Mohon tunggu...
Rifki Feriandi
Rifki Feriandi Mohon Tunggu... Relawan - Open minded, easy going,

telat daki.... telat jalan-jalan.... tapi enjoy the life sajah...

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

'Anjing, Tolol': Bolehkah Ngomong Begitu? Penghalusan Bahasakah?

14 September 2022   06:37 Diperbarui: 14 September 2022   06:55 122 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

'ANJING. TOLOL'. BOLEHKAH NGOMONG BEGITU? PENGHALUSAN BAHASAKAH?

'Yah, boleh gak sih ngomong 'anjing' dalam obrolan tapi tidak menyangkut binatang?'.

Belakangan ini, sejak masuk SMP, beberapa pertanyaan si Ade dalam obrolan di mobil tidak lagi menyangkut halal haram. Dia sekarang sudah cukup matang memahami itu dan mengerti dengan sendirinya. Tentu dibantu dengan pelajaran di sekolah dan kesukaan dia baca buku. Topik obrolan sekarang bergeser lebih ke....ADAB dan AKHLAK.

Ya seperti pertanyaan itu.

Si Ayah kebetulan punya concern tentang itu. Sering banget ketemu anak muda bercakap dengan menyelipkan kata 'anjing', seperti sebagai kata selipan biar akrab. Kalau dengar itu, si Ayah membatin sendiri. Apalagi kata itu juga sekarang diucapkan anak perempuan.

'Ya ampun kasar amat'.

Terakhir dengar penggunaan kata 'anjing' dipakai dalam obrolan akrab itu saat ngecamp waktu naik Gunung Arjuno. Waktu ngobrol dengan tenda sebelah yang diisi anak muda, sesama mereka ngobrolnya tuh menyelipkan kata 'anjing'. Padahal ya, yang ngobrol itu anak-anak berpendidikan, baru wisuda. Dan dari wajahnya, mereka terlihat bukan orang berandalan atau anak-anak nakal.

Kembali ke pertanyaan si Ade, si Ayah tidak menjawab langsung. Si Ayah mencoba memberi pengertian.

'Dari dulu jaman Ayah seusia Ade, sudah ada orang yang ngomong 'anjing'. Dan itu kasar sekali', begitu si Ayah memulai.

'Dan yang ngomongnya pun biasanya anak-anak nakal, berandalan gitu De. Nah, Ayah gak bisa menyatu dan bergaul dengan orang yang kayak gitu. Aki Papap cukup galak soalnya kalo dalam urusan tatakrama, adab sopan santun'.

Si Ade serius mendengarkan sambil leyeh-leyeh di kursinya. Biasa, pulang sekolah dia kecapekan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan