Politik

Ahok Saudaramu?

19 Mei 2017   06:12 Diperbarui: 19 Mei 2017   08:26 292 0 0

 AHOK SAUDARAMU BUKAN

Di Indonesia telah terjadi kekacauan dimana-mana yang dimana bermula dari orang yang tidak bisa menjaga gaya bicaranya membuat negara saat ini dikatakan kacau balau yang dimana terjadi perselisihan yang bahkan dikatakan disintegrasi yang semakain membuat Indonesia ini jika tidak cepat ditangani akan berada pada batas kehancurannya semakin banyaknya demonstrasi yang dilakukan baik dari kubu orang yang mau melihat presiden jokowi bertindak tegas dalam menegakkan hukum dengan tidak membedakan antara orang yang memiliki kekuasaan juga dari kubu ahok yang menginginkan ahok di bebaskan.

Sungguh miris memang yang dimana negara yang sudah dibangun dengan pertumpahan darah dari perebutan koekuasaan dari Belanda, Jepang kemudian ke Indonesia harus kacau balau dengan hanya satu orang saja yang tidak dapat menjaga gaya bicaranya bukan masalah dia keturunan Cina juga bukan masalah dia bukan pribumi asli namun masalahnya dia tidak bisa menjaga gaya bicaranya yang jika dia ketahui bahwa bibirmu adalah pedangmu maka ahok akan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan stetmen yang dia tidak tau apa maknanya yang dimana dapat menyinggung perasaan orang lain yang akan membuat dirimu akan masuk ke dalam jurang.

Banyak orang mengatakan bahwa ketika Ahok ditangkap ini karena Ahok bukan pribumi, orang Cina, negara ini tidak adil, disintegrasi, dan anti kebinekaan, ini adalah sesuai yang lucu sungguh apaknya yang disintegrasi dari ini apaknya yang tidak kebinekaan apaknya yang tidak adil jika dikaji lebih mendalam lagi bahwa memang penegakan hukum di negara ini sudah tidak adil lebih banyak berpihak kepada penguasa, yah inilah yang paling ironi dari negara ini dengan aksi simpatisan yang digelar di hampir seluruh wilayah Indonesia yang dilakukan oleh para pendukung Ahok dengan menghidupkan lilin kepada semua wilayah Indonesia dimana dikutip dari berita liputan6:

Liputan6.com, Jakarta - "Indonesia Tanah Air beta, pusaka abadi nan jaya.Indonesiasejak dulu kala, selalu dipuja-puja bangsa." Lagu Indonesia Pusaka menggema dan menambah khidmat aksi di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 Mei 2017. Ribuan cahaya lilin pun menggantikan sinar bulan malam itu.

Ini menyusul aksi di Jakarta untuk mendukung Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Aksi serupa juga digelar dari Sabang hingga Merauke.

Aksi tersebut juga berlangsung di sejumlah negara dunia. Setidaknya terjadi di empat benua, yakni Amerika, Australia, Eropa, dan Asia.

WNI di beberapa negara menggelar aksi simpatik untuk Ahok dengan menyalakan lilin, menyanyikan lagu nasional Indonesia, dan memakai busana hitam atau merah-putih.

Pada poster yang disebar di media sosial, aksi simpatik digelar Warga Negara Indonesia di alun-alun Nathan Philips, Toronto, Provinsi Ontario, Kanada pada Jumat, 12 Mei 2017 pukul 21.00 waktu setempat. Acara dengan tajuk "Candlelight Vigil, Justice for Ahok" itu menekankan kebersamaan dalam menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Aksi 1000 Lilin untuk Ahok di Danau Toba (Liputan6.com/Reza Efendi)

Lilin dari Australia

Laporan yang diterima Liputan6.com, aksi untuk mendukung Ahok juga digelar di Australia. Aksi ini akan digelar di beberapa kota, di antaranya, Sydney, Canberra, Perth, Melbourne, dan Adelaide.

Di Ibu Kota Australia, Canberra, aksi dipusatkan di Queen Elizabeth Terrace-Lake Burley Griffin's Foreshore. Aktivitas tersebut diberi nama 'Aksi Solidaritas untuk Keadilan Indonesia' yang dilaksanakan pada 14 Mei 2017.

Sementara, di Sydney acara yang diberi nama Justice for Ahok diadakan pada Minggu, 14 Mei 2017 dengan titik kumpul Sydney Opera House. Kegiatan tersebut dimulai pukul 16.00 waktu setempat.

Ribuan pendukung Ahok menggelar acara Malam Solidaritas atas Matinya Keadilan di Tugu Proklamasi, Jakarta (10/05). Mereka datang mengenakan pakaian hitam-hitam. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut salah seorang peserta, Didy Setyawan, aksi tersebut dilatarbelakangi kepedulian atas kondisi di Tanah Air, terutama setelah Ahok divonis penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam pandangannya, vonis yang dijatuhkan hakim tidak adil. Hal itulah yang menjadi dasar penggerak aksi dukung Ahok di Sydney, Australia.

"Kami merasa prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia khususnya kasus pengadilan Pak Ahok yang menurut kami jauh dari prinsip keadilan," ucap Didy dalam perbincangannya dengan Liputan6.com. "Kami sendiri mengikuti sidang Pak Ahok yang sudah lebih dari 20-an kali. Itulah kenapa saya mengajak rekan-rekan yang lain untuk mengekspresikan kekecewaan dan kesedihan kami melalui aksi Justice for Ahok," jelas Didy.

Nah dalam kasus yang menjerat pelontar ciutan emas pemecah belah umat sang mainstro Ahok banyak mendapatkan cuitan dari orang yang pro dengan Ahok yang dimana menyalakan se 1000 lilun untuk Bapak Ahok, sebenarnya prilaku seperti ini jangan menjadi kelakuan yang lebai sampai menyalakan 1000 lilin coba uang buat membeli lilin itu disumbangkan buat anak yatim lebih bermampaat, katanya anti Kebinekaan tidak suka dengan orang yang bukan pribumi orang Cina gak di senangi berada di Indonesia, ini perkataan yang tidak etis selama hampir 72 tahun Indonesia merdeka tidak pernah mempermasalahkan mengenai keturunan entah bagaimana cerita dan alur kebohongan mendapatkan ide dari penyesatan dari siapa sampai mengatakan anti Kebinekaan, jika memang anti kebinekaan kenapa tidak dari dahulu di bumi hanguskan orang yang tinggal di Indonesia yang tidak dari orang Indonesia asli.

Aksi sempatisan kepada kasus penistaan agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) serentak membuat hampir seluruh warga Indonesia yang beragama islam bergetar dengan menuntut beberapa keadilan yang sudah tertuang dalam undang-undang tetapi tidak terealisasikan dalam penerapan kenyatannya, namun yang sangat mencengangkan adalah aksi simpatisan kepada Ahok yang dilakukan hampir setengah dari warga indonesi dari sabang sampai marauke, tidak etis berada di pikiran bahwa ini adalah suatu bentuk politik yang 1) apa yang pernah dilakukan oleh Ahok kepada warga diluar Jakarta memberikan nasi bungkus tidak 2) kapan Ahok pernah mensejahtrakan warga yang bukan dari Jakarta 3)pendukungnya asal ceplas-ceplos tidak bisa membedakan Al-Qitab dengan Al-Qur’an (Kristen ngebet jadi Islam), 4) Pendukung yang rela mati demi nasi bungkus (nenek marsinah yang menebang 2 buah kakao di hukum 5 tahun penjara tidak ada yang heboh seperti itu). Ini dapat kita lihat bahwa murni embel-embel politik yang dimana ada otak dari segala kekacauan yang terjadi.

Prilaku inin sangat tidak bagu, sebagai warga negara Indonesia yang baik kita harus mendengarkan putusan yang diberikan oleh hakim kepada orang yang melakukan pelanggaran sehingga prilaku penegakan hukum berjalan dengan semestinya, tidak terlalu lebai dalam menganggapi perlakukan yang demikian dengan menghidupkan 1000 lilin jika tidak dengan nasi bungkus sangat sedikit yang tergerak dengan hati nurani mereka, hukum harus ditegakkan tampa membedakan antara pengusana dan rakyat antara yang kaya dengan miskin sehingga negara aman dan tentram tampa ada perselisihan dengan orang yang tidak bertanggung jawab.

kepada Bapak Ahok tegas tidak dengan mengeluarkan kata-kata tegas adalah dalam penerapan tugas dan wewenang yang diemban dengan tidak pandanga bulu bukan tegas dengan kata kotor sungguh tidak etis jika seorang pemimpin mengeluarkan perkataan kotor yang baik menjaga perkataan dengan tidak menyinggung perasaan orang lain umat yang berbeda jangan sampai orang kayak anda memecah belah persatuan dan kesatuan yang telah kita bina yang para pahlawan bertumpah darah dalam merebut kemerdekaan jangan sampai orang yang tidak bisa menjaga gaya bicaranya membuat kita bermusuhan kita satu saudara sebangsa setanah air Indonesia.