Mohon tunggu...
Rezki Syahrir
Rezki Syahrir Mohon Tunggu...

Manusia biasa yang tidak sempurna, lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, menempuh pendidikan tinggi di kota pelajar Jogja, lalu memutuskan berdomisili di kota berhati nyaman tersebut. Sehari-hari mengaktualisasikan diri sebagai konsultan lepas pada bidang pertambangan.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

“Karena Kami Punya Hati”

2 Januari 2010   20:20 Diperbarui: 26 Juni 2015   18:39 163 0 1 Mohon Tunggu...

[caption id="attachment_47277" align="alignleft" width="300" caption="Thomas dan makanan untuk Wallet"][/caption]

“Karena kami punya hati”, itulah ungkapan yang keluar dari mulut Thomas, pria setengah baya yang bermukim di Bobrtizsch, sebuah desa dekat Freiberg, Germany. Jawaban itu terlontar setelah aku mempertanyakan mengapa mereka menggantung “sesuatu” di dahan pohon yang sedang tidak berdaun itu. Thomas, kepala keluarga dengan 3 orang anak, berkata bahwa “sesuatu” itu sengaja digantungkan olehnya untuk memberi makan burung-burung wallet yang banyak beterbangan di daerah seputaran rumahnya.

Pada musin dingin seperti ini, burung-burung wallet itu kesulitan untuk mencari makanan. Salju yang turun dan menutupi hampir seluruh permukaan bumi, termasuk dedaunan yang masih bertahan di dahan, membuat peluang wallet untuk mendapatkan makanan semakin kecil. Dalam kondisi demikian, Thomas dan anggota keluarga yang lain memutuskan untuk meramu makanan, mengemasnya dengan baik untuk dapat dengan mudah dipatuk oleh wallet untuk dimakan lalu digantung di dahan pohon sehingga dapat dijangkau dengan mudah oleh si wallet. Bahkan, keluarga ini juga menyiapkan sebuah “rumah” khusus bagi wallet yang kedinginan. Rumah kecil ini dibuat sedemikian rupa kemudian digantungkan di loteng dekat balkon, sehingga mudah dikenali oleh burung wallet yang melintas. Begitu perhatiannya mereka akan kehidupan ini, sehingga rela berbuat apa saja untuk melestarikan setiap penghuninya.

Hmmmm, aku tiba-tiba saja teringat bagaimana burung Cendrawasih di Papua yang sudah nyaris punah karena keserakahan manusia, atau Harimau sumatera yang jumlahnya semakin langka, mati dibunuh oleh manusia karena katanya Harimau sering mengancam keselamatan manusia (atau manusia yang sering mengancam keselamatan Harimau?). Semoga kita lebih mampu menghargai kehidupan yang indah ini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x