Mohon tunggu...
Rivah
Rivah Mohon Tunggu... Lainnya - LimaGaris

LimaGaris Tetap Membaris Sampai Kata Kata Habis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Rona Fajar yang Sama

23 November 2022   03:22 Diperbarui: 23 November 2022   03:32 62
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Riuh hembusan angin yang semilirnya sampai pada indra pendengaran 

Membukakan kembali aliran nadi dan ditutupnya buku mimpi yang tak terkendali

Beranjak mencari asal suara detak yang masih konstan menujukan masa

Dikejarnya pemandangan luar jendela

Dan sekilat menyusun opsi dalam paradigma untuk melakukan dan melangkahkan kaki kemana

Mengingat cakrawala yang gelap gulita bercampur warna yang merona dibelahan lainnya

Kaki membuat jejak untuk merealisasikan pola pra menuju Sekolah

Ardenalin teruji tapi mengapa otot ini tak bisa berfungsi cepat bagai tak direstui

Perlahan Rangkaian kerap terselesaikan

Namun mata melirik keanehan dalam sebuah Ruangan yang tak biasa disaksikan

Dan berselangnya terdengar kalimat tanya untuk Nya

Nak, hendak Kemana? Sudah Sholat Magrib?? 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun