yang informasi yang mungkin saja tidak tepat, sehingga masyarakat hanya tahu yang yang tidak tepat itu dibanding yang benar.

Begitu juga saat Indonesia mengalami zaman Orde Baru dimana banyak sekali kenyataan saat orde sebelumnya yang tertutupi atau menyebabkan masyarakat salah persepsi. Mungkin juga masyarakat tidak mengenalnya karena di buku-buku sejarah hal itu minim ditulis bahkan tidak tertuliskan.  Saat orde baru memang seakan anti pemimpin besar itu. Padahal sebagai bagian dari sejarah, the founding fathers itu punya peran luar biasa bagi negara dan bangsa ini.

Hal yang mungkin tidak diketahui oleh masyarakat adalah salam merdeka yang pernah dicetuskan Soekarno sebagai salam pemersatu bagi bangsa Indonesia. Salam Merdeka disahkan dengan maklumat Pemerintah Indoensia pada 31 Agustus 1945 dan mulai berlaku 1 September 1945. Salam ini sebenarnya adalah ide yang sangat baik untuk selalu mengingatkan kita akan perlunya persatuan bangsa.

Salam Merdeka yang dicetuskan Presiden Soekarno ini terinspirasi oleh salam dari Nabi Muhammad SAW yang bisa menyatukan umat muslim di seluruh dunia. Salam assalamualaikum wr wb memang terbukti menjadi pemersatu semua umat muslim di dunia. Maka bersandar pada sejarah, salam merdeka merupakan salam pemersatu dari berbagai perbedaan yang dimiliki Indonesia.

Menyatukan perbedaan memang tidak mudah. Menyatukan bukan berarti menyeragamkan tetapi tetap menghargai perbedaan.  Kita sadar negara kita terdiri dari banyak perbedaan . Bangsa kita ini luar biasa besar dan seperti kita ketahui bersama, perbedaan itu adalah perbedaan dalam hal suku, agama ras dan bahasa serta keyakinan (agama)

Salam merdeka yang merupakan salam kebangsan bukan untuk mengganti atau menghapus salam-salaman keagamaan. Kita tetap menghargai salam keagamaan, tetapi juga menyokong dan menghargai salam kebangsaan 'Merdeka'.

VIDEO PILIHAN