Mohon tunggu...
Ronna Allya
Ronna Allya Mohon Tunggu... Mahasiswa - masyaallah tabarakallah

jangan lupa terus berdoa dan berusaha

Selanjutnya

Tutup

Digital

NFT, Beberapa Golongan Sampai Mahasiswa Diajak Kreatif di Perdagangan Digital

22 Januari 2022   09:53 Diperbarui: 22 Januari 2022   09:56 96 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Digital. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Akhir-akhir ini sosial media di kejutkan dengan seorang mahasiswa yang menjual foto selfie dirinya di NFT.

Apa itu NFT? Non-Fungible Tokens ( NFT ) adalah teknologi blockchain yang disuguhkan dengan format baru dan menarik , memungkinkan para kreator digital yang dapat di idenfitikasi , dimiliki , dan di perdagangkan secara unik melalui pasar internet global.Namun sebenarnya NFT  telah ada sejak tahun 2012 dan mulai booming dan naik ke pasar digital di awal tahun 2021.

Memperjual belikan karya seni digital atau art , NFT menunjukkan bahwa pasar digital di era tahun 2021 hinggat sekarang berkembang sangat pesat , khususnya di Indonesia. NFT semakin banyak di gandrungi oleh kalangan masyarakat dari berbagai umur , salah satu contoh pengguna atau orang yang bermain pasar digital di NFT di Indonesia adalah Ghozali Everyday.

Siapakah Ghozali Everyday?

Nama aslinya adalah Sultan Gustaf Al Ghozali. Saat ini , Ghozali masih ber status sebagai mahasiswa tingkat akhir di Universitas Dian Nuswantoro ( Udinus ) Semarang. Ghozali Everyday diketahui mengambil jurusan animasi , namun tak hanya di Ghozali saja yang mengangkat pasar digital NFT di Indonesia . Masih banyak remaja lainnya yang ikut serta ke dalam situs atau pasar digital itu.

Namun menurut saya , bisa saja itu hanya permainan pasar untuk menaikkan status NFT tersebut , dikarenakan Ghozali hanya memposting atau menjual art nya yaitu dengan foto selfie dirinya sendiri. Sudah banyak kasus di dunia digital dengan cara mempopulerkan aplikasi atau web kelinci percobaan , namun semua itu kita tidak ketahui dikarenakan masyarakat Indonesia dengan cepat merespon hal itu dengan keputusan yang singkat , "Oh ternyata dapet duit gampang ya, Cuma foto selfie terus dijual aja".

Dibalik itu semua mungkin ada sesuatu yang ingin di luncurkan para elit global. Ngomong-ngomong tentang NFT , pasar digital itu mempunyai mata uang tersendiri yaitu ETH atau Etherium dan Polygon. Situs itu bisa dijangkau dengan mengunduh di playstore maupun appstore , contohnya Metamask. 

Menurut saya menjual art atau desain di NFT terbilang cukup rumit , jika orang itu masih awam di dunia perdagangan internet. Kita disuguhkna dengan aplikasi metamask tidak langsung serta merta bisa menjual produk atau barang yang kita ingin jual , melainkan kita harus membuka aplikasi lagi yaitu Opensea.

Lalu bagaimana cara kerja Metamask ? Dan apakah ada hubungannya dengan NFT ?

Mari kita simak , jangan bosan membaca ya! Karena ilmu itu di peroleh dari kita membaca , mendengarkan dan mempelajari. Kita harus lebih dulu mempunyai akun untuk bisa mengakses ke aplikasi selanjutnya , Metamask adalah aplikasi tempat kita menyimpan uang atau sebut saja dompet digital untuk situs NFT. Jika sudah mempunyai akun , baru beranjak ke aplikasi yang tadi yaitu Opensea. 

Nahh, di Opensea tersebut kita baru bisa menjual art atau desain yang ingin kita jual. Di Opensea kita disuguhkan dengan opsi penjualan , saran saya jika kalian baru saja mendalami hal ini , jual lah barang atau art yang kalian punya dengan harga yang rendah , contoh dengan harga 0,000001 Eth yaitu jika di rupiahkan hampir di angkat Rp 40.000 , dengan harga rendah kita bisa mengundang banyak orang untuk mengunjungi akun kalian .

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Digital Selengkapnya
Lihat Digital Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan