Mohon tunggu...
Ronald Rofiandri
Ronald Rofiandri Mohon Tunggu... -

Agency & Researcher

Selanjutnya

Tutup

Politik

Studi Banding: Tenaga Ahli Parlemen (Bagian III)

5 Januari 2011   09:15 Diperbarui: 26 Juni 2015   09:56 167 0 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Mari kita lihat praktek pengadaan tenaga ahli parlemen di Amerika Serikat dan Jerman.

Di Amerika Serikat, formulasi kualifikasi dan struktur supporting system tergantung pada pilihan, apakah ditujukan untuk:

1.      kepentingan pelayanan konstituen;

2.      penguasaan dalam perancangan undang-undang dan isu-isu yang menjadi wilayah kerja legislatif; atau

3.      apakah isu-isu tersebut menjadi agenda individu anggota senat atau ditangani komite (alat kelengkapan).

Selain pembedaan berdasarkan ketiga pertimbangan tersebut, anggota senat Amerika Serikat "mempekerjakan" juga dukungan SDM seperti:

1.      Tenaga Sosial

Berurusan dengan penanganan program jaminan sosial di negara bagian. Beberapa pekerja sosial juga melakukan penelitian atau berkorespondensi dengan instansi pemerintah. Mayoritas pekerja sosial ditempatkan di kantor perwakilan.

2.      Tenaga Koresponden

Bertanggung jawab untuk memantau semua email masuk dan mempersiapkan tanggapan, termasuk surat yang datangnya dari konstituen terkait pembahasan rancangan undang-undang yang tertunda.

3.      Tenaga Pengelola Dana Hibah

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan