Mohon tunggu...
R Sugiarti
R Sugiarti Mohon Tunggu... Freelancer

freelance writer, communication consultant, yogini

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kritisi Panci Video Lebaran Jokowi, Roy Tepercik Muka Sendiri

25 Mei 2020   15:57 Diperbarui: 25 Mei 2020   22:57 655 24 5 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kritisi Panci Video Lebaran Jokowi, Roy Tepercik Muka Sendiri
Cuitan Roy Suryo terhadap video Selamat Idul Fitri 1441 H dari Presiden Jokowi - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2


Momen lebaran sudah selayaknya diisi dengan kegiatan silaturahmi untuk saling memaafkan. Meskipun masih tak bisa ketemuan karena protokol #dirumahaja (stayathome) dan jaga jarak fisik (physical distancing), namun saling bermaafkan bisa dilakukan melalui berbagai kecanggihan teknologi komunikasi dan berbagai macam platform social media yang banyak digunakan masyarakat.

Mumpung lagi lebaran, marilah kita jadikan kesempatan bagi konten sosial media untuk bagikan semangat kebaikan. Hentikan sejenak nyinyiran, kritikan apalagi ujaran kebencian. Biarkan yang kembali ke suci (fitrah) tidak hanya hati dan diri kita, tetapi juga akun sosial media kita. Niscaya dengan kembali fitrah, aku social media kita bisa menjadi media mendulang berkah.

Namun sepertinya godaan untuk terus menyinyiri dan mengkritik adalah residu yang telah mengakar di banyak pemilik akun media sosial yang ada. Akibatnya meski nuansa saling bermaaf-maafan, saling bersilaturahmi dijalani di dunia nyata, tetapi tak begitu juga di dunia maya. Saling kritik dan cela-mencela tetap berjalan seperti biasanya. Bahkan ucapan permohonan maaf di social media, bisa menjelma sebagai senjata untuk menyerang golongan lainnya yang menjadi lawannya.

Sebut saja cuitan permohonan maaf yang dilakukan oleh akun twitter Denny Siregar. Memanfaatkan momen Idul Fitri 1441 H ini, Denny yang dikecam karena membawa urusan anak pasangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan ke ranah politik, akhirnya mengucapkan permintaan maafnya.

“Mba @AnissaPohan dan mas @AgusYudhoyono minal aidin wal faidzin ya. Mohon maaf lahir batin kalau ada yang menyinggung kemarin,” tulis @Dennysiregar7 di Twitter Senin (25/5/2020).

Sayangnya niatan baik laki-laki yang dikenal sebagai Presiden Cebong Indonesia ini tercemari dengan godaan untuk tetap mencela lawan politiknya. Sebenarnya adalah baik pada kesempatan tersebut Denny Siregar juga menyempatkan diri untuk meminta maaf kepada kalangan yang disebut kadrun yang selama ini dikenal sebagai lawan wacana politiknya.

“Drun, besok Lebaran ya. Gua minta maaf karena selalu bilang elu kayak kanebo kering. Tapi itu hanya candaan kok, karena kalian imut2 menggemaskan, lebih mirip keset basah. Selamat Iedul Fitri, ya drun. Jangan masukin di hati twit2 gua. Tiada kesan tanpa kalian semua..,” tweet Denny menggoda.

Semoga saja itu hanya ditanggapi sebagai canda yang mampu menghangatkan suasana lebaran di tengah ancaman virus corona sekarang ini.  Semoga tak ada yang tersulut emosinya, sehingga suasana lebaran di dunia sosia media bisa dipenuhi dengan saling mencela yang notabene akan mengotori hati kita.
Namun ternyata godaan akan nikmatnya mencela di sosial media tersebut tak hanya menimpa Denny Siregar. Pakar multimedia, telematika dan juga mantan politisi Partai Demokrat KRMT Roy Suryo ternyata juga terperosok pada godaan yang sama.

Sebagai seorang pakar teknologi informatika, multimedia dan telematika, Roy Suryo tiba-tiba tergoda untuk mengomentari video ucapan Selamat Idul Fitri 1441 Presiden Jokowi berdasarkan analisa pribadinya dari sisi-sisi minor yang sebenarnya tak perlu untuk dinyinyiri secara terbuka.

Sebenarnya, secara konten, video tersebut tak ada salahnya. Video ini menggambarkan saat-saat Presiden Joko Widodo didampingi ibu Iriana mengungkapkan tentang lebaran 2020 kali ini yang berbeda, yang tentunya dirasakan berat bagi semua disebabkan oleh wabah corona yang menimpa. Kemudian Jokowi dan Ibu Iriani memompa dan menyalakan semangat para pemirsa agar bisa sabar dan tabah dalam melalui ujian berat ini secara bersama-sama seluruh bangsa.

Ternyata di luar isi dan makna dari kata-kata yang diucapkan Jokowi tersebut, tiba-tiba Roy Suryo tergoda untuk mengomentari hal-hal yang sebenarnya bisa disebut sebagai recehan tehnik semata. Melalui cuitannya pada akun twitter resmi miliknya, Roy Suryo membeberkan analisanya yang dianggap banyak kalangan agak-agak menyindir seolah mengatakan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tidak berpuasa karena adanya properti makanan dan minuman sebagai pelengkap visual shooting tersebut.

"Tweeps, Bagus ini Video Ucapan Selamat Hari Raya dari Pak @jokowi & Ibu Iriana, dibuat Siang hari di Istana Bogor, diawali "Bird-eye-View" Drone s/d "masuk" ke Ruangan. Semoga Ketupat, Makanan & Minuman yg ada di Meja itu "Asesoris Shooting" saja ya, khan kemarin2 Masih Puasa?" cuit Roy Suryo dalam akun twitternya seperti menggoda.

Kemudian Roy Suryo berusaha memberi argumen kuat atas analisanya bhawa shooting tersebut dilakukansiang hari melalui cuitan selanjutnya. "Tweeps, Begini Teknis Ilmiah-nya:-Istana Bogor BEV (Bird-eye-View), Kijang2, Danau: Jelas Siang Hari. - Ruangan: Sinar Matahari di Jendela. - Pak @jokowi & Ibu Iriana: Ada Side-Light Sangat kuat & Rata dari Kanan, Sifat Daylight, bukan Tungsten (Lampu) (Kuliah Tata Cahaya, 6 SKS)," lanjut cuitan Roy Suryo.

Cuitan analisis teknis Roy Suryo terhadap video Selamat Idul Fitri Presiden Jokowi - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Cuitan analisis teknis Roy Suryo terhadap video Selamat Idul Fitri Presiden Jokowi - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Analisis teknis Roy Suryo terhadap video Selamat Idul Fitri Presiden Jokowi - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Analisis teknis Roy Suryo terhadap video Selamat Idul Fitri Presiden Jokowi - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Meski seperti mempertanyakan kenapa ada makanan dan minuman di siang-siang hari puasa, sehingga bisa menimbulkan asumsi Presiden Jokowi tidak berpuasa, namun Roy juga menyatakan keyakinannya bahwa benda-benda yang ada di sekeliling Presiden Jokowi dan Ibu Iriana dalam video ucapan selamat Idul Fitri 1441 H tersebut hanyalah sekedar aksesoris pemaanis atau properti shooting semata. Tidak benar-benar dimakan dan diminum ketika waktunya shooting tersebut.

"Tweeps, Makanya karena saya masih yakin Pak @jokowi & Ibu Iriana juga baru ber-Lebaran mulai hari ini, maka Semua Makanan, Minuman, Ketupat, bahkan Tempat Lauk di belakang itu hanya "Asesoris shooting/Property" saja, karena secara Teknis Fotografis shooting dilakukan Siang Hari." lanjut cuitan analisa Roy Suryo menggoda.

Ternyata benar, kekritisan Roy terhadap hal receh tersebut akhirnya memancing pendukung Jokowi seperti terbakar emosinya. Mereka menganggap Roy Suryo mencari-cari dan seakan-akan menyiratkan opini bahwa seolah-olah karena shooting siang dan disediakan makanan dan minuman maka Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tidak menunaikan puasa.

Dus, seperti bahan bahar yang tersulut api, akhirnya akun twitter Roy pun dibanjiri hujatan netizen yang tidak suka analisa yang menggoda tersebut. Tidak tanggung-tanggung, banyak diantara mereka yang menyerang balik  Roy Suryo dengan mengungkit-ungkit kasus barang-barang negara yang terbawa Roy Suryo setelah dirinya selesai menjabat sebagai Menpora. Salah satunya yang paling disebut-sebut adalah panci yang turut terbawa Roy dari rumah dinas menteri dulu.

Mendapat serangan-serangan tersebut, Roy Suryo segera berkilah bahwa tujuannya mengungkap fakta yang tersirat di belakang layar tersebut adalah untuk evaluasi produksi gambar-gambar visual agar nantinya produksi video bagi seorang presiden harus dilakukan dengan sempurna dan masuk akal. Karena cerita dalam video tersebut ditayangkan pada saat masih dilaksanakannya puasa Ramadan, maka sebaiknya video tidak terkesan diambil di siang hari yang menjadikan adanya properti makanan dan minuman terasa kurang etis untuk diperlihatkan.

"Tweeps, Meski tetap bisa juga dalam Ruangan ditambahkan Lampu2 yg bersifat DayLight (tampak Box + Barn-door-nya di Refleksi belakang), Namun Shooting tetap kemungkinan siang hari dgn Makanan/Minuman sbg "Property" saja. Makanya Next BPMI harus cermat, karena Presiden hrs Perfect," cuit Roy Suryo membeberkan alasan analisanya sekaligus membela dirinya yang merasa dipojokkan.

Ketika pengkiritk Roy Suryo menyinggung-singgung soal panci dari rumah dinas menteri yang konon turut terbawa ke rumah pribadi, Roy Suryo justru  memperpanjang perdebatan dengan menjadikan panci tersebut sebagai bukti kunci akan ketidaksempurnaan shooting video ucapan Idul Fitri Presiden Jokowi tersebut.

Analisis teknis Roy Suryoyang jadikan panci sebagai kunci - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Analisis teknis Roy Suryoyang jadikan panci sebagai kunci - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Analisis teknis Roy Suryo yang sarankan produksi harus sempurna  - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Analisis teknis Roy Suryo yang sarankan produksi harus sempurna  - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Kesimpulan Roy Suryo atas analisa yang dilakukan - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
Kesimpulan Roy Suryo atas analisa yang dilakukan - Sumber Foto: capture twitter.com @KRMTRoySuryo2
"Tweeps, Gusti Allah tidak Sare, Ketika #Pekingese masih saja Kudet bisanya cuman nyalak "Ponca, panci" yg sdh Inkracht (bhkn kena Karma). Di sinilah kebesaranNYA, Kuncinya justru di PANCI. Meski ada REFLEKSI Lampu DayLight (1,2) tapi Ada Jendela dgn Sinar Matahari (A,B). Ha-3x" cuit Roy Suryo menunjukkan bukti-bukti yang memperkuat analisanya.

Boleh jadi berdasarkan analisa dan bukti-bukti yang diketengahkannya, kesimpulan Roy Suryo bahwa video itu dibuat siang hari memang benar adanya. Namun apakah perlu mengungkapkan analisa detail dan cukup rumit untuk dipahami netizen awam tersebut di sosial media secara terbuka? Bukannya berbagi pengetahuan untuk meningkatkan pemahaman, yang ada justru menimbulkan salah paham. kebingungan, ketidakmenertian, dan syak wasangka.

Akan berbeda hasilnya jika saja analisa Roy Suryo tersebut diungkapkan pada forum-forum khusus, misalnya forum pembuat film, forum production house, forum sinematografi dan sebagainya. Jika dilontarkan di tempatyang tepat, tentunya analisa tersebut akan bisa dijadikan masukan akan kesempurnaan sebuah produksi video atau film bagi keperluan apa saja.

Ada baiknya jika kita mau membiarkan masyarakat menikmati lebaran yang sudah berat karena pandemi covid-19 ini, dan jangan memberati mereka dengan hal-hal yang sulit dimengerti dan justru bisa memicu benci. Recehkan lebaran Idul Fitri 1441 H ini untuk menyebarkan kebahagiaan bagi seluruh negeri tanpa terkecuali. Sejenak melupakan kegalauan akibat pandemi dan berbagi gembira kepada sesama.

Jangan sampai gara-gara menyinyiri sebuah panci, Roy Suryo terpercik muka sendiri oleh ujaran-ujaran salah faham dari mereka yang mencintai Jokowi. Tabik.

VIDEO PILIHAN