Mohon tunggu...
Riana Dewie
Riana Dewie Mohon Tunggu... Freelancer - Content Creator

Simple, Faithful dan Candid

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Inilah 5 Kelebihan Museum Atsiri, Wahana Edukasi Atsiri Pertama di Indonesia

30 Agustus 2016   20:46 Diperbarui: 31 Agustus 2016   08:16 833
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Area Pengembangan Taman Atsiri (Doc. Rumah Atsiri)

Kini giliran mbak Sri Rejeki memberikan penjelasan lanjut mengenai revitalisasi Museum Atsiri. Bagian luar dari bangunan ini sangatlah laus, dengan jalan yang sudah diplot-plot untuk disinggahi berbagai tanaman dan tentunya dengan kondisi jalan yang sudah diperhalus. “Tempat ini sebenarnya mau dijadikan apa sih mbak?”, tanya teman-teman sembari melangkahkan kaki di area ini.

Tak tanggung-tanggung, wanita ramah berambut ikal ini memberikan banyak informasi menarik. Rupanya pabrik bersejarah ini akan disulap menjadi sebuah wahana edukasi masyarakat tentang tanaman atsiri dan manfaatnya. Lalu, sebenarnya minyak atsiri itu apa sih?

Salah Satu Taman Atsiri yang dikembangkan : Kencur (Dok.Pri)
Salah Satu Taman Atsiri yang dikembangkan : Kencur (Dok.Pri)
Dijelaskan bahwa minyak atsiri adalah senyawa organik yang berasal dari tumbuhan yang memiliki berbagai ciri seperti berasa getir, sifatnya mudah menguap serta memiliki aroma sesuai dengan tanaman aslinya. Tanaman kayu putih, lavender, cengkeh dan akar wangi adalah beberapa contoh tanaman atsiri yang pernah disuling di pabrik ini di masa lalu.

"Tempat ini akan disulap menjadi wahana edukasi bagi anak-anak tentang tanaman Atsiri. Besok kan disini pada tahap awal akan ditanam sekitar 40 tanaman atsiri dan masing-masing akan terpasang identitasnya. Harapannya, anak-anak jadi paham sedari dini bahwa Indonesia kaya akan tanaman atsiri yang memiliki manfaat luar biasa bagi kehidupan manusia," Papar mbak Sri Rejeki.

Untuk areanya sendiri memang didesain sangat menarik, strategis dan kaya akan informasi yang dibutuhkan anak-anak. Tak kalah menarik, di salah satu gedung juga akan dibangun Kids Lab yang memfasilitasi anak-anak untuk belajar tentang beragam tanaman atsiri serta proses pengolahannya secara sederhana. Wah, kelihatannya menarik, kita tunggu realisasinya ya :) 

3. Wahana Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi Museum Atsiri ini ternyata juga berkontribusi bagi masa depan kesehatan masyarakat dunia. Minyak Atsiri yang sering disebut dengan minyak esensial atau sari dari bagian tanaman ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi, antiseptik, aroma terapi, bahan pewangi, industri parfum dan kosmetik bahkan sering dimanfaatkan pula untuk pengembangan di bidang kesehatan dan farmasi (obat-obatan). 

Dari zaman dulu, minyak atsiri ini sudah menjadi salah satu komoditas ekspor di Indonesia sehingga tak heran jika negara kita dijuluki kaya rempah-rempah dan hebatnya sangat diminati oleh banyak negara-negara di dunia yang ingin meningkatkan kualitas hidup dengan memanfaatkan atsiri. Murah meriah dan mujarab, itulah keistimewaannya.

“Pada saat Bu Yulia berkunjung ke India untuk mengadakan penelitian tentang kebutuhan atsiri di negara tersebut, ada sebuah hal mengejutkan. Tak hanya sebagai aroma terapi, ternyata minyak atsiri sudah dikembangkan sebagai terapi penyakit kanker,” ucap mbak Sri Rejeki dengan wajah girang. Kami pun lempar wajah melongo mendengar berita ini.

Tanaman Sereh di Museum Atsiri, sebagai obat anti kanker (Dok.Pri)
Tanaman Sereh di Museum Atsiri, sebagai obat anti kanker (Dok.Pri)
Ya, sebuah inovasi membahagiakan yang membuat kami makin percaya bahwa atsiri adalah harta karunnya negara Indonesia. Di negara-negara lainpun sedang dikembangkan berbagai penelitian tentang atsiri dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tentunya atas kerjasama para tim pengembang Museum Atsiri Tawangmangu yang tak kenal lelah berinovasi.  

4. Wahana Pengembangan SDM dan Pengolahan Atsiri Menjadi Produk Kebutuhan Masyarakat

Tak hanya konsentrasi pada pengembangan tanaman atsiri di area museum, tim Rumah Atsiri juga akan berbagi ilmu kepada masyarakat agar mereka lebih mengenal dan mengembangkan tanaman atsiri yang tumbuh di sekitar lingkungan mereka. Salah satu program menariknya adalah mengadakan sebuah pelatihan ataupun workshop tentang berbagai cara memanfaatkan atsiri untuk membuat lilin, parfum, sabun, obat nyamuk dan berbagai kebutuhan masyarakat yang lainnya yang akan dibimbing langsung oleh para tenaga ahli.

Tentu saja program ini sangat bermanfaat. Selain dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat yang tertarik dengan atsiri, ini tentu juga bisa dijadikan lahan rezeki bagi mereka yang akan membuka bisnis dengan bahan tanaman atsiri.

Tak hanya itu, pengunjung museum atsiri yang ingin menikmati hasil pengolahan ekstrak atsiri secara langsung, akan difasilitasi merchandise shop yang menjual aneka produk hasil olahan atsiri. Selain parfum, lilin, aroma terapi dan berbagai wangi-wangian untuk kesehatan, Museum Atsiri juga akan mengembangkan berbagai aksesoris kece yang bermanfaat untuk kesehatan, misalnya gelang dan kalung anti nyamuk berbahan dasar serai yang wujudnya keren dan belum pernah diproduksi.

“Wah, mau banget mbak.. keren itu, “ teriak girang kami menanggapi pernyataan mbak Sri Rejeki tersebut.  

5. Wahana Wisata yang Ramah Masyarakat dan Ramah Lingkungan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun