Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

Rintar Sipahutar, S.Pd, Guru Matematika SMP Negeri 1 Lingga Utara, Kepulauan Riau "Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan"

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Juarai China Open 2018, Anthony Ginting Lupakan Mimpi Buruk di Asian Games 2018

23 September 2018   18:23 Diperbarui: 23 September 2018   18:43 890 4 1
Juarai China Open 2018, Anthony Ginting Lupakan Mimpi Buruk di Asian Games 2018
(sumber: LINE Today)

Mimpi Buruk Anthony di Asian Games 2018

Tidak bisa dipungkiri, Asian Games 2018 adalah mimpi buruk bagi pebulutangkis muda Anthony Sini Suka Ginting.

Mengapa?

Meskipun berhasil meraih medali perak pada nomor beregu putra dan medali perunggu pada nomor tunggal perorangan putra, tetapi 2 kekalahan tragis Anthony Ginting pada pertandingan terakhir yang sangat menentukan, benar-benar membuat Anthony Ginting sangat terpukul.

Anthony Ginting tentu memasang target jauh lebih tinggi dari hasil tersebut mengingat pesta olahraga terbesar se-Asia yang diselenggarakan 4 tahun sekali itu dihelat di Indonesia.

Pada final bulutangkis beregu putra Asian Games 2018, Anthony harus ditandu ke luar lapangan saat menuntaskan pertandingan dengan kekalahan atas pemain China Shi Yuqi. Anthony Ginting terpaksa mundur pada saat set penentuan dengan skor akhir 21-14, 21-23, 20-21.

Pada laga ini, Anthony Ginting tidak seharusnya ditandu keluar dan mengalami kekalahan seandainya saja Anthony bermain tenang dan menutup set kedua dengan kemenangan. Ketika itu Anthony sudah sempat unggul dengan kedudukan 20-16. 

Tetapi kesalahan demi kesalahan yang dilakukan Anthony dan mentalnya yang cenderung terus menurun, membuat kedudukan berbalik menjadi 21-23 untuk kemenangan Shi Yuqi pada set kedua dan set ketiga sebagai penentuan pun terpaksa harus dimainkan.

Jadi cidera yang dialami Anthony pada set ketiga sebenarnya lebih diakibatkan kesalahan-kesalahan fatal pada set kedua yang sangat menguras tenaga dan mentalnya.

Pada semifinal bulu tangkis perorangan putra Asian Games 2018, Anthony Sinisuka Ginting, juga gagal melaju ke babak final setelah takluk 21-16, 21-23, 17-21 dari wakil Chinese Taipei, Chou Tien-chen.

Pada laga ini pun Anthony terbilang apes. Kekalahan Anthony pada set kedua melalui deuce sebenarnya tak perlu terjadi seandainya Anthony pada posisi mental yang prima. 

Jadi menurut saya, dua kekalahan tragis Anthony Ginting pada pertandingan yang sangat menentukan pada Asian Games 2018 adalah faktor mental dan hal itu sungguh merupakan mimpi buruk karena Anthony bermain di hadapan suporter Indonesia yang terkenal sangat fanatik.

Lupakan Mimpi Buruk, Anthony pun Berjaya di China Open 2018

Saya yakin Anthony Ginting tidak memasang target yang terlalu tinggi di China Open 2018. Target juara tentu diimpikan setiap peserta China Open 2018, tetapi bagi Anthony bukan merupakan target utama.

Tetapi kenyataan di lapangan berkata lain Mental yang sangat prima yang ditunjukkan Anthony di China Open 2018, jauh melebihi performanya saat bertanding di hadapan suporter Indonesia pada Asian Games 2018.

Dan akibatnya pun sungguh sangat dahsyat. Di luar dugaan, Anthony berhasil "membunuh 3 raksasa" sebelum akhirnya berhasil menembus babak final. Dan Anthony pun mendapat julukan The Killer Giant dari awak media setelah berhasil "membunuh" 4 juara dunia hingga berhasil keluar menjadi juara.

Pada babak pertama China Open 2018, Anthony berhasil mengalahkan raksasa juara dunia lima kali asal China, yakni Lin Dan dengan skor 22-24, 21-5, 21-19.

Lalu pada babak kedua China Open 2018, Anthony Ginting berhasil menumbangkan pebulutangkis asal Denmark sekaligus penyandang juara dunia 2017, Victor Axelsen, dengan skor 18-21 dan 17-21.

Selanjutnya, pada perempat final, Anthony berhasil mengalahkan Wakil China yang juga menjadi juara dunia 2015, melalui rubber set 18-21, 22-20, 21-16.

Dan akhirnya Anthony Sini Suka Ginting berhasil keluar sebagai Juara Tunggal Putra China Open 2018 usai mengalahkan wakil Jepang, Kento Momota di partai final, dengan skor 23-21, 21-19, di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Changzhou, China, Minggu (23/9/2018).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2