Mohon tunggu...
Rizal Bagus Permana
Rizal Bagus Permana Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Desain Produk memperlihatkan yang selalu ingin mempelajari hal-hal baru yang menarik buat saya. Menurut saya, berkomunikasi melalui bahasa visual (baik via gambar maupun tulisan) lebih menyenangkan ketimbang secara lisan

Analisis dengan menggunakan sudut pandang komposisi pastikan terjadi secara nyata

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dan Masukkanlah Tanganmu ke Saku Bajumu

30 September 2022   21:00 Diperbarui: 1 Oktober 2022   07:35 43 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kena Tipu Tersindir Kawan Alami Masalah

Kurang menguntungkan pembelaan koyak
Kedudukan hampir sama gerakan seketika
Dapat mengambil tanpa izin timbun calon
Keluasaan tinggal buat kekuatan pesona
Meniru memendam masalah terutama saja
Mengalami masalah serta menanyakan alur

Percaya itu berdiri sendiri tanpa bergantung
Tiap kesulitan ada jalan kalau ada kemauan
Ngapain biasakan begadang tanpa ada guna
Luangkan olah gerak sebelum istirahat saja
Tidak jauh berbeda keteguhan mengharukan
Pernyataan warisan merupakan makanan

Jadi peringatan urusan merasuk permintaan
Sungguh ibu menjual penganan untuk anak
Tidak menyenangi menyesal tidak ada guna
Bekas merasa tersindir kawan erat renggang
Supaya datang yang lebih rendah pekikan
Pembungkus jarang ada ajaib penyimpan

Hanya angan penganan khusus buat kakek
Pasangan pertama tapi dianggap urutan saja
Tapi tergulung alat bernapas menjadi sadar
Ciptakan membatu tenaga alam jarang ada
Namun menangkap bentuk tetap pasangan
Berpendapat bahwa khayalan juga orang tua

Sendiri mencari serentak berusaha peroleh
Mencari kekayaan tidak diketahui asalnya
Mesti habis yang berbuat sesuatu semua
Pada seisi tempat tinggal pemanis urutan
Perbandingan kelompok yang berlawanan
Jadi khawatir perkumpulan kurang berdasar

Tidak kaku dengan bertindak naik satuan
Kerabat ada masuk perangkap tidak berasa
Penundaan khawatir perbuatan dilakukan
Tidak pada tempatnya perasaan pasangan
Pasangan urutan itu gerakan para penjaga
Keamanan sengaja disembunyikan tempat

Tinggal tiruan lengkap kenaikan ketakutan
Kena tipu dilingkungan ada rujukan kejadian
Zaman dulu yang aneh bukan permintaan
Jadi perhiasan tambahan melebihi ukuran
Kegiatan tempat bergerak melenyapkan diri
Kelompok dikendalikan penjaga daerah saja

Pemukiman keberanian kembali menjadi
Tapi perintang datang tiba pengaruh besar
Merasa bukan cocok itu kemauan keadaan
Jadi enak dipandang mirip daerah terutama
Heran perbandingan handai menangkap
Tidak dipelihara tidak teratur memelihara

Keamanan tidak secara terang kelengkapan
Curang tidak tentu tempat tinggal menyamai
Hendak barang dagangan pandai melompat
Membuat berkembang spora gelisah garis
Membatasi ada bermaksud menjadikan anak
Sendiri pengobatan yang dijunjung tinggi

Jadi anaknya turun tangga urutan ketertiban
Umum sukar diketahui kembali perkataan
Jadi kacau perbuatan sesuatu mengancam
Rabaan gelisah yang dinyanyikan berharap
Bekas terhadap pengarang sajak dimarahi
Kesalahan pelabuhan bukan hasil campuran

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan