Mohon tunggu...
Ridwan Said Al Ghazali
Ridwan Said Al Ghazali Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Saya merupakan seorang mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mahasiswa Asistensi Mengajar UM 2023 Kombinasikan Teknologi Spasial dengan Seni

13 Juni 2023   16:59 Diperbarui: 13 Juni 2023   17:03 251
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 2023 MENGKOMBINASIKAN TEKNOLOGI SPASIAL DENGAN SENI PADA MATA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

Kegiatan Kampus Merdeka -- Asistensi Mengajar merupakan sebuah implementasi lapangan dalam usaha memeratakan Pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berupa program kegiatan pembelajaran di satuan Pendidikan yang dilakukan oleh Mahasiswa. Asistensi Mengajar dilakukan kurang lebih selama 6 bulan. Tujuan utama dari kegiatan asistensi mengajar ini adalah memberikan relasi dan pengalaman untuk Mahasiswa dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan melalui profesi Guru di satuan Pendidikan.

Dalam pengimplementasian pembelajaran Abad-21 Mahasiswa UM Prodi Pendidikan Geografi melakukan pembelajaran berbasis teknologi geospasial yang dikombinasikan dengan keindahan seni. Kegiatan ini dilakukan di kelas 10 pada materi Dinamika Hidrosfer dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan. Terdapat  Mahasiswa dari Program Studi Geografi yaitu diantaranya: 1) Ilda Safira Permata Jiwi 2) Risma Nur Atiqoh 3) Ridwan Said Al Ghazali 4)Shinta Putri Dwika Haryadi 5) Shintya Pratiwi 6) Siti Alfiany Fauziah.

Pada era globalisasi seperti sekarang ini dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat pesat maka dari itu perlu adanya mengimplementasikan pembelajaran abad 21. Dalam pembelajaran Abad-21 ini sangatlah membutuhkan inovasi dalam proses pembelajaran dengan tujuan siswa dapat mengembangkan 4 keterampilan yaitu, Critical Thinking, Creative Thinking, Communication, and Combination. Critical Thinking (berpikir kritis) yaitu kemampuan siswa dalam berpikir kritis berupa bernalar, mengungkapkan, menganalisis dan menyelesaikan masalah. Creative Thinking atau berpikir kreatif  adalah suatu kemampuan  untuk memberikan  gagasan - gagasan yang  baru  dan  menerapkannya  dalam  pemecahan suatu  masalah yang terjadi. Communication atau keterampilan komunikasi merupakan suatu proses perkembangan kecakapan yang menuntut pengalaman, waktu, kesempatan, latihan - latihan keterampilan khusus dari seorang pembimbing. Combination atau kemampuan dalam kerjasama dapat diartikan sebagai kemampuan yang dilakukan oleh beberapa siswa untuk saling membantu satu sama lain sehingga tampak kebersamaan dan kekompakan untuk mencapai suatu tujuan bersama. Keterampilan 4C wajib dikuasai dan dimiliki oleh setiap peserta didik guna menghadapi tantangan abad 21 saat ini. Inovasi berupa model pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan. Inovasi yang sesuai identic dengan pemanfaatan Teknologi. Pemanfaatan teknologi ini sangat penting adanya agar para siswa dapat belajar secara lebih mendalam dan tidak tertinggal dengan era teknologi masa sekarang.

dokpri
dokpri

Enam mahasiswa tersebut terus mencoba untuk mengembangkan suatu inovasi melalui teknologi dan media digital. Salah satunya adalah penerapan teknologi geospasial berupa peta citra Google Earth Pro yang memiliki kegunaan dalam mengkaji suatu aspek keruangan dan segala fenomena yang ada di permukaan Bumi. Selain itu Mahasiswa juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggambarkan peta pada kertas milimeter block. Hal tersebut dilakukan agar siswa mampu mendapatkan visualisasi terkait fenomena geosfer yang mereka telah kaji. Tidak hanya visualisasi yang didapatkan, namun siswa juga akan mengerti  keindahan seni grafis, dan tulis. Selain itu Mahasiswa juga memberikan tugas pembuatan desain grafis berupa infografis secara berkelompok. Dengan hal tersebut Siswa dapat melatih kemampuan berpikir spatial yang menjadi dasar utama dalam pembelajaran geografi. Secara tidak langsung siswa juga mampu dalam mengkomunikasikan dan berfikir secara kritis.

