Mohon tunggu...
Baf Oemar
Baf Oemar Mohon Tunggu... Karyawan Kantor -

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Pilihan

Semarak Asian Games Tanpa Isu Pilpres

14 Agustus 2018   09:30 Diperbarui: 15 Agustus 2018   13:54 550
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sejenak, mari kita tinggalkan hiruk pikuk percaturan politik Indonesia jelang Pilpres (Pemilihan Presiden) 2019. Meskipun berat tapi cobalah untuk sementara waktu mengalihkan fokus dan pikiran ke perhelatan Asian Games 2018.

Menurut saya ini penting dan bersifat urgen karena "Merah Putih" dipercaya sebagai tuan rumah. Baik buruknya nama Indonesia di mata dunia, salah satunya (mungkin) bisa dinilai dari kesiapan tuan rumah menghelat event sekaliber Asian Games.

Untuk saat ini, mendukung pemerintah dalam mensukseskan pegelaran Asian Games 2018 jauh lebih berarti ketimbang beradu argumentasi soal capres atau cawapres idaman. Memang, tak dapat dipungkiri jika pesta Pilpres akan menentukan nasib bangsa Indonesia selama 5 tahun ke depan. 

Namun jika seluruh komponen bangsa terus terbuai dan larut dengan isu Pilpres berkepanjangan, saya khawatir justru terjadi sesuatu di luar dugaan. Apa itu? Negara-negara peserta Asian Games menginginkan #2018ganti_tuanrumahasiangames. Mau?

Sebagai tuan rumah dan bangsa yang besar, sudah barang tentu wajib hukumnya bagi Indonesia untuk menggelar Asian Games tanpa bayang-bayang kemelut politik dalam negeri. Asian Games, menurut hemat saya bisa jadi momen yang tepat untuk mempromosikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang adil dan makmur dengan penduduk yang fanatik terhadap pepatah populer"Mensana In Corpore Sano".

Namun, sejauh ini gaung pelaksanaan Asian Games 2018 masih samar-samar terdengar. Bukannya ingin pesimis, tapi saya melihat ada kecenderungan bahwa masyarakat lebih menyukai isu Pilpres ketimbang Asian Games. Meskipun pelaksanaan Pilpres masih digelar tahun depan, toh nyatanya antusias masyarakat terhadap perhelatan Asian Games dinilai masih minim.

Sebagai bukti, coba kita melongok aktifitas para pengguna media sosial (medsos) seperti facebook, instagram,twitter, whatsapp dan lain sebagainya selama sepekan terakhir. Hampir sebagian besar pengguna medsos di Indonesia masih terpaut dengan isu seputar Pilpres, padahal gelaran Asian Games tinggal menghitung hari.

Begitu banyak informasi-informasi yang ditemui dan beredar dengan beragam bentuk yang secara langsung atau tidak langsung terkait dengan isu pilpres 2019. Terlepas dari benar atau tidaknya informasi tersebut, fenomena ini tentu saja telah menguras energi yang tidak sedikit dari segenab anak bangsa.

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah bisa Indonesia menggelar Asian Games dengan sukses dan spektakuler sementara energi yang dibutuhkan untuk itu justru terpecah dan terbelah? Saya pribadi berpendapat "berat".

Nah, jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi seperti diuraikan di atas justru dikhawatirkan berpotensi merugikan bangsa Indonesia itu sendiri, baik sebagai penyelenggara maupun peserta event. Saya contohkan begini.

Pembukaan Asian Games pada Sabtu, 18 Agustus mendatang, sudah barang pasti akan dihadiri dan dinyatakan dibuka secara resmi oleh Presiden RI yang merupakan calon incumbent Pilpres 2019. Bagi loyalis calon incumbent, kegiatan tersebut ""bisa saja" dinilai dan sangat berarti sebagai wujud keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan negara. Namun bagaimana dalam pandangan pendukung kubu sebelah? Apakah sama?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Olahraga Selengkapnya
Lihat Olahraga Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun