Mohon tunggu...
Iqbal RM
Iqbal RM Mohon Tunggu... --______________--

Hari ini adalah besok pada hari kemarin.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dekade Sia-sia

9 Maret 2020   01:00 Diperbarui: 9 Maret 2020   01:02 75 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Dekade Sia-sia
Ilustrasi karya Michael Kerbow

Semuanya nampak normal, begitupun dengan kabar ini; kabar yang tak satupun orang mengerti, hingga dasawarsa ini, tak satupun kunjung yang menatap tuk menetap.
Semuanya nampak lumrah; hanya saja aku gelisah: kepada kalah dan marah, aku memelas pada pasrah.

Mereka berdoa di ujung petang: ya Gedung yang maha tinggi, Jalan yang maha besar, Udara yang maha kotor, dan Keramaian yang tergesa-gesa, tunjukkanlah kami sore yang lelah, hingga kami bisa pulang ke rumah tanpa pernah dirundung keterasingan; kami adalah tumpukan hujan yang tiap hari ditampar kesenyapan.

Kupanggil namamu dengan parau suara; tak pernah terdengar, terhapus kerumunan.

Aku curiga: jangan-jangan masa kini diselesaikan di jalan raya, yang dipenuhi rasa tergesa-gesa; jangan-jangan kau salah satu di antara mereka, menjauh dari ambang kita berdua. Kuharap kita tidak lupa, kepada aksara yang pernah diungkapkan; menjauh dari keindahan yang dipalsukan. Kini dan kita, ada di dekade sia-sia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x