Mohon tunggu...
Ricky Hamanay
Ricky Hamanay Mohon Tunggu... Yuditya Hamdani Hamanay

Penulis sains amatir

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Gravitasi

15 Juni 2021   14:29 Diperbarui: 19 Juni 2021   18:37 105 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gravitasi
sumber; Evan Moon

Kata gravitasi berasal dari bahasa latin; gravitas, yang berarti 'berat'. Dalam pengertian umum gravitasi adalah fenomena alam yang mana objek-objek yang memiliki massa atau energi bergerak ke arah satu sama lain (saling tarik menarik). Gravitasi suatu benda diakibatkan oleh massa benda tersebut, dengan kata lain setiap objek atau benda yang memiliki massa (bobot) akan memiliki gravitasi. Tidak ada massa berarti tidak ada gravitasi dan jika ada massa berarti ada gravitasi.

Benda dengan massa yang lebih besar memiliki gravitasi yang lebih besar, dan benda yang massa-nya lebih kecil memiliki gravitasi yang lebih kecil. Gravitasi akan melemah seiring bertambahnya jarak - semakin dekat jarak antar objek maka gravitasi akan semakin bertambah besar. Sebaliknya, semakin jauh jarak antar objek maka semakin lemah gravitasinya.

Selama ada massa maka sejauh apapun jaraknya antara dua objek atau lebih, gravitasi hanya akan menjadi sangat lemah dan tidak akan pernah menjadi nol (hilang total). Astronot yang melayang di luar angkasa bukan diakibatkan oleh gravitasi 'nol', tapi karena gravitasi bumi pada jarak sejauh itu sudah sangat lemah sehingga dapat diabaikan.

Besarnya gaya gravitasi diperoleh dari perkalian antara konstanta gravitasi dengan massa (bobot) antara objek-objek yang terlibat, kemudian dibagi dengan kuadrat jarak (jarak pangkat dua). Karena dibagi dengan jarak, maka selama objek yang terlibat masih memiliki massa hasilnya tidak akan pernah menjadi nol. Jika jaraknya bertambah jauh hingga jutaan kali, gaya gravitasi-nya hanya akan mendekati nol (menjadi nol koma sekian sekian sekian), tapi tidak akan pernah menjadi nol.

Karena gravitasi memberikan tarikan pada tubuh kita, maka gravitasi akan menahan kaki kita untuk selalu berpijak pada tanah. Gravitasi mengatur benda-benda langit untuk memiliki orbit-nya masing-masing, dan dalam skala yang lebih masif gravitasi menyebabkan partikel-partikel ruang angkasa saling tarik menarik secara perlahan-lahan menjadi gumpalan yang lebih besar untuk membentuk planet, bintang dan galaksi.

Berbicara soal gaya fundamental yang mengatur alam semesta, maka gravitasi menjadi gaya fundamental pertama yang diketahui oleh manusia dari keempat gaya fundamental yang lain. Namun di sisi lain, gravitasi juga menjadi gaya fundamental yang paling sedikit dan sulit dipahami.

Gravitasi adalah gaya yang paling lemah dari keempat interaksi/gaya fundamental yang lain, kira-kira 100.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (seratus trilyun trilyun trilyun) kali lebih lemah dari gaya nuklir kuat, 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (satu trilyun trilyun trilyun) kali lebih lemah dari gaya elektromagnetik dan 100.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (seratus ribu trilyun trilyun) kali lebih lemah dari gaya nuklir lemah.

Karena sangat lemah bahkan jauh lebih lemah dari gaya nuklir lemah maka gravitasi tidak berpengaruh signifikan pada tingkat partikel subatomik (skala mikroskopik). Sebaliknya, gravitasi menjadi interaksi yang paling dominan pada skala makroskopik (alam semesta), dan juga menjadi klausa utama terhadap proses pembentukan, bentuk fisik, hingga lintasan orbit dari objek-objek astronomi.

Gravitasi pertama kali diperkenalkan pada tahun 1687 oleh fisikawan dan matematikawan asal Inggris bernama Sir Isaac Newton. Konon Newton mendapat ilham mengenai gravitasi akibat insiden jatuhnya buah apel yang menimpa kepalanya. Penjabaran mengenai fenomena gaya tarik menarik antara benda bermassa ini dipublikasikan Newton Sebagai Teori Gravitasi Universal yang mendefinisikan gravitasi sebagai gaya universal yang bekerja pada semua materi (benda/objek) di alam semesta, dan merupakan fungsi dari massa dan jarak.

Newton menyatakan bahwa setiap benda memiliki kecenderungan untuk menarik benda lain dengan gaya (kekuatan) alamiah yang berbanding lurus dengan jumlah massa (bobot) mereka dan berbanding terbalik dengan pangkat dua dari jarak di antara mereka. Jadi semakin jauh jarak antar benda dan semakin kecil massa benda-benda tersebut maka semakin kecil pula gaya gravitasinya. Hukum gravitasi universal Newton ini berdiri tak tertandingi selama 3 abad sebelum Albert Einstein pada tahun 1900-an menemukan teori relativitas umumnya.

Einstein mempublikasikan teori relativitas umum sebagai teori gravitasi yang lebih umum pada tahun 1916. Teori relativitas umum menawarkan penjelasan yang sangat berbeda dari hukum gravitasi universal Newton. Einstein mengatakan bahwa gravitasi jauh lebih dari sekadar gaya; gravitasi sebenarnya merupakan kurva dalam ruang-waktu 4 dimensi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x