Ronny Rachman Noor
Ronny Rachman Noor Geneticist

Pemerhati Pendidikan dan Budaya

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Mewaspadai Dampak Kecanduan "Smartphone"

15 April 2018   10:14 Diperbarui: 15 April 2018   21:16 2211 14 5
Mewaspadai Dampak Kecanduan "Smartphone"
Sumber: Digital Jurnal

Di era serba modern saat ini memang tidak dapat dipungkiri lagi ketergantungan orang pada gadget seperti misalnya smartphone sangat besar bahkan dapat dikategorikan sebagai kecanduan.

Banyak diantara kita yang memang benar benar kecanduan mendengar nada dering, nada notifikasi, nada getar yang dikeluarkan  smartphone. Bahkan dapat dikatakan nada dering ini sudah mendikte hidup kebanyakan orang. 

Sebagai contoh nyata, banyak orang yang langsung terjaga dan mengambil smartphone nya ketika  mendengar nada dering dari gadget nya tidak perduli dalam kondisi apapun.

Bahkan tidak jarang ketika ada di kamar mandi atau WC orang menggunakan smartphoneuntuk merespon chat, email ataupun panggilan telpon  dari temannya

Saat ini banyak sekali orang yang masuk kategori  orang sangat sulit sekali untuk mengabaikan nada dering sebagai pertanda bahwa ada email, text dan photo yang masuk ke gadget nya.

Mengapa Kencanduan ?

Hasil studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari San Francisco State University yang dipublikasikan di jurnal ilmiah NeuroRegulationb menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan mempengaruhi  langsung sistem syaraf dan dapat disamakan pengaruhnya dengan substansi abuse yang biasanya mempengaruhi sistem kerja syaraf kita (sumber).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan smartphone ini terkait dengan terbentuknya koneksi syaraf di otak yang kondisinya sama halnya dengan kondisi orang yang kecanduan zat adiktif seperti opium.

Sama halnya dengan ketika orang mengkonsumsi obat Oxycontin yang mengandung opium sebagai penghilang rasa sakit, pengaruh kecanduan smartphone ini juga terjadi secara bertahap.

Kecanduan smartphone ini memang sudah tidak dapat lagi dianggap enteng  mengingat  pengaruh negatifnya terhadap kejiwaan penggunanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan smartphone dan juga media social ternyata menimbulkan dampak negatif bagi kejiwaan seperti misalnya merasa kesepian, merasa terisolasi, mengalami  depresi dan kegelisahan.

Perasaan kesepian ini diduga sebagai akibat dari tergantikannya interaksi langsung dengan berbagai bentuk komunikasi tidak langsung ketika menggunakan smartphone, sehingga faktor seperti bahasa tubuh dan sinyal lainnya yang biasanya dapat terbaca jika berkomunikasi langsung tidak didapatkan lagi.

Berbagai nada notifikasi yang dikeluarkan baik oleh smartphone, komputer dan gadget lainnya membuat seseorang merasa berkewajiban untuk melihatnya akibat terpicunya jaringan syarat di otak yang biasanya hanya terpicu jika orang ada dalam keadaan kondisi berbahaya  sebagai peringatan alamiah dari tubuh kita.

Hal ini tentunya  sangat berbahaya karena peringatan yang dikeluarkan oleh sistem syaraf kita sebagai bagian dari survival ternyata kini sudah diambil alih oleh mekanisme lainnya yaitu peringatan untuk mengecek gadget kita.

Bagimana Mengatasinya?

Orang yang kecanduan menggunakan smartphone atau gadget lainnya masih dapat dipulihkan dengan cara melatih  diri secara bertahap sebagaimana ketika kita melatih diri kita saat  melakukan diet tertentu seperti misalnya diet rendah gula.

Langkah yang paling utama yang wajib dilakukan adalah menyadari bahwa perusahaan  penyedia teknologi tersebut sebenarnya telah memanipulasi sistem biologis kita untuk tujuan komersil dan jika kebiasaan ini diteruskan akan berbahaya bagi kesehatan kita.

Langkah ini penting dilakukan karena sabagian besar pengguna smartphone dan gadget lainnya tidak menyadari jika dirinya sedang  dimanfaatkan  sebagai subjek untuk mencari keuntungan.

Langkah selanjutnya yang dianjurkan untuk dilakukan untuk mengurangi kecanduan ini adalah mengubah nada dering dan juga nada notifikasi lainnya ke nada diam. Langkah ini dimaksudkan agar sistem syaraf kita kembali dikembalikan fungsinya  agar tepicu hanya jika ada peringatan yang membahayakan saja

Langkah ketiga yang dianjurkan adalah hanya merespon email dan media sosial diwaktu tertentu saja sekaligus menjadwalkan periode waktu yang sebagai periode waktu tidak ada gangguan dari smartphone atau gadget lainnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2