Mohon tunggu...
Roisul
Roisul Mohon Tunggu... Kunjungi tulisan saya yang lain di roisulhaq.blogspot.com saat ini sedang menjadi Guru demi mendidik, mencerdaskan anak bangsa.

Menulis tak harus menunggu galau~

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Aku Tertipu.. Ternyata Bikin RPP Satu Lembar Lebih Susah!

9 Juli 2020   10:00 Diperbarui: 9 Juli 2020   10:19 93 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Aku Tertipu.. Ternyata Bikin RPP Satu Lembar Lebih Susah!
Ilustrasi: stutterstock

Mempersiapkan Lesson Plan adalah suatu kewajiban bagi setiap Guru sebagai tenaga pendidik. Lesson Plan atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran menjadi Haluan dalam menentukan Garis Belajar Pembelajaran selama satu semester. 

Dalam penyusunannya guru dapat melakukanya sendiri (Individual) maupun bersama KKG (Kelompok Kerja Guru). Biasanya jika dilakukan bersama KKG, RPP yang dibuat masih perlu pertimbangan secara matang, terutama dalam hal pemetaan Kompetensi Dasar (KD).

Apalagi untuk RPP 1 Lembar versi revisi terbaru sekarang ini, meski sudah banyak RPP yang didapat dengan cara browsing ternyata masih banyak rekan-rekan Guru yang tidak begitu mengetahui bagaimana cara membuat RPP 1 lembar dengan mudah dan sesuai dengan Surat Edaran Permendikbud No. 14 Tahun 2019.

Dalihnya karena belum adanya format baku yang diberikan oleh Kemdikbud secara resmi. Memang pada waktu lalu, ada sebuah format RPP 1 lembar kosong berupa template dalam bentuk PDF telah disampaikan kepada setiap Guru, tetapi itu hanya sebagai gambaran saja. Untuk isi terserah ide guru yang bersangkutan.

Menarik, konsep merdeka belajar yang digagas Mendikbud memang tak serta merta menyederhakan administrasi mengajar. RPP dan tetek bengeknya yang berlembar-lembar bisa dipangkas menjadi satu lembar--Apa iya?--

Bahayanya, RPP 1 lembar kadung terdengar sampai pelosok negeri guru-guru yang selama ini "hanya mengajar" tanpa mempersiapkan terlebih dahulu kadung merdeka dengan RPP 1 lembar tersebut, hasilnya kini Lesson Plan tidak dipandang penting-penting amat--sebenarnya sejak dulu emang tidak dipandang penting2 amat-- tidak dipersiapkan dengan baik. 

Sepertinya pembelajaran saat itu juga yang lebih dipikirkan guru, daripada harus susah-susah membuat rencana pembelajaran yang belum tentu berjalan dengan baik, karena gangguan selama proses belajar kompetensi dasar selama satu semester tidak akan mulus tersampaikan semua. Buat apa buat planing matang-matang toh nanti gak berjalan semua. 

Apa yang direncanakan belum tentu berjalan karena dalam dunia pendidikan tak soal kompetensi saja, faktor-faktor X selalu membayangi pendidikan kita seperti fasilitas belajar yang kurang, sarana tidak memadahi, kenakalan remaja, peserta didik tidak siap belajar merupakan seabrek batu sandungan dalam  belajar.

RPP 1 lembar membuat guru makin malas?

RPP 1 lembar itu harus mengintegrasikan RPP dengan literasi abad - 21, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), 4C dan Kemampuan Berpikir Kritis (HOTS), yang mana dari beberapa hal tersebut harus tercermin dalam rencana pembelajaran. Makin puyeng rasanya meringkas berlembar-lembar masih ditambah macam-macamnya.

Maksud dari Mendikbud Nadiem Makarim untuk memerdekakan belajar bisa jadi bumerang, kalimat "merdeka" bisa disalah artikan sedikit tapi berisi akan sulit terpenuhi orientasi kebijakkannya hanya bertumpu pada kuantitas bukan kualitas, merubah yang banyak menjadi sedikit, merubah yang ribet menjadi simpel.

Petakanya justru, administrasi mengajar hanya dipakai untuk administrasi saja, logikanya meski tak mempunyai rencana pembelajaran guru tetap masih bisa mengajar, kecuali ada pengawas atau akan akreditasi RPP benar-benar dipersiapkan.

Soal RPP 1 lembar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN