Mohon tunggu...
Choirul Huda
Choirul Huda Mohon Tunggu...

Penulis di Kompasiana (Kompasianer) yang hobi reportase untuk menulis catatan harian, musik, olahraga, fiksi, dan sebagainya. @roelly87 (www.roelly87.com)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Idul Fitri, Sisi Lain Akibat "Lebaran" Diundur. (Ketupat Ibu Bisa-bisa Basi...)

29 Agustus 2011   16:16 Diperbarui: 26 Juni 2015   02:22 0 2 0 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_127453" align="aligncenter" width="400" caption="Ketupat Lebaran yang Dilema"][/caption]

*   *   *

"Apa... Masak, Lebaran kok bisa diundur... Lalu, gimana ketupat sama sayur opornya... Mana, udah bikin dari kemarin. Kalo lebarannya diundur, ntar bisa basi lagi..." Teriak Bu Mischa, histeris. "Ssst, pelan-pelan Jeng. Jangan teriak-teriak begitu kayak orang kesurupan!" Sahut, Bu Neng menimpali. "Tahu ne, ada-ada aja. Puasanya kita barengan, masak giliran lebaran pada beda. Mana anak saya yang kecil sudah pada pake baju baru lagi, terpaksa mesti ganti baju lagi..." Ibu Resti angkat bicara. "Yah, gw terpaksa hari rabu mesti masuk setengah hari deh." Keluh, Ria seorang karyawati muda yang bekerja sebagai SPG di salah satu mall. "Emangnya, kalo pas hari rabu, lebaran ga masuk kenapa?" Jawab Siti kawannya. "Yaa, bingung juga deh. Kalo ga masuk, ntar Gaji gw dipotong. Tapi kalau dipaksain masuk, itukan Lebaran, waktunya salam-salaman..."

*  *  *

Itulah percakapan yang terjadi disebuah gang depan rumahku, tatkala berkerumun Ibu-ibu yang sedang menyaksikan tayangan langsung sidang Itsbat Menteri Agama yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi (pukul 19.00 wib). Idul Fitri tahun ini memang terkesan "dramatis" meskipun maksud saya buat artikel ini tidak untuk didramatisir. Tetapi itulah perbincangan yang "mungkin" banyak dibicarakan masyarakat. Hampir semuanya mempersiapkan segala sesuatu keperluan lebaran untuk esok hari, jadinya banyak yang kaget dan panik ketika tahu lebaran "diundur" ke hari rabu...

*   *   *

Sementara kaum Bapak-bapak di daerah saya tidak begitu bereaksi. Mereka semua sudah paham, bahwa perbedaan penetapan tanggal 1 Syawal itu bukanlah untuk dibesar-besarkan, atau untuk diperdebatkan. Malahan, mereka tetap bahu-membahu membantu membersihkan rumah tetangga kami yang Muhammadiah yang akan merayakan Idul Fitri esok... Ternyata, perbedaan itu adalah Indah... Sebab tanpa adanya perbedaan, tidak akan terjadi suatu kerukunan.

*   *   *

22:39 wib. "Hah, rul..." tiba-tiba masuk pesan di YM saya. "Aneh ya, masak lebaran diundur... Mana tiket gw pulang ke Batulicin hari rabu, jam 08 pagi. Itu kan waktunya kita pada Sholat Ied, ya..." Itulah bunyi pesan YM dari seorang kawan yang hendak mudik di hari rabu (beliau sudah pesan tiket dari jauh-jauh hari), namun justru bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Duh...

* * * * Choirul Huda * * * * _______________________________________________________________________________ Foto: ketupat lebaran diambil via google images Note: hanya menguping, curhatan teman-teman... _______________________________________________________________________________ Serial Ramadhan Lainnya: - Ramadhan, Malam Pamungkas Menjelang Hari Yang Fitrah - Idul Fitri, Saatnya Kompasianer Saling Memaafkan... - Ramadhan, Ketika Sang Bos Konveksi "Kepusingan" Ditagih THR Pemuda Kampung... - Ramadhan, Ketika Kawanan Murid SD itu, melakukan "BUDI" (Buka Puasa Diam-diam) - Ramadhan, Sepinya Musholla Menjelang Lebaran - Serial Ramadhan: Lebaran Cuma Sehari, Sibuknya Berbulan-bulan...! - Ramadhan, Hukum Rimba di Jakarta menjelang waktu "Berbuka" Puasa... - Ramadhan, Antara Sepinya Lokalisasi dan PSK yang Mudik - 17 Agustus: Hari Kemerdekaan yang Rakyatnya sama sekali Belum Merdeka...! - Geliat Pedagang Nanas menjelang Lebaran (I) - Ramadhan, Metamorfosis Sebelum Bulan Puasa, Saat ini dan Setelah Lebaran... - Ramadhan, Mudik Naik Motor untuk Mengirit atau malah... - Ramadhan, Brakkk. Pergi mencari Gelar: Pulang tinggal Nama… - Antara Lebaran, Leburan dan Liburan?

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x