Dalam kegiatan belajar dan menggambar peta berbantuan teknologi geospasial ini dilakukan di kelas X1 dan X2, sedangkan kegiatan pembelajaran berbasis desain grafis dilakukan di kelas X5. Pada awalnya siswa diberikan stimulus mengenai Pola Sungai pada materi Hidrosfer. Kemudian akan disajikan peta satelit yang digunakan untuk mencari pola nyata pada permukaan Bumi. Setelah itu siswa dapat mencari, memahami, dan menganalisis persebaran Pola Sungai. Pola Sungai ini terdiri dari 8 yaitu Pola Dendritik, Pola Radial Sentrifugal, Radial Sentripetal, Pola Annular, Pola Pinnate, Pola Parallel, Pola Rektangular, dan Pola Trellis. Setelah penampilan foto citra siswa diberikan 17 foto citra yang menggambarkan persebaran pola Sungai di Dunia. Kemudian siswa dihimbau untuk menganalisis, memilah, dan memutuskan 8 Pola sungai dari ke 17 Gambar tersebut.

dokpri
dokpri

Selama praktik tersebut seluruh siswa sangat bersemangat dan antusias dalam mengkaji, dan memilih pola di setiap gambarnya. "Kegiatan ini sangat memudahkan kami dalam mengingat 8 Pola Sungai." Ujar Belva, salah satu siswa kelas X2. Setelah kegiatan ini selesai, siswa SMA Islam Kepanjen menuliskan secara sistematis berupa laporan project gambar Persebaran Peta Pola Sungai di Dunia. Kegiatan ini memberikan semangat baru kepada siswa untuk mempelajari Geografi. Banyak siswa yang berpendapat bahwasanya "Pelajaran Geografi sangat membosankan sebelum kami mengenal teknologi digital dan penerapan model pembelajaran yang asik seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang".

Selain melakukan kegiatan pembelajaran yang berbasis Google Earth dalam mengkaji bentuk sungai, Mahasiswa Asistensi Mengajar Universitas Negeri Malang juga mengenalkan beberapa web yang dimanfaatkan sebagai Teknologi Geospasial. Teknologi geospasial adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai alat modern yang berkontribusi terhadap pemetaan dan analisis geografis. Teknologi ini telah berkembang dalam beberapa bentuk sejak peta pertama digambarkan pada zaman prasejarah. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas XI IPS 1 pada hari Selasa, 30 mei 2023.  Kegiatan ini memiliki tujuan untuk mengenalkan dasar - dasar dari beberapa web yang menyediakan data-data yang diperlukan dalam mata pelajaran geografi. Siswa diharapkan dapat mengenal web tersebut agar suatu saat jika mereka melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, mereka sudah tidak asing lagi dengan beberapa web tersebut.

dokpri
dokpri

Website yang dikenal oleh Mahasiswa Asistensi Mengajar antara lain : Inarisk, Google Earth, dan Magma Indonesia. Inarisk adalah aplikasi android dan ios yang menampilkan tingkat bahaya bencana yang ada di lokasi tertentu. Inarisk ini berupa portal kajian mengenai risiko suatu bencana yang menggunakan arcgis server dalam menampilkan informasi cakupan wilayah yang terancam bencana, kerentanan (populasi, lingkungan, kerugian fisik, dan ekonomi) kapasitas, dan risiko bencana yang telah terintegrasi dengan realisasi pelaksanaan pengurangan resiko bencana sebagai suatu alat untuk penurunan indeks risiko bencana. Manfaat dari inarisk ini secara umum yaitu dapat digunakan oleh semua kalangan dimanapun dan kapanpun, termasuk oleh masyarakat yang digunakan dalam dalam menyusun rencana dalam penanggulangan suatu bencana dan selain sebagai portal untuk sharing data data spasial juga digunakan sebagai alat diseminasi hasil dalam kajian risiko bencana oleh pemerintah sebagai dasar perencanaan program pengurangan resiko bencana. Website Inarisk ini dapat di akses melalui alamat url https://inarisk.bnpb.go.id/inariskapps.

Sedangkan Google Earth adalah sebuah program globe virtual yang sebenarnya disebut dengan Earth Viewer dan dibuat oleh Keyhole, Inc. Program google earth ini dapat memetakan bumi dari superimposisi gambar yang dikumpulkan dari pemetaan satelit, fotografi udara dan globe GIS 3D. Google Earth menampilkan gambar virtual satelit permukaan bumi dengan resolusi yang dapat diatur, sehingga pengguna dapat memperoleh informasi dalam bentuk visual seperti jalan, sungai, rumah, gunung, dan lain sebagainya. Google Earth memungkinkan penggunanya untuk mencari alamat sedetail mungkin, memasukkan koordinat atau mencari lokasi. Manfaat dari google earth yaitu sebagai navigator dalam menunjukan arah bagi seseorang yang akan bepergian, mempercepat pencarian suatu lokasi, dan dalam mencari lokasi yang akan dituju akan menjadi sangat efektif dan efisien. Website Google Earth dapat diakses melalui https://www.google.co.id/intl/id/earth/.

Dan yang terakhir ada Magma Indonesia. MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) adalah aplikasi multiplatform (web & mobile) dalam jaringan berisikan informasi dan rekomendasi kebencanaan geologi terintegrasi (gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah) yang disajikan kepada masyarakat secara kuasi-realtime dan interaktif. Sistem ini dibangun dan dikembangkan secara mandiri oleh PNS Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak tahun 2015 dengan menggunakan teknologi terkini berbasis open-source. MAGMA Indonesia berisikan informasi dan edukasi tentang kejadian gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Indonesia. Informasi yang disajikan berupa lokasi kejadian bencana, kondisi wilayah bencana, faktor penyebab, peta lokasi bencana, dampak kejadian bencana, rekomendasi dan lain lain. Informasi-informasi tersebut disajikan secara deskriptif agar mempermudah siapapun yang melihat untuk memahami informasinya. MAGMA Indonesia ditampilkan berupa peta wilayah Indonesia yang disertai simbol-simbol untuk memberi tanda tentang kejadian bencana seperti gunung api, gerakan tanah, gempa bumi dan tsunami yang ada di suatu daerah. Kemudian dengan simbol-simbol yang ditampilkan kita hanya dengan mengklik salah satu simbol yang kita ingin ketahui informasinya maka akan muncul informasi informasi mengenai kejadian bencana tersebut. Website Magma Indonesia ini dapat diakses pada link https://magma.vsi.esdm.go.id/#.

Dalam kegiatan ini, dapat terlihat siswa sangat aktif bertanya. Wajar karena sebelumnya siswa belum pernah mengetahui apa itu Geo Spasial. Melihat antusias siswa tersebut membuat kami para mahasiswa Asistensi Mengajar sangat bersemangat dalam memberikan edukasi mengenai Geo Spasial. Menurut kami, penting bagi siswa-siswi ini untuk mengenal secara lebih jauh mengenai pengetahuan spasial. Pengetahuan spasial ini sangatlah berguna untuk diimplementasikan oleh siswa dalam kegiatan sehari-hari. Selain memaparkan materi, siswa juga diperbolehkan untuk mencoba langsung pada web Inarisk. Salah satu siswa mulai mencoba dengan menunjukan dimana letak titik rumahnya dengan jarak yang ditempuh untuk sampai ke sekolah. Ada pula siswa yang mencoba untuk mengetahui letak jarak rumah saudaranya.

 

Memang belajar Geo Spasial itu sangatlah menarik bagi siswa SMA yang sebelumnya sama sekali tidak mengetahui apa itu Geospasial. Dapat dikatakan bahwa, pembelajaran teknologi Geo Spasial ini telah berhasil. Bagi kami mahasiswa Asistensi Mengajar, khususnya pada program studi Pendidikan Geografi berupaya terus untuk memberikan pengetahuan - pengetahuan yang terintegrasi pada teknologi. Terlebih lagi pada saat ini kemampuan pengoperasian teknologi sangatlah berguna untuk menunjang kehidupan mereka. Maka dari itu, kami sangatlah senang dengan antusiasme pada siswa dan siswa kelas XI IPS 1 SMA Islam Kepanjen yang ternyata ingin terus mengasah rasa pengetahuan mereka mengenai pembelajaran teknologi Geo Spasial ini. Untuk kedepannya, diharapkan siswa dan siswi yang telah mengikuti kegiatan ini dapat mengimplementasikan ilmu tersebut ke kehidupan sehari-hari mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun