Mohon tunggu...
Rochman Hadi Mustofa
Rochman Hadi Mustofa Mohon Tunggu... Human Resources - Educator

Tertarik pada dunia Pendidikan dan Ekonomi. Berbagi pemikiran layaknya diskusi. Boleh setuju boleh tidak.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Antara Wenger dan Arsenal, Akankah Romantisme Ini Berakhir?

17 Januari 2018   06:05 Diperbarui: 18 Januari 2018   04:46 1593
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
The Invincible 2003/2004 (Sumber ilustrasi: Goal.com)

Bulan oktober 1996, 21 tahun silam tepatnya, Arsene Wenger mulai menukangi Arsenal. Semenjak saat itu romantisme Arsenal bersama Arsene Wenger dimulai. Wenger membawa kejayaan pada Highburry, kandang lama Arsenal, seperti yang belum pernah diukir oleh manajer Arsenal sebelumnya.

Pada musim keduanya Wenger berhasil menorehkan double winner dengan menjuarai Liga Premier Inggris dan Piala FA. Sebuah pencapaian yang luar biasa di tengah dominasi Manchester United, Blackburn Rovers dan Newcastle United dan persaingan dari Liverpool kala itu. Chelsea dan Manchester City masih menjadi tim papan tengah yang berjuang masuk ke zona eropa, belum sebesar sekarang. Wenger mengantarkan Arsenal menjadi finalis Piala UEFA musim 2000 namun dikalahkan oleh wakil Turki, Galatasaray. 

Wenger kemudian mempermanis catatan dengan meraih double winner kedua di musim 2001/2002 yang sekali lagi mengawinkan gelar Liga Premier Inggris dan Piala FA. Musim berikutnya meskipun gagal menjuarai liga Premier, Wenger masih mempersembahkan Piala FA setelah mengalahkan Southampton di Millenium Stadium lewat gol tunggal Robert Pires.

Catatan paling manis diukir Wenger ketika membuat rekor baru, menjuarai Liga Premier Inggris musim 2003/2004 dengan rekor invincible  atau tak terkalahkan dalam satu musim. Tidak berhenti di situ, Wenger melaju bersama Arsenal dengan mencatat 49 laga tak terkalahkan. Sebuah rekor yang melekat bersama Arsene Wenger hingga kini dan mungkin menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi The Gooners (Julukan fans Arsenal). Wenger juga membawa Arsenal menjadi klub dengan torehan Piala FA terbanyak (13 trofi) dimana ia menyumbang 7 diantaranya. Musim 2006 Wenger berhasil membawa Arsenal untuk pertama kalinya mencapai Final Liga Champion, bertemu Barcelona, raksasa Spanyol yang diarsiteki Frank Rijkaard kala itu. Gol Sol Campbell di babak pertama sayangnya tidak mampu mengantarkan Arsenal menjadi juara karena Samuel Eto'o dan Juliano Belleti membalas gol di babak kedua dan mengantarkan Barcelona menjuarai Liga Champions.

The Invincible 2003/2004 (Sumber ilustrasi: Goal.com)
The Invincible 2003/2004 (Sumber ilustrasi: Goal.com)

Sampai saat ini Wenger adalah satu-satunya pelatih di Liga Inggris yang pernah merasakan timnya tidak terkalahkan dalam satu musim.

Catatan manis Wenger sebenarnya tidak berhenti di situ, ia juga membawa Arsenal menjuarai Community Shield (Pertandingan yang mempertemukan juara Liga Inggris dengan Piala FA) sebanyak 6 kali. Wenger juga sukses membawa template  sepakbola menyerang modern melalui filosofi bermainnya di awal tahun 2000an yang membuat ia dijuluki The Professor. 

Julukan tersebut juga disematkan karena Wenger dikenal pintar melihat potensi pemain kemudian memolesnya menjadi bintang. Nama-nama seperti Nicolas Anelka, Thierry Henry, Robin Van Persie, Patrick Vieira, Ashley Cole, Robert Pires, hingga Cesc Fabregas merupakan jaminan mutunya. Beberapa pemain yang sempat meredup di klub lama pun dibuat bersinar lagi seperti Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Dua nama terakhir yang saat ini menjadi perbicangan hangat bursa transfer.

Thierry Henry, salah satu talenta terbaik yang dimiliki Arsenal dan Arsene Wenger (Sumber ilustrasi: juara.net)
Thierry Henry, salah satu talenta terbaik yang dimiliki Arsenal dan Arsene Wenger (Sumber ilustrasi: juara.net)
Namun ibarat film Titanic, kisah romansa Jack dan Rose tersebut seperti Wenger dan Arsenal. Performa Arsenal yang naik turun menunjukkan hal itu. Ditambah lagi Arsenal semenjak berganti homebase  Highburry ke Emirates Stadium belum pernah merasakan gelar major seperti Liga Premier Inggris, terakhir juara sejak era The Invincible  2003/2004, 13 tahun lebih. Hanya Piala FA dan Community Shield. 

The Gooners sudah terlalu lama merindukan titel premiership. Bahkan Arsenal juga mulai kehilangan magnetnya dalam mempertahankan pemain andalan. Robin Van Persie menyeberang ke Manchester United, Ashley Cole ke Chelsea, Samir Nasri, Gael Clichy dan Bacary Sagna ke Manchester City, dan banyak lagi pemain lain yang memutuskan hijrah. Arsenal seolah rela kehilangan pemain yang menjadi roh tim dan tetap mengandalkan pemain muda yang meskipun bertalenta, masih kurang mental jam terbang.

Saat ini kondisinya pun belum berubah, Alexis Sanchez dan Mesut Ozil santer dikabarkan segera meninggalkan Emirates dan menyeberang ke klub rival. Proses negosiasi yang alot dan manajemen yang cenderung tidak mau menggaji dengan lebih menjadi alasan. Performa klub juga angin-anginan, di liga Arsenal sudah menelan 6 kekalahan termasuk dilumat Bournemouth pekan kemarin dan saat ini berjuang masuk ke zona Liga Champions. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun