Mohon tunggu...
Cahya Nugraha
Cahya Nugraha Mohon Tunggu... Human Resources - Suka naik gunung, camping, jalan-jalan, makan-makan. @rubikomugglo

Baru menjelajahi 18 dari 17.000 pulau di Indonesia. Blog: rubikomugglo.weebly.com Twitter: @rubikomugglo Instagram: rubikomugglo

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Panduan Lengkap Berwisata ke Belitung

3 Mei 2018   12:50 Diperbarui: 4 Mei 2018   10:01 3713
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bukit Berahu (Dok. Pribadi)
Bukit Berahu (Dok. Pribadi)
Bukit Berahu (Dok. Pribadi)
Bukit Berahu (Dok. Pribadi)
Puas menikmati sarapan, kami lalu pergi menyusuri pantai di pesisir barat Pulau Belitung. Pantai pertama yang kami sambangi adalah pantai di kawasan Bukit Berahu. Jika mengendarai motor, mungkin menghabiskan waktu sekitar 30 menit berkendara. 
Bukit Berahu (Dok. Pribadi)
Bukit Berahu (Dok. Pribadi)
Untuk memasuki tempat ini kami diharuskan membayar Rp. 10.000 per orang, yang nantinya tiket tersebut bisa ditukar dengan air minum di resort yang ada di kawasan tersebut. Untuk menuju pantai ini, kami diharuskan untuk menuruni tangga yang lumayan curam. 

Sesampainya dibawah kami takjub, karena pantainya indah dengan air yang tenang dan yang jadi nilai tambah pantainya bersih dan sangat sepi. Waktu kami sampai disana, hanya kami yang bermain di sana, tidak ada orang lain. Pasir di pantai ini juga sangat halus, kalau boleh diibaratkan, seperti tepung terigu.

Puas bermain, kami naik keatas untuk menukarkan tiket yang kami dapat tadi untuk ditukarkan air minum. Diatas resort ini, ada sebuah kafe dimana kami bisa melihat pemandangan sekitar, terlihat banyak kapal dan pulau kecil yang berdekatan dengan pantai yang tadi kami singgahi. 

Di resort ini juga terdapat kolam renang, namun kami tidak mencoba untuk nyebur, kami memilih untuk menyusuri pantai lain. Kami akhirnya pindah dari Bukit Berahu untuk menikmati pantai yang lain.

Tanjung Binga (Dok. Pribadi)
Tanjung Binga (Dok. Pribadi)
Tanjung Binga (Dok. Pribadi)
Tanjung Binga (Dok. Pribadi)
Selanjutnya, tempat yang kami sambangi adalah Kampung Nelayan Tanjung Binga. Tempat ini tidak terlalu jauh dari Bukit Berahu tadi. Kami sempat melihat tempat mengeringkan ikan, penimbangan ikan, gudang ikan, dan sebagainya. Namun, kami sempat berhenti pada sebuah dermaga yang indah. Kami dapat melihat pesisir pantai dengan banyak kapal bersandar disana. Sempat pula kami mengabadikan gambar motor yang kami sewa. Oh iya, saya belum bilang dimana saya menyewa motor ini. 
Tanjung Binga (Dok. Pribadi)
Tanjung Binga (Dok. Pribadi)
Saya menyewanya di Kujulbelitung23_7, nomor HP nya 0819-4954-4554. Harga sewa motor scoopy ini perharinya Rp. 75.000, terjangkau dan kualitas motornya sangat baik. Tidak ada kendala saat pemakaian dan pelayanannya sangat ramah. Oleh karena itu, saya rekomendasikan di tulisan saya ini. Tidak dibayar sepeserpun oleh mereka.

Tanjung Kelayang (Dok. Pribadi)
Tanjung Kelayang (Dok. Pribadi)
Seusai dari Tanjung Binga, kami pindah ke sebuah pantai yang tak kalah indah. Nama pantai ini Tanjung Kelayang. Di pantai ini juga terdapat banyak kapal yang menawarkan jasa untuk island hopping atau nyebrang pulau ke beberapa pulau yang dekat dengan pesisir barat Belitung. 

Harga untuk menyeberang per tripnya Rp. 400.000. Supaya lebih murah, kami bisa janjian dengan orang yang punya kapal untuk barengan, nanti pemilik kapal akan mencatat dan mengumpulkan orang lain yang ingin mencari barengan juga. Satu kapal bisa dinaiki hingga 10 orang penumbang dan akan dibawa ke 3 pulau, yakni Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar dan Pulau Kelayang. Siang hari itu kami tidak menyeberang karena masih lumayan capek dan ingin mengeksplor pantai pesisir barat Belitung yang lain.

Tanjung Tinggi (Dok. Pribadi)
Tanjung Tinggi (Dok. Pribadi)
Pantai selanjutnya dan yang terakhir yang kami sambangi di hari pertama ini adalah pantai yang paling indah diantara pantai yang telah saya datangi tadi seharian. Pantai ini juga menjadi lokasi shooting film Laskar Pelangit. Mempunyai bebatuan besar dan menjulang tinggi, pantai ini bernama Pantai Tanjung Tinggi, terletak di pesisir barat utara Belitung. Airnya juga sangat jernih, pantai ini cukup luas dan banyak orang bermain dan bermandi air disini. 

Di pesisir pantainya banyak orang menyewakan perahu-perahu karet yang bisa disewa untuk membawa kami agak ke tengah. Tenang saja, ombaknya tidak gede, jadi bisa tenang membawa anak kecil untuk bermain air. Saya benar benar terkesima dengan pemandangan yang ada. Puas rasanya setelah lelah, kurang tidur, dapat melihat pemandangan seindah ini. Banyak spot foto yang instagrammable !

Mie Ayam (Dok. Pribadi)
Mie Ayam (Dok. Pribadi)
Tanjung Pendam (Dok. Pribadi)
Tanjung Pendam (Dok. Pribadi)
Kami akhirnya makan siang, walaupun terlambat. Kami pulang kearah kota Tanjung Pandan menuju tugu Batu Satam, disekitaran bundaran itu kami melihat sebuah warung yang lumayan ramai. 

Kami lihat lebih dekat, mereka menjual mie ayam. Kami lalu datang dan memesan dua porsi mie ayam. Ternyata disini mie ayam cekernya juara ! cekernya lembut dan rasanya manis gurih, nikmat. Walaupun enak, kami sedikit kecewa karena ternyata harganya tidak seperti yang kami bayangkan. Dua porsi mie ayam ceker plus ceker 1 porsi dan 2 esteh diberi harga Rp. 50.000. Yah, lumayan mahal untuk semangkuk mie ayam, walaupun enak sih hehe...

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun