Mohon tunggu...
Rijo Tobing
Rijo Tobing Mohon Tunggu... Novelis - Novelis

Penulis buku kumpulan cerpen "Randomness Inside My Head" (2016), novel "Bond" (2018), dan kumpulan cerpen "The Cringe Stories" (2020) dalam bahasa Inggris. rijotobing.wordpress.com. setengah dari @podcast.thechosisters on Instagram.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Jumanji dan "Kutukan" Dwayne Johnson

20 Januari 2018   01:05 Diperbarui: 20 Januari 2018   14:19 2890
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Jumanji: Welcome to the Jungle| Sumber: Frank Masi/IMDB

Pada malam hari kotak Jumanji bergerak-gerak, mengeluarkan suara tambur, dan membuat si anak penasaran membukanya. Kamera kemudian menyoroti ledakan cahaya berwarna hijau di dalam rumah yang didiami oleh anak laki-laki itu dan keluarganya.

Cerita kemudian berpindah ke sebuah daerah pinggiran kota di tahun 2016. Empat orang siswa SMA mendapatkan hukuman dari kepala sekolah mereka karena berbuat kesalahan yang berbeda-beda. Mereka disuruh membersihkan sebuah gudang yang akan diubah menjadi pusat komputer. Salah seorang dari mereka yang bernama Fridge (seorang atlet football) menemukan video game dan kartu memori bertuliskan 'Jumanji'. 

Karena bosan bersih-bersih, mereka memutuskan untuk bermain game sebentar. Setelah memilih avatar masing-masing, mereka berempat terisap ke dalam permainan video game itu dan terbangun di hutan yang dikutuk karena ada orang serakah yang mencuri permata Jaguar's Eyes supaya dia bisa mengendalikan hewan-hewan di dalam hutan Jumanji.

Avatar keempat orang ini sangat berbeda dari fisik mereka di dunia nyata. Spencer yang cungkring menjadi kekar dan berotot (Dwayne Johnson), Fridge yang tinggi besar menjadi pendek (Kevin Hart. Film Jumanji adalah film reuni mereka setelah film Central Intelligence), Martha yang kutu buku menjadi cewek jagoan ala Lara Croft -- Tomb Rider (Karen Gillan), dan yang terakhir Bethany yang seksi dan modis berubah menjadi seorang pria gendut setengah-baya (Jack Black).

Tak disangka, petulangan mereka untuk merebut kembali permata Jaguar's Eyes dari orang jahat dan mengembalikannya ke Jaguar Statue supaya kutukan atas Jumanji berakhir ditampilkan dengan menarik. Setiap avatar punya kekuatan dan kelemahan masing-masing, dan daftar kekuatan dan kelemahan itu ditampilkan lewat layar yang mengambang di udara (persis seperti display di adventure game) dan harus digunakan selama petualangan mereka untuk mencapai Jaguar Statue. 

Setiap karakter diberikan tiga nyawa sampai mereka bisa menamatkan game. Di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Kapten Seaplane (Nick Jonas) yang ternyata adalah anak laki-laki yang terisap masuk ke dalam game Jumanji pada tahun 1996 (Alex Vreeke). Akhir cerita, permata bisa dipasang kembali di Jaguar Statue, orang jahat dikalahkan, kutukan atas hutan Jumanji berakhir, dan keempat anak SMA kembali ke gudang tempat mereka dihukum.

Film Jumanji 2 ini ringan. Konfliknya ga serius, alur ceritanya yang persis seperti sebuah game cukup menimbulkan perasaan nostalgia buat saya yang tumbuh bersama game console Nintendo, Sega, dan Playstation 1. Saat karakter kehilangan nyawa dan muncul kembali di dalam game dengan cara jatuh dari langit menggambarkan dengan tepat apa yang kira-kira dilihat seorang avatar yang berada dalam game saat melihat avatar lain "hidup kembali" setelah "nyawanya menghilang".

Yang saya paling tidak sangka dari film ini adalah akting Dwayne Johnson yang cocok sebagai remaja yang super galau seperti Spencer di dunia nyata. Selama ini kan dia selalu memerankan jagoan tiada tanding-tiada banding-tiada takut-tiada mati. Namun di Jumanji, Dwayne Johnson terlihat punya ketakutan, keraguan, ketidakpercayaan diri, dll yang sebenarnya wajar dimiliki oleh seorang pria bertubuh terlalu besar seperti dirinya.

Jalan cerita Jumanji yang cukup sederhana juga tidak menuntut kemampuan akting yang tinggi dari seorang Dwayne Johnson. Dialog yang pendek-pendek dan cara bicara yang persis sama dengan semua film lain yang dia pernah bintangi (termasuk saat jadi pengisi suara untuk film Moana) membuat Dwayne Johnson teramat cocok untuk memerankan karakter anak remaja seperti Spencer.

Kevin Hart sebagai Fridge lucu dengan cara bicara, gerak tubuh, banyolan yang khas aktor Afrika-Amerika. Saya jauh lebih suka Kevin Hart di film ini daripada di film Central Intelligence. Karen Gillan sebagai Martha terlalu mirip dengan Lara Croft sehingga dia tidak terlihat istimewa di mata saya. Jack Black berakting sangat tepat sebagai Bethany, wanita muda yang singset yang terperangkap di dalam tubuh pria tua yang gendut. Banyak kelucuan yang muncul di dalam film ini karena Jack Black yang kikuk dengan tubuh barunya.

Adegan yang saya tidak suka adalah saat Spencer dan Fridge mengajari Bethany pipis ala cowok; adegan ini dibuat terlalu panjang dan bertele-tele. Pipis ya pipis, terlepas dari bagaimana bentuk saluran ekskresinya. Dan hal kedua yang saya tidak suka dari film ini adalah homosexual innuendo yang muncul sejak Spencer dan kawan-kawan bertemu dengan Kapten Seaplane/Alex Vreeke. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun