Ronald Wan
Ronald Wan Trader and Freelancer

@Pseudonym | Love to Read | Try to Write

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Facebook Ubah Algoritma "Newsfeed"

13 Januari 2018   09:24 Diperbarui: 15 Januari 2018   16:29 985 10 6
Facebook Ubah Algoritma "Newsfeed"
Mark Zuckerberg (Getty Image-Fortune.com)

Facebook adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia. Penggunanya sudah mencapai sekitar 2 Milyar orang. Indonesia adalah negara yang masuk dalam 5 besar jumlah pengguna aktif Facebook.

Siapakah diantara pembaca artikel ini yang tidak memiliki akun Facebook? Mungkin tidak ada

Amerika Serikat, sampai hari ini masih melanjutkan penyelidikan tentang apakah Rusia telah ikut mempengaruhi hasil pemilihan presiden 2016? Salah satu kanal yang ditenggarai digunakan adalah Facebook, dengan Newsfeed-nya.

Para pembuat berita palsu (hoaks) yang tinggal di Macedonia juga menggunakan Facebook sebagai salah satu kanal distribusinya. Dalam arti berusaha memviralkan konten yang mereka buat.

Baca " Bisnis Hoaks di Dunia"

Kemarin, CEO Facebook Mark Zuckerberg menulis dalam akun Facebooknya, bahwa dalam beberapa bulan ini. Tampilan Newsfeed akan berubah, Lebih banyak konten tentang bagaimana teman, keluarga dan grup yang kita ikuti. Dari sebelumnya yang banyak juga menampilkan konten bisnis dan berita.

Perubahan ini dikarenakan oleh Facebook merasa bahwa sekarang ini tujuan penggunaannya sudah mulai berubah. Dari awalnya sebagai media untuk dapat berinteraksi secara sosial, sekarang ini dengan banyaknya konten video dan lainnya. Membuat interaksi itu semakin berkurang.

Mark juga mengatakan bahwa Facebook memiliki tanggung jawab bukan hanya menyenangkan ketika digunakan. Namun juga bagus untuk kebaikan kita bersama. Riset yang dilakukan Facebook, mengatakan bahwa ketika kita menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan sesama akan dapat memberikan pengaruh yang baik.

Walaupun ada sebuah perkiraan bahwa waktu yang dihabiskan di Facebook akan berkurang. Namun selama waktu itu lebih memberikan hal yang positif, tidak masalah. Kata Mark.

Model bisnis Facebook sendiri sebenarnya akan jauh lebih menguntungkan jika orang lebih banyak menghabiskan waktunya di situs tersebut. Perkiraan bahwa waktu yang dihabiskan di Facebook akan berkurang, membuat saham Facebook sempat turun sekitar 4%.

Facebook mendapatkan uangnya dari iklan. Salah satu unsur yang bisa membuat iklan digital mahal adalah berapa banyak waktu yang dihabiskan seseorang dalam satu kunjungan di sebuah situs. Semakin lama, harga iklan akan semakin mahal. Karena tujuan pertama iklan adalah dilihat orang, semakin lama di sebuah situs kemungkinan orang melihat iklan akan semakin besar.

Anggapan beberapa orang yang pernah saya temui, bahwa penyalur internet membayar kepada Facebook sebagian dari hasil penjualan kuota internet. Saya pikir salah, kalau memang betul seperti itu mengapa ada fasilitas gratis kuota untuk Facebook (masuk ke Facebook tidak mengurangi kuota internet).

Beberapa perusahaan berita di dunia menyayangkan keputusan Facebook ini. Karena mereka merasa bahwa aksi Facebook bisa mengurangi bisnis mereka. Banyak perusahaan berita yang mengandalkan Facebook untuk menjaring pengunjung ke situs mereka.

Facebook sendiri bisa berguna dan digunakan secara positif maupun negatif. Penyebaran konten terorisme banyak dilakukan melalui Facebook, juga ujaran kebencian. Namun kita bisa bertemu dengan teman sekolah yang sudah lama tidak ditemui melalui Facebook.

Selain itu Facebook bisa menjadi sumber penghasilan dengan berjualan di sana. Serta banyak juga konten positif yang disebarkan melalui Facebook.

Facebook yang bisa bermakna positif dan negatif. Perubahan algoritme Newsfeedyang kemungkinan bisa membawa Facebook ke arah yang lebih positif.

Referensi : Fortune.com, Mark Zuckerberg

Salam

Hanya Sekadar Berbagi