Mohon tunggu...
Ridhwan Kulainiy
Ridhwan Kulainiy Mohon Tunggu... Hidup untuk berpengetahuan, bukan berdiam diri dalam ketidaktahuan oranglain

Hidup untuk menjadi berpengetahuan, bukan untuk berdiam diri dalam ketidak tahuan oranglain. wordpress : https://www.reysjournal.wordpress.com facebook : @ridwan.komando21 Fanspage : @kulaniy.komando twitter : @kulaniy1708 Instagram : @ridhwans_journal Gopay : 081286447918

Selanjutnya

Tutup

Politik

Balada Negeri Demokrasi dan Relevansi Parpol

29 Februari 2020   03:04 Diperbarui: 29 Februari 2020   03:44 164 0 0 Mohon Tunggu...

Indonesia sangatlah subur, saking suburnya orang Asing menanamkan satu bibit pemikiran berjenis Demokrasi di kancah perpolitikan, kini ParPol yang mengatasnamakan Demokrasi mulai tumbuh tak terbendung.

Anehnya, kita seolah enjoy saja menghadapi ini semua. Entah karena kita yang terlampau bodoh atau mereka yang kebangetan pinter.

Mereka semua mengusung Demokrasi, dengan beragam intepretasi (penafsiran). Kita kebelakangkan soal penafsiran individu ataupun kelompok, mari kita memandang bahwa Demokrasi secara utuh dan berpikir bahwa mereka semua (parpol-parpol) memiliki pemahaman yang sempurna tentang Demokrasi. Lantas mengapa mereka saling berpecah belah, saling berlomba-lomba mendirikan dan mengkampanyekan parpol yang berbeda dengan tema yang sama...?

Jika memang mereka mengedepankan Persatuan yang berlandaskan pada Pancasila Sila ke-3, yaitu mengenai Persatuan Indonesia. Mengapa mereka harus mendirikan parpol sendiri-sendiri? Bukankah bersatu itu lebih baik dan tentunya lebih kuat?

Atau ada suatu intrik di dalam perpolitikan negeri ini? Karena semakin banyak parpol maka akan semakin banyak APBN yang dikucurkan untuk dana kampanye dsb. Ini jelas merugikan Negara dan Rakyat.

Sampai kapan akan terus begini...?

Tolonglah kami Doraemon, kirimkan alat yang mampu membuat otak kami sadar mengenai kejanggalan yang terjadi di negeri ini.

Amerika menganut sistem negara Kesatuan dan terdiri dari beberapa negara bagian (State). Negeri yang katanya paling super power ini, adalah aktor utama kampanye Demokrasi sedari perang dinginnya dengan Soviet di mulai. Sampai saat ini, dalam pandangan umum Amerika masih menganut paham politik Demokrasi tersebut. 

Sudah tentu yang mampu memahami dan menguasai makna dari sebuah lukisan secara menyeluruh adalah sang pelukisnya. Begitupun dengan Demokrasi. Amerika merupakan aktor utama yang memainkan instrumen Demokrasi dari zamab Ki Benen (masa perang dingin).

Dengan kondisi ini, sudah tentu bisa kita katakan bahwasanya Amerika adalah negara paling Demokrasi di dunia ini. Dalam pelaksanaan sistem pemerintahannya dan pemilihan presiden, Amerika juga menggunakan sistem pemilihan sama seperti di Negara Demokrasi pada umumnya.

Yang perlu diperhatikan adalah, bahwasanya disana tidak banyak partai politik yang ramai dan sibuk mengusung pasangan calon untuk naik.ke kursi kepresidenan. Disana hanya ada dua partai besar yang saling berebut suara, yaitu Kubu Partai Demokrat dan Kubu Partai Republik.

Negeri pengusung HAM ala barat ini, harusnya menjadi gambaran bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana seharusnya sistem Demokrasi dijalankan. Tidak seperti kenyataannya pada periode ini, beberapa tahun lagi akan diselenggarakan Pesta Demokrasi yang di dalamnya akan diperkenalkan kira-kira belasan partai politik yang beberapa di antaranya menyuarakan serta menyematkan kata Demokrasi/Demokrat dalam nama partainya. 

Sama-sama Demokrasi kok tidak bersatu saja, membuat rakyat makin bingung untuk memahami. Apa sebenarnya tujuan dari partai-partai ini ??

VIDEO PILIHAN