Mohon tunggu...
Ria Rahma Aprilia
Ria Rahma Aprilia Mohon Tunggu... Mahasiswa - Institut Teknologi Sumatera

Seorang Mahasiswa Tingkat Akhir Jujur adalah poinnya

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Tekno

Mengenal BTP (Bahan Tambahan Pangan)

14 Desember 2022   21:00 Diperbarui: 14 Desember 2022   21:01 367
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Perlu diketahui dan dicatat bahwa Bahan tambahan pangan atau BTP bukanlah bahan baku utama pangan, tetapi bahan-bahan tersebut sengaja ditambahkan ke dalam pangan dengan tujuan teknologi pada proses pengolahan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan atau pengangkutan pangan untuk menghasilkan suatu komponen atau mempengaruhi sifat pangan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung. Bahan Tambahan Pangan atau BTP yang digunakan sebagai sumber nutrisi, sehingga dikatakan bahwa penggunaan BTP tersebut dinyatakan sebagai nutrisi atau zat gizi.

Pada zaman modern ini tidak dapat disangkal bahwa banyak produk makanan yang menggunakan Bahan Tambahan Pangan. Masyarakat menambahkan BTP dalam makanan yang tujuannya agar makanan tersebut baik dalam hal estetika dan dalam segi sensorik atau indra manusia, menaikkan dan mempertahankan nilai gizi yang terdapat pada makanan dan ada juga masyarakat yang menggunakan BTP untuk memperpanjang masa simpan pada makanan. 

BTP sering sekali digunakan oleh pedagang agar makanan yang mereka jual itu menarik konsumen sehingga laku di pasaran dan mendapatkan untung dari makanan tersebut. 

Untuk meningkatkan nilai estetika dari makanan menggunakan pewarna, makanan jika ditambahkan pewarna yang menarik maka konsumen akan merasa ingin membeli makanan itu karena anak anak maupun orang yang sudah dewasa menyukai hal hal yang memiliki warna yang menarik. Dalam hal meningkatkan sensori pada makanan antara lain digunakan pemanis, pengaroma, pengental, pengeras, pengembang dan masih banyak lagi. 

Apakah Pemanis itu? Pemanis adalah hal yang biasa digunakan dalam kehidupan kita sehari hari sebagai meningkatkan rasa dan aroma manis pada makanan yang menurut kita kurang dalam hal tersebut dan juga untuk memperbaiki bentuk makanan. Pengaroma biasa digunakan untuk menambah aroma atau bau makanan dengan aroma yang kita inginkan sehingga dapat menguatkan rasa makanan.

Pengental, pengenyal, dan pengeras biasanya digunakan untuk memperbaiki tekstur dari makanan tersebut sehingga sesuai dengan apa yang kita inginkan serta dapat menarik perhatian dari konsumen. Menaikkan gizi dari makanan bisa ditambahkan dengan menambahkan Bahan Tambahan Pangan atau BTP yang bermanfaat pada tubuh.

Pengawet yang ditambahkan dalam makanan digunakan untuk membunuh, menghambat dan juga menghentikan mikroba mikroba yang terdapat pada makanan sehingga makanan tersebut bisa disimpan dengan waktu yang lebih lama. Banyak makanan yang memiliki masa simpan yang sempit dan hal tersebut sangat merugikan pedagang karena makanan yang mereka jual bisa membusuk tidak bisa untuk dijual sehingga ditambahkannya Bahan Tambahan Pangan atau BTP seperti pengawet ini. 

Apakah penggunaan BTP aman? 

Fakta menunjukkan bahwa ketidakpahaman aturan dalam penambahan atau penggunaan bahan tambahan pangan misalnya dalam hal jumlah yang berlebihan, penggunaan bahan yang keliru atau ada pula yang menggunakan bahan tambahan pangan yang bukan tergolong bahan tambahan pangan yang aman untuk kesehatan walaupun memiliki fungsi yang sama dengan senyawa bahan tambahan pangan lain. 

BTP memiliki batas penggunaan maksimum yang diperbolehkan pada produk pangan tertentu seperti pengawet asam sorbat pada kategori pangan susu dan buttermilk plain yaitu dengan batas maksimal penggunaannya 1000 mg/kg dan pada kategori pangan buah segar yaitu dengan batas maksimal penggunaannya 35 mg/kg.

Adakah aturan penggunaan BTP? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun