Mohon tunggu...
Riski Rosalie
Riski Rosalie Mohon Tunggu... Listen, Keep, Write it Down

Sastra

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Sibling Rivalry, Musuh Tersayang

10 April 2021   07:07 Diperbarui: 10 April 2021   07:15 933 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sibling Rivalry, Musuh Tersayang
www.unsplash.com (Andrew Seaman)

Pertengkaran antar saudara bukanlah hal yang asing untuk kita lihat ataupun rasakan. Mungkin hampir di setiap persaudaraan dalam keluarga terjadi yang namanya sibling rivalry, yakni kondisi di mana hubungan sesama saudara menjadi tokoh saing.

Ada beberapa kondisi di mana sibling rivalry bisa terjadi. Hal yang pasti berarti ia bukanlah anak tunggal, karena bila ia anak tunggal tidak ada lawan mainnya. Ada sibling rivalry yang terjadi antara saudara laki-laki dengan saudara perempuannya. Hal ini umumnya disebabkan karena hanya ada dua bersaudara. Kemudian ada pula sibling rivalry yang terjadi antara saudara dengan jenis kelamin yang sama, laki-laki vs laki-laki, atau perempuan vs perempuan. Sibling rivalry antar saudara yang berjenis kelamin sama bisa terjadi dikarenakan ada perebutan posisi. Ini juga dapat disebabkan karena ada perasaan pesaing yang imbang.

Sibling rivalry tidak mengharuskan terjadi antar saudara kandung. Saudara angkat, ataupun saudara tiri tetap bisa terjadi sibling rivalry. Hal ini karena sibling rivalry memungkinkan untuk tercipta sebagai indikator hubungan personal yang dekat.

Sibling rivalry bukanlah hal yang harus dipandang buruk. Meski antar saudara sering terjadi perkelahian, hal ini menandakan kedekatan hubungan serta perasaan kompetisi yang alami. Tentu hal itu ada batasannya. Kita tentu dapat menilai secara alami pertengakaran antar saudara itu berada pada kadar yang wajar atau sudah melebihi batas.

Biasanya ada kakak yang suka mengintimidasi adiknya. Hal ini berlanjut pada pertengkaran antar saudara tersebut. Meski begitu, kakak tetap memiliki jiwa melindungi adiknya. Ia akan siap pasang badan untuk membela adiknya bila ada yang menyakiti adiknya.

Sibling rivalry umumnya terjadi di usia muda, dari anak-anak hingga remaja. Perkembangan emosi yang masih meledak-ledak atau tidak stabil, jiwa saing yang masih sangat tinggi, ego yang belum terkendali dengan baik menjadi beberapa sebabnya. Namun tidak menutup kemungkinan sibling rivalry tetap berlanjut hingga dewasa, bahkan saat sudah berusia tua.

Peran orang tua dalam mengendalikan sibling rivalry agar tidak melebihi batas wajar diperlukan. Orang tua menjadi mediator yang baik kala antar saudara bertikai, karena orang tua yang mengerti kepribadian anak-anaknya. Memberi pengertian tentang apa yang terjadi, serta memberikan opsi penyelesaian kepada anak-anak.

Kadang kala orang tua perlu sedikit memberi tekanan otoriter manakala anak-anaknya terlalu menuruti egonya yang mendalam. Apalagi anak-anak yang berada pada usia remaja, di mana ego masih sangat kuat, dan pengertiannya masih belum cukup terbentuk. Bisa memberikan win-win solution, mengalah, atau keduanya sama-sama kalah.

VIDEO PILIHAN