Mohon tunggu...
Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Mohon Tunggu... Lainnya - Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Rujuk Qatar dengan Arab Saudi dan Koalisinya, Apa Dampaknya?

18 Januari 2021   11:23 Diperbarui: 18 Januari 2021   11:49 647
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pertemuan pimpinan Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani dengan pangeran Saudi Mohammed bin Salman mendanati diakirinya blokade Arab Saudi dkk terhadap Qatar. Photo: AFP/BANDAR AL-JALOUD

Namun pada kenyataannya blokade ini tidak melumpuhkan Qatar, karena tidak ada dukungan dari negara lain terutama Amerika yang telah beberapa kali meminta agar  blokade ini segera diakhiri karena merugikan banyak pihak.

Selama pemblokiran ini Qatar tidak pernah memenuhi satu tuntutan pun dari 13 tuntutan yang diminta.  Qatar hanya memberikan penjelasan saja atas beberpa kebijakan yang diambil negaranya terkait tuntutan ini.

Terkait tuduhan  mendukung terorisme Qatar mengakui telah memberikan bantuan kepada beberapa kelompok Islam seperti Ikhwanul Muslimin,  tetapi membantah membantu kelompok militan yang terkait dengan al-Qaeda  dan ISIS.

Mesir memang meradang ketika Al Jazeera mengkritik habis habisan  sistim otoriter pemerintahan Mesir yang memenjarakan jurnalisnya tanpa pengadilan dan membrangus Ikhwanul Muslimin dan menjadikannya sebagai organisasi terlarang.

Kegigihan Qatar atas tekanan Arab Saudi dkk ini memang dapat dimengerti karena  Qatar tergolong sebagai negara yang lebih moderat dan negara lain termasuk Amerika berusaha melindungi negara ini dari tindakan fatal blokade ini.

Di fase awal blokade Qatar  memang  terguncang karena sebagian kesar kebutuhan keseharian rakyatnya di suplai dari negara di kawasan ini termasuk 4 negara yang memblokirnya.  Namun seiring dengan berjalannya waktu walaupun diblokir mendapat suplai  dari negara lain sehingga blokade ini dampaknya tidak terlalu besar. Harus juga diakui bahwa blokade ini telah memang  meruntuhkan perusahaan penerbangan Qatar Airways.

Namun dengan misi diplomatik nya Qatar justru mendapat simpati dunia karena pihak internasional menilai bahwa pemblokadean ini illegal dan menyalahi etika hubungan internasioanal.

Eksistensi Qatar di tengah blokade ini memang membuat Arab Saudi meradang dan menganggap Qatar sebagai negara yang keras kepala  yang tidak mengambil langkah apapun terkait tuntutan yang diminta oleh empat negara ini dan tidak memiliki niat menyelesaikan permasalahan.

Murka Arab Saudi ini tercermin dari ungkapan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al pada tanggal 27 Juli 2017 ketika Qatar mengumumkan akan memulihkan hubungan diplomatik penuh dengan Iran.

Konflik yang terjadi atas dasar kepentingan sepihak ini tampak arahnya makin tidak menentu terutama menyangkut pertanyaan apa yang sebenarnya tujuan yang dilakukan oleh 4 negara ini memblokir Qatar.

Jika dimaksudkan untuk melumpuhkan dan memberi pelajaran pada Qatar, tentunya hal ini tidak tercapai karena dunia internasional  sama sekali tidak mendukungnya.  Hal ini terbukti Qatar masih eksis dalam dunia internasional walaupun sama sekali tidak pernah memenuhi 13 tuntutan empat negara ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun