Rintar Sipahutar
Rintar Sipahutar Guru

Rintar Sipahutar, S.Pd, Guru Matematika SMP Negeri 1 Lingga Utara, Kepulauan Riau "Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan"

Selanjutnya

Tutup

Puisi

[Nyanyian Tengah Malam] Untuk Putri Tunggalku

17 April 2018   08:43 Diperbarui: 24 April 2018   22:06 545 0 1
[Nyanyian Tengah Malam] Untuk Putri Tunggalku
Putri Tunggalku (dok. pribadi)

Tadi malam aku memukul putriku satu-satunya di betisnya tidak hanya sekali,

Aku lepas kendali dan hampir saja aku mencelakainya

Darahku mendidih, mataku gelap dan ubun-ubunku panas

Kata-kataku pasti menyakiti hatinya yang lembut dan melukai perasaannya yang halus

Padahal aku begitu mencintainya lebih dari diriku sendiri jauh melebihi apapun

Aku ada untuk dia, dari dia lahir, sekarang dan untuk masa depannya aku tetap ada

Aku mengasihinya, menyayanginya, mencintainya, umma... umma...

Aku memanggilnya cinta, menyebutnya cayang, mengatakannya gadis, menyapanya boru, boyu dan apapun yang lebih indah dari itu

Aku menyesal, air mataku tumpah. Ketika dia tidur aku memandangi bekas pukulan di betisnya dan mengusapnya

Tidak ada hal serius sehingga aku memukulnya selain dari kebodohan yang memenuhi kepalaku

Aku menyesal dan tidak seharusnya melakukannya

Kesalahannya tidak terlalu besar sehingga aku menghukumnya seberat itu

Dia ingin aku mengerti ketika aku menuntut untuk dimengerti seisi rumahku

Aku berdalih ruwetnya kepalaku dengan tekanan ini-itu,

Seharusnya akulah yang harus mengerti semua anak-anakku,

Aku salah... dan aku tidak akan mengulanginya

Aku harus mendidik anak-anakku dengan cara yang benar... bukan dengan emosional sedikit pun,

(RS)