Mohon tunggu...
Rori Idrus
Rori Idrus Mohon Tunggu... Guru - Pemulung Hikmah

Pemulung hikmah yang berserakan untuk dipungut, dirangkai menjadi sebuah tulisan dan pelajaran kehidupan.

Selanjutnya

Tutup

Segar

Tenis Meja, Olahraga Merakyat dan Menyenangkan

26 April 2020   08:00 Diperbarui: 26 April 2020   07:58 1004
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ada bermacam kegiatan untuk mengisi malam ramadhan, yang paling utama adalah tadarus Al-Qur'an, tetapi kegiatan tersebut kini sudah ditiadakan sesuai Surat Edaran Kementrian Agama tentang panduan ibadah ramadhan dan idul fitri ditengah pandemi Covid-19.

Bagi kami para penghobi olahraga tenis meja, selain tadarus Al-Qur'an dirumah, malam ramadhan kami isi dengan kegiatan bermain olahraga tenis meja, salah satu jenis olahraga merakyat dan menyenangkan, sekaligus sebagai ajang silaturrahmi.

Desa kami memiliki klub olahraga tenis meja yang kami beri nama "PTM Elang Putra Benda", hampir setiap malam tempat latihan kami selalu penuh dengan anggota klub PTM untuk latihan bersama.

Waktu berkumpul untuk latihan bersama biasanya setelah kami selesai melakukan sholat tarawih dan tadarus Al-Qur'an, yaitu mulai jam sembilan malam dan berakhir terkadang sampai dinihari sembari menunggu waktu makan sahur.

Selain menyalurkan hobi, kegiatan olahraga ini penting dilakukan untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh agar tetap fit, selain menyehatkan sekaligus untuk mengusir kejenuhan selama pandemi Covid-19.

Yang kami rasakan, ketika baru datang dan bertemu teman-teman anggota klub saja rasanya sudah senang dan gembira, kejenuhan selama dirumah pun menjadi hilang seiring canda tawa yang terjadi sembari berolahraga, itulah makna pentingnya bersosialisasi dan berinteraksi antar sesama.

Jika anggota klub datang semua, untuk membuat suasana latihan menjadi lebih menantang maka kami buat sistem lomba, ini sekaligus untuk menguji mental bertanding anggota klub.

Selain itu, terkadang kami mengundang klub PTM lain disekitar desa kami untuk melakukan latihan tanding, ini dilakukan untuk melatih mental bermain dan menguji kemampuan hasil latihan anggota klub.

Tetapi selama pandemi Corona ini, kami jarang melakukan latih tanding dengan klub PTM lain, ini demi meminimalisir resiko terpapar virus Corona.

Dalam gambar ilustrasi nampak interaksi sosial masih belum menerapkan social distancing, pertama karena sejauh ini desa kami masih berstatus zona hijau.

Yang kedua, anggota klub kami semuanya dari satu desa, maka dipastikan mereka tidak punya riwayat kontak dengan zona merah penyebaran virus Covid-19.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Segar Selengkapnya
Lihat Segar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun