Mohon tunggu...
Rifan Bilaldi
Rifan Bilaldi Mohon Tunggu... Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI. Pendidikan adalah gerbang harapan dan bahasa adalah kunci pendidikan. Kita harus menjunjung tinggi pendidikan, pengembangan dan pembinaan bahasa Indonesia

Yuk! Tingkatkan kualitas pendidikan dan mengenal serta belajar bahasa Indonesia untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

Inilah 6 Syarat Ketepatan Pemilihan Kata (Diksi) dalam Kepenulisan

1 September 2020   22:56 Diperbarui: 5 September 2020   07:45 662 27 7 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Inilah 6 Syarat Ketepatan Pemilihan Kata (Diksi) dalam Kepenulisan
ilustrasi kamus. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Apakah kalian pernah mengalami kesulitan dan kebingungan dalam memilih kata yang tepat untuk tulisan kalian? Kita terkadang ketika menulis atau berkata di depan umum, kata-kata yang digunakan hanya itu-itu saja.

Permasalahan di atas tersebut sering kali ditemukan, terutama bagi orang-orang yang tidak memahami bahasa Indonesia secara mendalam. Dalam mempelajari bahasa Indonesia, otomatis membuat pembendaharaan kata kita terus bertambah.

Pembendaharaan kata atau disebut juga dengan kosakata adalah kumpulan kata-kata yang terdapat dalam bahasa Indonesia yang telah dimuktahirkan. Setelah kita menguasai banyak kosakata, kita dapat mengimplilasikannya dalam komunikasi tulis maupun lisan, dengan memilih kata yang tepat.

Maksud memilih kata yang tepat seperti apa sih? Kalian masih bingung? Mudahnya seperti ini, pemilihan kata yang tepat harus disesuaikan dengan tema dan topik yang ingin ditulis atau dibicarakan. Contohnya kita diperintahkan untuk memimpin upacara peringatan hari Sumpah Pemuda, dengan topik pemuda penggagas Indonesia maju, lalu yang ingin kita bicarakan adalah tentang pemuda yang dapat memajukan Indonesia.

Maka dari itu, kata-kata yang digunakan atau yang dipilih haruslah tepat dan dapat diterima oleh peserta upacara. Contoh lain, kita akan melakukan lomba menulis esay tentang kesehatan, maka pemilihan kata (diksi) yang digunakan harus sesuai atau ada keterkaitannya dengan bidang kesehatan atau medis.

Karena kebanyakan di saat kita mengangkat sebuah topik ke dalam tulisan atau wicara tentang tema yang telah ditentukan, kita kerap kali kebingungam dan kesulitan memilih kata yang tepat untuk pembawaan topik tersebut.

Maka dari itu, dalam tulisan ini akan membahas tentang 6 syarat ketepatan pemilihan kata (diksi) dalam tulisan dengan terus berlatih ketajaman dan ketangkasan kalian.

(Sumber. Dokpri)
(Sumber. Dokpri)

1. Dapat Membedakan Denotasi dan Konotasi

Kalian sudah tahu apa itu denotasi dan konotasi? Kalau sudah tahu syukur tinggal pengaplikasiannya saja. Namun, bagi yang belum mengetahuinya akan diberikan penjelasan secara singkatnya.

Denotasi menurut KBBI adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukkan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau yang didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat objektif. Dapat disimpulkan bahwa denotasi merupakan makna yang sebenarnya.

Sedangkan konotasi kebalikan dari denotasi yairu bagian dari pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata, atau makna yang ditambahkan pada makna denotasi. Dapat disimpulkan bahwa konotasi bukan merupakan makna yang sebenarnya, bisa berupa kiasan, bahasa cakapan, arkais atau ragam bahasa lainnya.

Maka dari itu, untuk dapat melakukan ketepatan pemilihan kata (diksi) syarat pertama ini harus dapat dikuasai atau dipahami dengan ketangkasan pikiran kita. Berikut contoh pembedaan makna denotasi dan konotasi.

(a) Bunga bangkai sangat semerbak aroma baunya.
(b) Tito pergi ke bank untuk meminjam uang, dengan bunga bank tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x