Mohon tunggu...
Rofinus D Kaleka
Rofinus D Kaleka Mohon Tunggu... Orang Sumba. Nusa Sandalwood. Salah 1 dari 33 Pulau Terindah di Dunia. Dinobatkan oleh Majalah Focus Jerman 2018

Orang Sumba, Pulau Terindah di Dunia

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Pers Mahasiswa Perlu Terobosan Baru

30 Juli 2019   19:53 Diperbarui: 30 Juli 2019   20:01 72 20 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pers Mahasiswa Perlu Terobosan Baru
Majalah Mahasiswa UST Yogya, Ilustrasi, Foto RDK

Eksistensi Pers Mahasiswa dewasa ini (mungkin) sudah tidak diacuhkan oleh masyarakat luas. Namun masih tetap dianggap penting dan strategis oleh kalangan terbatas dan terutama civitas akademika (dosen dan mahasiswa) perguruan tinggi sendiri.

Faktanya, kini hampir semua perguruan tinggi memiliki pers mahasiswa. Bahkan di beberapa perguruan tinggi besar tertentu, seperti Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, bukan saja memiliki pers mahasiswa tingkat perguruan tinggi, tetapi juga ada di tingkat fakultas dan jurusan.

Penting dan strategisnya pers mahasiswa kini memang sangat sukar untuk diharapkan bisa mendekati dan apalagi menyamai prestasi pers mahasiswa pada era-era 1960-an dan 1970-an yang demikian heroik dalam melakukan kontrol sosial kritis-konstruktif tanpa kompromi terhadap penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh rezim yang sedang berkuasa. Harap dimaklumi karena situasi dan kondisinya sudah berbeda.

Tetapi tidak berarti bahwa muskil diperankan oleh pers mahasiswa kini. Tentu saja kalau pers mahasiswa cukup jeli membaca dan menyiasati sikon yang sudah tercipta saat ini. Ini pada satu sisi.

Sedangkan pada sisi lain, pers mahasiswa penting dan strategis sebagai wadah kontekstualisasi keilmuan bagi perguruan tinggi dan dan wadah aktualisasi ekspresi komunikasi kritis-konstruktif yang berciri ilmiah antarwarga civitas akademika perguruan tinggi, di samping sarana pembelajaran jurnalisme dan pengelolaan penerbitan bagi para pengasuhnya.

Permasalahannya sampai saat ini masih sangat langka menjumpai pers mahasiswa yang dikelola secara cukup profesional. Artinya, hanya dikelola secara apa adanya.

Hal ini merupakan kenyataan umum pers mahasiswa, di mana tercermin cukup jelas pada tata administrasi dan dokumentasi yang tidak rapih, tulisan-tulisan yang disajikan baik isi maupun cara pengemasannya yang masih memprihatinkan kualitasnya, periodesasi terbit yang belum beraturan, dan rekruitmen anggota pengelolanya yang belum tergarap dengan baik.

Manakala persoalan-persoalan ini disinggung, biasanya para pengelola pers mahasiswa cenderung membela diri dengan mengemukakan alasan-alasan pembenaran yang sudah klasik atau klise, seperti dana terbatas, waktu lowong kurang karena sibuk dengan tugas-tugas perkuliahan, krisis kader anggota pengelola, animo kontribusi tulisan rendah, dan lain sebagainya.

Alasan-alasan semacam ini sebetulnya nonsense. Sebab, apakah untuk menerbitkan pers mahasiswa harus luks sehingga membutuhkan dana besar?  Apakah anggota pengelola pers mahasiswa harus banyak sehingga memerlukan biaya akomodasi yang besar, baik dalam proses persiapan penerbitan maupun rekruitmen pengelola? Apakah periodesasi terbit pers mahasiswa layaknya harian atau mingguan sehingga merasa kekurangan waktu lowong? Apakah pers mahasiswa harus bersikap seperti pers umum yang tinggal dikirimi artikel-artikel berbobot oleh para penulis kaliber? Tidak harus begitu, bukan!

Jadi letak persoalan sesungguhnya mengapa pers mahasiswa belum dikelola secara profesional justeru disebabkan oleh keringkihan para pengelolanya. Minimnya pengetahuan dan skill tentang manajerial keredaksionalan pada satu sisi dan kurangnya motivasi untuk belajar berimprovisasi melakukan terobosan-terobosan baru pada sisi lain.

Lantas, bagaimana supaya supaya pers mahasiswa bisa dikelola secara cukup profesional? Mau tidak mau para pengelolanya perlu melakukan terobosan-terobosan baru dengan menjalin atau membangun relasi kerjasama yang cukup baik dengan pihak-pihak yang punya simpati atau kepentingan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap pers mahasiswa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN