Mohon tunggu...
Retno edya permatasari
Retno edya permatasari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Psikologi UIN Sunan Ampel Surabaya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Jangan Diabaikan! Gangguan Kepribadian Dependen Bisa Makin Serius Kalau Tidak Ditangani

2 Januari 2022   18:30 Diperbarui: 3 Januari 2022   08:26 634
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Ilustrasi: Min An/Pexels 

Dari terapi tersebut orang yang mengalami gangguan dependen bisa meningkatkan kepercayaan diri, menjadi lebih aktif, mandiri, memiliki ketegasan, dan dapat membentuk hubungan yang sehat. Saat seseorang dengan gangguan kepribadian dependen ini sudah dapat membangun hubungan sehat dengan orang lain, maka orang tersebut akan menjaga dan memiliki hubungan  yang bermakna tanpa harus bergantung secara berlebihan (Ripli, 2015). 

Selain terapi CBT, juga ada terapi yang lain seperti terapi psikodinamik dan terapi interpersonal. Sedangkan perawatan farmakologi sendiri bisa diberikan bila gangguan kepribadian dependen ini disertai dengan gangguan lain, seperti depresi dan kecemasan. Sehingga dibutuhkan obat anti depresan dan obat penenang yang biasanya diresepkan atau diberikan oleh dokter untuk menangani gejala depresi dan kecemasan (Cleveland Clinic, 2014).

Hal yang paling penting adalah melakukan pencegahan agar dapat terhindar dari gangguan kepribadian dependen. Pencegahan yang bisa dilakukan, yaitu dengan menerapkan hubungan yang sehat sejak dari usia anak – anak, menghindari pengasuhan otoriter, dan membangun lingkungan keluarga yang menumbuhkan kemampuan sosial dan interpersonal.

Oleh karena itu gangguan kepribadian dependen harus di tangani dan mendapatkan penanganan yang tepat. Jika gangguan tersebut dibiarkan saja dan tidak segera ditangani maka bisa membuat seseorang itu tidak  mandiri, menimbulkan masalah kesehatan lain dan menyebabkan hubungan sosial menjadi tidak sehat. 

Jika sudah merasakan beberapa gejala diatas, maka bisa segera datang dan memeriksakan diri ke tenaga kesehatan di bidangnya seperti psikolog atau psikiater untuk segera diberi penangan yang tepat.

REFERENSI

American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (5th Edition).

Beidel,  deborah c, Bulik,  cynthia m, & Stanley,  melinda a. (2012). Abnormal Psychology (Second Edi, Vol. 148). Pearson Education Canada.

Cleveland Clinic. (2014). Dependent Personality Disorder. Cleveland Clinic. Di akses pada 31, 2021. my.clevelandclinic.org

Kearney, C. A., & Trull, T. J. (2018). Abnormal Psychology & Life A DIMENSIONAL APPROACH. Cengage Learning.

Loas, G, Cormier, J, and Perez-Diaz F (2011). Dependent personality disorder and physical abuse. Psychiatry Research.185 (2011) 167–170.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun