Mohon tunggu...
Rifa Uluwiyah
Rifa Uluwiyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pelajar

Tuhan mengijinkan matahari menyengat tapi pohon menawarkan keteduhan Anggap, ini adalah ruang kontemplasi, agar perenungan mendalam kita berperan Ini bukan tipuan psikologis tapi anugrah teologis,karena hidup adalah keajaiban konstan

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Kereta Cinta

29 Juli 2022   20:54 Diperbarui: 29 Juli 2022   20:57 65 3 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Secara Teologi, kereta mewakili faham fatalisme (jabariyyah) yang cukup sempurna. Kereta bergerak dan berhenti pada jalur, tempat, dan waktu yang terpola. Kita tidak bisa mengendalikan perjalanannya sesuai kehendak kita.

Kaitannya dengan cinta, sepertinya kita suka berpikir bahwa hidup kita akan terlihat seperti jalur kereta yang panjang, mulus, dan tidak terputus yang terbentang di depan (utopia). Padahal, jalur kereta selalu beriringan dengan terowongan gelap gulita (distopia).

Kemudian, Stasiun melambangkan bahwa seseorang dapat pergi dari satu titik ke titik lain, kemudian berlalu. Seperti itulah Cinta, kita dipertemukan di stasiun A, kita tidak tahu siapa yang akan turun terlebih dahulu di stasiun B. Sebab, pertemuan ini dirancang untuk temporal kronikal, bukan abadi.

Sebagai dramatisasi petualangan spiritual dan emosional, kereta menyediakan ruang yang tepat untuk bermeditasi dan berkontemplasi tentang hakikat perjalan hidup kita. Bagi Michael Foucault, kereta merupakan heteropia. Ada ruang lain antara utopia dan distopia.

Bila tiba waktunya, naik kereta harus siap turun, seperti halnya perjalanan cinta, harus siap BERAKHIR. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan