Mohon tunggu...
Muhammad Rifqi Maulid
Muhammad Rifqi Maulid Mohon Tunggu... Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran

Hanya berusaha menjadi seorang penuntut ilmu Islam Pekerjaan : Pengajar paruh waktu di Rumah Quran Al-Fatih Bisnis : The Coffee's Story Aquaboth Movie, Design and Consultant Mawapres 1 Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sikap Pertengahan di Tengah Pandemi Covid-19

5 April 2020   10:57 Diperbarui: 5 April 2020   13:33 29 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sikap Pertengahan di Tengah Pandemi Covid-19
Perlunya Menjadi Moderat antara Satu Sisi dengan Sisi Lainnya

Kita tentu kesal dengan seseorang yang dengan bodohnya berujar, "Hey, untuk apa anda takut pada virus corona? Takutlah hanya kepada Allah!" Ia berujar seolah manusia tidak diberikan kemampuan untuk menjaga jiwa raganya. Ia tetap pergi ke masjid untuk melakukan shalat lima waktu serta ke pasar untuk berjualan. 

Lebih parahnya lagi, seseorang tersebut tidak rajin mencuci tangan untuk menjamin diri beserta barang dagangannya aman dari kontaminasi Virus SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan Virus Corona.

Akan tetapi di sisi lain, orang tersebut ada benarnya. Memang hendaknya bagi manusia untuk hanya menyerahkan rasa rakutnya pada Allah. Namun rasa takut yang di maksud pada konteks ini adalah dalam perkara ibadah (sehingga seseorang selalu menjalankan perintah Allah), maksiat (sehingga seseorang selalu menjauhi larangan Allah) dan syirik (sehingga seseorang hanya mencintai Allah). 

Rasa takut yang timbul pada diri seseorang ketika berhadapan dengan Virus Corona adalah serupa dengan yang akan dialami ketika berhadapan dengan singa, istilah rasa takut ini dikenal dengan nama khauf thabi'i

Jenis rasa takut yang terakhir penulis sebutkan adalah wajar, Islam pula menjelaskan bahwa hal ini diperbolehkan sebagaimana Nabi Musa ketika berada dalam pengejaran Fir'aun dan bala tentaranya (Q. S. Al-Qashash [28] : 21).

Ya, takut terhadap virus yang sedang melanda ini adalah wajar dan hendaknya disikapi dengan sewajarnya. Seseorang tidak boleh menjadikan ketakutan pada virus berada di atas ketakutannya kepada Allah. 

Tidak boleh bagi seseorang berlebihan dalam membangun rasa takutnya sehingga menerjang segala kekuasaan Allah yang maha memberi nikmat sehat. 

Hanya Allah yang mampu mendatangkan penyakit, maka hanya Dia-lah yang mampu mengangkat suatu penyakit. Inilah akidah seorang muslim, senantiasa merasa rendah ketika dihadapkan dengan Rabbul'alamiin.

Islam mengajarkan sebuah filosofi kehidupan yang bernama aqidah al-wasithiyah. Filosofi ini menjelaskan berbagai macam hal yang mencakup sikap pertengahan dalam menghadapi berbagai pemikiran dan opini manusia. Secara singkat, filosofi ini diperlukan untuk membentuk sikap moderat dalam diri seorang muslim.

Termasuk pembahasan aqidah al-wasithiyah ini adalah menyikapi pandemi Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini. Seseorang yang memiliki akidah yang baik, ia tidak hanya menggantungkan dirinya kepada Allah Ta'ala tanpa menempuh sebab-sebab yang dapat menyelamatkan dirinya dari serangan penyakit. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN